Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Tahan Direktur PT Adonara Propertindo

Senin, 14 Juni 2021 | 20:04 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur PT Adonara Propertindo (AP) Tommy Adrian, Senin (14/6/2021). Tommy ditahan seusai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun 2019.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar menyatakan, Tommy ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Dengan demikian, Tommy setidaknya bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 3 Juli 2021.

"Untuk kepentingan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada tersangka TA (Tommy Adrian) selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 14 Juni 2021 sampai dengan 3 Juli 2021 di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Lili di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Sebelum mendekam di sel tahanan, Tommy terlebih dahulu akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1. Isolasi mandiri ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK.

"Tersangka akan lebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1 sebagai langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di dalam lingkungan Rutan KPK," kata Lili.

Saat keluar ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Tommy terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK dan tangan diborgol. Tommy memilih bungkam saat masuk mobil tahanan yang menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di daerah Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. Selain Yoory, KPK juga menetapkan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian, dan Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe serta PT Adonara Propertindo. Belakangan, KPK juga menetapkan pengusaha yang merupakan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar sebagai tersangka.

Kasus ini bermula pada 4 Maret 2019. Saat itu, Anja bersama-sama Tommy Adrian dan Rudy Hartono Iskandar menawarkan tanah yang berlokasi di Munjul seluas lebih kurang 4,2 hektare kepada Perusahaan Umum Daerah
Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ). Padahal, saat itu, tanah tersebut sepenuhnya masih milik Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Sebagai tindak lanjutnya, diadakan pertemuan antara Anja dan Tommy dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus di Yogyakarta, yang dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan pembelian tanah oleh Anja, Tommy, dan Rudy yang berlokasi di daerah Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta dengan nilai Rp 2,5 juta permeter atau total Rp 104,8 miliar.

Pembelian tanah yang dilakukan oleh Anja bersama dengan Tommy dan atas sepengetahuan Rudy dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dilaksanakan pada 25 Maret 2019, dan seketika langsung dilakukan perikatan jual beli sekaligus pembayaran uang muka oleh Anja dan Tommy dengan jumlah sekira Rp 5 miliar melalui rekening bank atas nama Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Pelaksanaan serah terima Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan tanah girik dari pihak Kogregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dilakukan melalui notaris yang ditunjuk oleh Anja. Kemudian, Anja, Tommy dan Rudy menawarkan tanah tersebut kepada Sarana Jaya dengan harga permeternya Rp 7,5 juta atau total Rp 315 miliar.

Selanjutnya, diduga terjadi proses negosiasi fiktif dengan kesepakatan harga Rp 5,2 juta permeter dengan total Rp 217 miliar. Kemudian pada 8 April 2019, dilakukan penandatanganan pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor Perumda Sarana Jaya antara pihak pembeli yaitu Yoory Corneles Pinontoan selaku Direktur Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja.

Masih pada waktu yang sama, juga dilakukan pembayaran sebesar 50% atau sekira sejumlah Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran oleh Sarana Jaya kepada Anja sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar.

Terkait pelaksanaan pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta tersebut, KPK menduga Perumda Sarana Jaya melakukan empat perbuatan melawan hukum, yakni tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait; beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate; dan adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja dan Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan.

Perbuatan pidana para tersangka telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp 152,5 miliar



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Soal Polisi Taliban vs Polisi India, Firli: Tidak Pernah Ada Istilah Itu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membantah adanya dua kubu dalam internal lembaga yang dipimpinnya.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Skandal Djoko Tjandra, Hukuman Eks Jaksa Pinangki Disunat 6 Tahun

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyunat hukuman eks jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun pidana penjara di tingkat pertama menjadi 4 tahun penjara

NASIONAL | 14 Juni 2021

Peserta SBMPTN dengan Nilai Tertinggi Diterima di Hukum UGM dan Teknik Kimia UI

Untuk jurusan soshum, peserta dengan nilai tertinggi pertama dan kedua lulus di prodi Hukum UGM dan prodi Ilmu Hukum UI.

NASIONAL | 14 Juni 2021

JPU: Kasus Rizieq Diproses Berdasarkan Ketentuan Hukum

JPU diberi kewenangan untuk melimpahkan kasus pidana ke pengadilan berdasarkan aturan perundangan yang berlaku.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Lewat Festival Teluk Jailolo, Potensi Pariwisata Kabupaten Halmahera Barat akan Terangkat

Potensi pariwisata Kabupaten Halmahera Barat dipastikan akan memanjakan para wisatawan yang datang.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Puan: Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Harus Dilakukan Hati-hati

Pelaksanaan kebijakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 yang rencananya dimulai Juli 2021, harus dilakukan dengan hati-hati.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Berantas Judi, Tim Puma Polres Lombok Barat Bubarkan Judi Sabung Ayam di Lembar

Polres Lombok Barat, Polda NTB membubarkan judi jenis sabung ayam yang terjadi di Dusun Gubuk Bali, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Ultimatum Pengusaha Rudy Hartono Iskandar

KPK mengultimatum Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar, untuk kooperatif menjalani proses hukum dugaan korupsi tanah di Munjul, Jaktim

NASIONAL | 14 Juni 2021

Ustaz Yusuf Mansur Harap Pemerintah Tinjau Kembali PPN Pendidikan

Yusuf mendukung penuh NU dan Muhammadiyah yang menolak wacana PPN pendidikan.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Polri Terus Lakukan Penindakan terhadap Pungli

Kegiatan pemberantasan pungutan liar dan aksi premanisme masih terus berjalan di seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia.

NASIONAL | 14 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS