Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ustaz Yusuf Mansur Harap Pemerintah Tinjau Kembali PPN Pendidikan

Senin, 14 Juni 2021 | 18:36 WIB
Oleh : Chairul Fikri / IDS

Tangerang, Beritasatu.com - Wacana pemerintah memungut pajak pertambahan nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah menuai polemik. Setelah berbagai pihak termasuk organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menolak tegas, kini giliran Ustaz Yusuf Mansur.

Yusuf berharap pemerintah meninjau ulang pemberlakuan PPN bagi dunia pendidikan. Hal itu disuarakannya melalui akun Instagramnya, @yusufmansurnew .

"NU dan Muhammadiyah udah nolak. Lah kalau 2 lembaga yang lebih gede dari gaban ini udah nolak, masa iya pemerintah dan kementerian terkait jalan terus? Rada ga mungkin. Agaknya, dua lembaga ini harus digedein lebih lagi," tulis Yusuf Mansur.

Pemilik Pesantren Daarul Quran itu itu juga berharap agar kedua organisasi tersebut bisa bersatu untuk menyuarakan hal yang baik terutama untuk bidang pendidikan. Sebab, keduanya juga memiliki lembaga-lembaga pendidikan yang bisa berguna bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Apalagi saat ini selain dunia pendidikan, pemerintah juga berencana memberlakukan PPN pada beberapa sektor lain seperti sembako dan juga dunia kesehatan.

"Ayo, anak-anak Indonesia, masuk ke lembaga pendidikannya NU dan Muhammadiyah. Gedein bener dah. Dan kemudian, berekonomi juga benerbener di kedua lingkungan ini, dengan sebenar-benarnya bersatu. Sekalian gedein betul segede-gedenya. Kita bantu. Misal sakit, ayo ke rumah-rumah sakit NU dan Muhammadiyah juga. Ntar NU dan Muhammadiyah bikin terus ekosistem perjuangan sosial, seni, budaya, dan ekonomi, lebih masif dan lebih menggurita lagi. Sehingga punya daya, power, dan alat tawar yang ciamik banget. Abis itu, jangan ragu masuk ekosistem politik sekalian. Percuma juga jadi kawanan dan sekawanan. Bila ga megang rules. Ga megang kendali," lanjutnya.

Yusuf Mansur juga berharap bangsa Indonesia bisa menggunakan pola pengelolaan dengan berdasarkan ajaran Islam. Dengan pola pengelolaan Islam, Indonesia dipercaya bisa menjadi kekuatan yang besar di dunia.

Apalagi, Indonesia punya dua organisasi NU dan Muhammadiyah yang juga masuk ke semua lini dari mulai ekonomi hingga pendidikan.

"Di industri keuangan, pasar modal, pasar saham, pasar uang, bursa efek, perbankan, pasar digital, kudu ada yg diambil dan diakuisisi bareng nih sama NU dan Muhammadiyah. Ambil 1 yang paling gede, dari masing-masing entiti, masing-masing jenis, jadi owner-nya. Lalu diorkestrasi dan mengorkestrasi dirinya sendiri. Nge-lead bangsa dan negeri ini, asli serem nih. Serem seneng. Serem bahagia.

Sebab warnanya pasti masih tetap sangat nusantara. Masih sangat meng-Indonesia. Teduh, adem, kalem, tenang, damai. Dan kolaboratif dengan stakeholders lain di negeri ini. Sekalian ngawal pemerintahan agar berjalan semakin sesuai dengan napas Proklamasi, Pancasila, dan UUD 1945. Ah, kangen bicara-bicara dengan narasi kebangsaan dan kenegaraan. Nyata sekali, kekuasaan dan kekuatan, ada kaitannya banget dengan seluruh sendi di negeri ini. Saya percaya kekuatan niat baik semua pihak. Insyaallah negeri ini malah bersatu padu semuanya. Tanpa kecuali," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Terus Lakukan Penindakan terhadap Pungli

Kegiatan pemberantasan pungutan liar dan aksi premanisme masih terus berjalan di seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia.

NASIONAL | 14 Juni 2021

KPK Tetapkan Pengusaha Rudi Hartono Iskandar Tersangka Korupsi Tanah Munjul

KPK tetapkan Direktur Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudi Hartono Iskandar sebagai tersangka.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Wamenkumham: Keliru, Anggapan Hidupkan Lagi Pasal Penghinaan Presiden

Anggapan pasal terkait penghinaan Presiden dan Wakil Presiden dalam RKUHP sama dengan menghidupkan kembali pasal yang dimatikan MK adalah keliru

NASIONAL | 14 Juni 2021

JPU Kembali Tegaskan Pelanggaran Protokol Kesehatan Merupakan Perbuatan Pidana

pelanggaran protokol kesehatan merupakan pelanggaran pidana.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Kepala Daerah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Dini

Bahtiar meminta Kesbangpol menjadi mata-telinga kepala daerah untuk mendeteksi hal-hal yang mengganggu urusan pemerintahan umum.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Rachmat Gobel: Aspek Ekonomi Sangat Penting dalam Ketahanan Nasional

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel memaparkan pentingnya aspek ekonomi dalam sistem ketahanan nasional.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Densus Antiteror Cokok 13 Terduga Teroris di Riau

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sebanyak 13 orang terduga teroris di wilayah Riau.

NASIONAL | 14 Juni 2021

Prabowo Buka Konferensi Nasional Sishankamrata Abad 21 di Bogor

Konferensi digelar di Kampus Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (14/6/2021).

NASIONAL | 14 Juni 2021

Polri Sita 6,44 Ton Sabu dan 2,14 Ton Ganja dalam Kurun Waktu 6 Bulan

Polri mencatat telah mengungkap 19.229 kasus peredaran gelap narkotika dalam kurun waktu enam bulan

NASIONAL | 14 Juni 2021

Pencegahan Stunting Menjadi Target Penyuluhan Prioritas

BP3S melalui pusat penyuluhan sosial (Puspensos) akan memaksimalkan SDM yang berada dekat dengan masyarakat dilapangan yaitu melalui penyuluh sosial masyarakat.

NASIONAL | 14 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS