Logo BeritaSatu

Perkara Suap Bansos, Saksi Akui Terima Uang dari Juliari untuk Pemenangan PDI-P di Kendal

Selasa, 15 Juni 2021 | 10:41 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kendal, Ahmad Suyuti mengaku pernah menerima uang dari mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sebesar $ Sin (dolar Singapura) 48.000. Uang tersebut digunakan untuk membantu pemenangan PDI-P di Kendal.

Hal ini terungkap saat Ahmad Suyuti bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Juliari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/6/2021).

Dalam kesaksiannya, Suyuti yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kendal mengaku menerima uang tersebut melalui staf ahli Kemensos, Kukuh Ari Wibowo di Hotel Grand Candi, Semarang, Jawa Tengah pada awal November 2020. Keduanya saat itu bertemu dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Saya dipanggil Mas Kukuh, 'Mas sini Mas, di sekitaran situ aja. Ini (uang) Mas, untuk membantu kegiatan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) dan PAC (Pimpinan Anak Cabang)," ungkap Suyuti dalam kesaksiannya.

Sebelum pertemuan itu, Suyuti, mengaku dihubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Adi Wahyono yang juga terdakwa perkara suap ini. Saat itu Adi menyampaikan akan ada titipan dari Juliari.

"Itu (informasi Juliari menitipkan uang) dari mas Adi saja," kata dia.

Suyuti sempat meminta uang itu ditransfer antarrekening. Namun, akhirnya diputuskan untuk diserahkan secara langsung melalui Kukuh dalam bentuk dollar Singapura karena jumlahnya terlalu banyak.

"Dolar singapura 48 ribu (atau) Rp 508 juta rupiah yang menyerahkan Kukuh, saya kantongi saja," ungkap Suyuti.

Setelah menerima uang itu, Suyuti kemudian membawanya untuk mendiskusikannya bersama dengan pengurus DPC lainnya. Dalam diskusi itu disepakati uang tersebut dipergunakan untuk membantu kemenangan pasangan yang diusung PDI-P, yakni Tino Indra Wardono - Amukh Mustamsikin.

"Monggo ayo kita gunakan dalam rangka untuk pemenangan Pilkada ini," terang Suyuti.

Tak puas dengan jawaban itu, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantas membacakan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Suyuti.

Suyuti dalam BAP tersebut menerangkan bahwa dalam pertemuan itu dirinya berkonsultasi dengan Munawir selaku Ketua Pemenangan Internal PDIP. Keduanya pun memutuskan untuk membagikan uang tersebut di daerah pemilihan yang berpotensi menang.

"Daerah-daerah yang masih berpotensi untuk bisa dimenangkan akan diberikan dana operasional," kata jaksa membacakan BAP Suyuti.

Suyuti selanjutnya menukar uang tersebut dalam bentuk rupiah. Dari penukaran itu, Suyuti mengirimkan uang sekitar Rp 458.800.000 ke rekening pribadinya. Sisanya, sebanyak Rp 50 juta berikan Suyuti kepada tokoh masyarakat dan pengurus partai untuk pemenangan Pilkada.

"Sedangkan uang Rp 458.800.000 saya bagikan ke masyarakat dapil 5 dan 6 Kabupaten Kendal yang berpotensi menang?" cecar Jaksa.

"Betul," ucap Suyuti membenarkan.

Pascaterjadi operasi tangkap tangan KPK terkait kasus yang menjerat Juliari ini, Suyuti dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK. Belakangan, Suyuti baru mengetahui bahwa uang yang diterimanya dari Kukuh diduga kuat berasal dari korupsi bansos sembako Covid-19 untuk warga Jabodetabek.

Suyuti mengakui, uang yang diterima dari Kukuh telah habis dipergunakan. Lantaran diminta mengembalikan, Suyuti menyanggupinya. Namun, Suyuti meminta waktu sekitar 2 bulan untuk mengembalikan semua uang yang pernah dia terimanya itu.

"Berapa saksi kembalikan?" cecar jaksa.

"Ya Rp 508.800.000 dalam rupiah," kata Suyuti.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari P. Batubara menerima suap sebesar Rp32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

Petrus Bala Pattyona menyampaikan istri Lukas, Yulce Enembe bersama anak menolak pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 5 Oktober 2022

Polisi Telah Terima Hasil Visum Lesti Kejora Buntut Aksi KDRT Rizky Billar

Polisi telah menerima hasil visum Lesti Kejora buntut aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Rizky Billar.

NEWS | 5 Oktober 2022

Dukung Penuh Presidensi G-20, Mendag AS: Indonesia Mitra Penting

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan dukungan untuk Indonesia dalam Presidensi G-20, yang akan digelar di Bali pada November mendatang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KIB Disarankan Usung Capres dan Cawapres dari Hasil Konvensi

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disarankan mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari hasil konvensi.

NEWS | 5 Oktober 2022

Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara, Korban: Kami Puas

Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dituntut 15 tahun penjara oleh JPU, Rabu (5/10/2022), di PN Kota Tangerang

NEWS | 5 Oktober 2022

Rizky Billar Pernah Lempar Lesti Kejora dengan Bola Biliar

Polisi mengungkap Rizky Billar pernah melempar bola biliar ke Lesti Kejora. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Gagal Bayar KSP Sejahtera Bersama

Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri menetapkan ketua pengawas dan anggota pengawas KSP Sejahtera Bersama berinisial IS dan DZ sebagai tersangka.

NEWS | 5 Oktober 2022

Pekan Ini Airlangga Akan Bertemu Puan Maharani

Ketua DPP PDIP Puan Maharani melanjutkan safari politik dalam pekan ini dengan mengunjungi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

NEWS | 5 Oktober 2022

Aster Kasad Berharap Jajaran TNI AD Mampu Adaptif, Aktual dan Responsif

Aster Kasad, Mayjen TNI Karmin Suharna meminta Apkowil TNI AD tidak terlalu buta dengan perkembangan ekonomi secara global.

NEWS | 6 Oktober 2022

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Maharani mendorong agar terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang hingga kini masih berperang.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings