Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dirjen Dikti: Kesadaran Cinta Produk Dalam Negeri Kunci Indonesia Maju

Rabu, 16 Juni 2021 | 23:55 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Membangun kesadaran publik mencintai produk dalam negeri menjadi kunci Indonesia maju. Hal ini harus didukung oleh ekosistem yang terdiri atas inovasi perguruan tinggi, kementerian terkait, dan pelaku industri.

“Kita bermimpi tentang bonus demografi, bermimpi jadi negara maju. Namun, kuncinya adalah pentingnya membangun kesadaran publik cinta produk dalam negeri. Semangat cinta produk dalam negeri,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Kemdikbudristek) Republik Indonesia Prof Ir Nizam MSc, PhD, ASEAN Eng di Gedung Beritasatu, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Dari terbangunnya kesadaran cinta produk dalam negeri inilah, menurut Nizam, Indonesia bisa berbenah diri untuk menjadi negara maju dan tangguh. Namun, tegas Nizam lagi, hal ini harus didukung oleh ekosistem yang solid.

“Sejak awal saya tekankan ekosistem sebagai salah satu kunci, yaitu keragaman. Seluruh mitra di dalamnya harus terlibat. Dapat buy in dari masyarakat, dari industri, dari pemerintah. Itulah yang ingin kita bangun. Kedua, kita perlu membangun public awareness, kesadaran,” papar Prof Nizam.

Belajar dari Korea, kata Prof Nizam, media massa Korea berhasil membangun kesadaran publik, baik kesadaran cinta produk dalam negeri maupun kesadaran investasi pendidikan. “Hampir 40% spending orang Korea untuk pendidikan. Korea, di situ terlihat peran media, bahwa media membangun mindset Korea sebagai bangsa yang tangguh, peduli, bahwa Korea akan mati kalau tidak investasi di SDM dan produk-produk yang kompetitif di dunia. Ini perlunya investasi pendidikan dan fokus membangun industri,” ungkap Prof Nizam.

Korea, lanjut Prof Nizam, memulainya dengan membangun industri baja. Tanpa punya teknologi, tanpa punya modal.

“Teknologi diambil dari Eropa. Dana diambil dari bank Prancis dan Jepang. Lalu mereka bergerak ke galangan kapal, ini industri yang ditinggalkan Eropa. Lalu masuk ke industri otomotif. Pasar mereka kecil, tapi mereka berani masuk ke sana. Mereka tekan ongkos produksi. Mereka menekankan harus cinta produk Korea. Kalau bukan Korea siapa lagi yang pakai produk Korea, sehingga Hyundai pun bersaing dengan mobil Amerika,” ujar Prof Nizam membandingkan.

Dorong Inovasi
Dikti, kata Prof Nizam, saat ini terus mendorong inovasi-inovasi yang dilakukan perguruan tinggi agar terbangun kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri yang berkualitas tinggi.

“Selama setahun ini, teman-teman membangun platform untuk bisa melahirkan produk-produk Merah Putih. Sejauh ini sudah berjalan satu tahun, dan sudah ada 15 ribu lebih ide/inovasi dari perguruan tinggi dan sudah ada 1.500-an teman-teman industri menawarkan kolaborasi. Solusinya apa sih untuk kebutuhan industri,” ungkap Prof Nizam.

Selain mempertemukan inovasi perguruan tinggi dengan industri, Dikti, kata Prof Nizam, juga melakukan pendampingan bagi para inovator-inovator dari perguruan tinggi.

“Kami mengalokasikan dana kecil sekali, Rp 250 miliar untuk satu tahun sebagai dana pendamping. Ini sebagai bentuk katalisator. Saat ini permintaannya sudah dua kali lipat. Kita sudah minus,” ungkap Prof Nizam.

Prof Nizam juga menyoroti dana subsidi untuk mahasiswa yang juga sangat kecil. “Subsidi untuk mahasiswa di Indonesia Rp2 juta per tahun. Jauh dibanding Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu, Anthony Wonsono, Chief Operating Officer of Berita Satu Media Holdings mengatakan saat di awal tahun 2000-an membangun Yayasan Pelita Harapan, Mochtar Riady melihat bahwa ada kekurangan pendidikan publik.

“Karena itu kami siap terus mendukung program Kemendikbud untuk membangun program inovasi dan kebanggaan pada produk lokal,” tegas Anthony.

Sayangnya, kata Anthony, masih ada stigma bahwa produk dalam negeri tidak sekelas dengan produk luar negeri dan produk untuk ekspor tidak sekualitas dengan produk yang dipasarkan untuk dalam negeri.

“Saya melihat gerakan cinta produk dalam negeri, gaungnya hanya sebentar. Padahal banyak brand luar itu dibikin di dalam negeri kita,” ungkap Anthony.

Kondisi ini juga dikeluhkan Prof Nizam. Dia mencontohkan kasus produk ventilator produksi dalam negeri. “Untuk ventilator produksi dalam negeri, bentengnya (hambatan) tinggi sekali. Harus melalui uji ini itu. Sedangkan ventilator dari Tiongkok gampang sekali masuk tanpa uji ini itu. Ketika produk dalam negeri sudah dapat izin produksi, rumah sakit tak ada yang mau beli. Ini karena banyak sekali orang-orang yang sudah berada di zona nyaman. Kembali lagi, peran media diperlukan untuk membangun kesadaran cinta produk dalam negeri,” tegas Nizam.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wapres Tekankan Pentingnya Ketepatan Informasi di Masa Pandemi

Melalui pelaksanaan keterbukaan informasi publik, pemerintahan desa diharapkan Wapres dapat berjalan secara demokratis, transparan, adil, efektif, dan efisien.

NASIONAL | 28 September 2021

Kepada BEM SI, La Nyalla Urai Konsep Ekonomi Pendiri Bangsa

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, ekonomi Indonesia layaknya kapal yang memiliki tiga palka yakni koperasi, BUMN, dan swasta.

NASIONAL | 28 September 2021

Kemensos Integrasikan Data PBI Jaminan Kesehatan dengan DTKS

Kemensos memberikan perhatian khusus pada akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi basis data program bantuan sosial pemerintah.

NASIONAL | 28 September 2021

Ketua DPD RI: Oligarki Penyebab Ketidakadilan Sosial

Dijelaskan La Nyalla, oligarki dibangun atas dasar kekuatan modal kapital yang tidak terbatas, sehingga mampu menguasai dan mendominasi simpul-simpul kekuasaan.

NASIONAL | 28 September 2021

Bersama Almamater, Alumni IPB Dorong Keberhasilan Pertanian, Peternakan dan Perikanan di NTT

Potensi alumni IPB dari berbagai profesi sangat bisa dioptimalkan untuk kesuksesan program pemerintah dari tingkat nasional hingga daerah seperti NTT.

NASIONAL | 28 September 2021

Waspadai 23 Wilayah Ini Akan Alami Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dengan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau badai petir, guntur dan peningkatan angin kencang patut diwaspadai.

NASIONAL | 28 September 2021

Kabar Baik, IPB dan BPI-BRIN Ciptakan Oxygen Concentrator Berbahan Baku Lokal

IPB University dan Balai Pengembangan Instrumentasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BPI-BRIN) berhasil menciptakan oxygen concentrator.

NASIONAL | 28 September 2021

Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

Dengan mengetahui dan mengenal sejarah maka masyarakat akan paham bagaimana para pendahulu bangsa ini berjuang dan bagaimana mereka mencintai bangsanya.

NASIONAL | 28 September 2021

Ini Upaya Sub PB PON Klaster Mimika Tertibkan Penonton PON di Papua

Jumlah tiket yang dijual saat ini sebagian besar atau 60% dijual melalui aplikasi di atas dan sisanya sebanyak 40% melalui offline.

NASIONAL | 27 September 2021

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
Dua Wanita Transgender Menangi Kursi Parlemen Jerman

Dua Wanita Transgender Menangi Kursi Parlemen Jerman

DUNIA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings