Logo BeritaSatu

Staf Ahli Klaim Tak Tahu Eks Mensos Juliari Minta Fee dari Vendor Bansos

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:12 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kukuh Aribowo, staf ahli mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengeklaim tidak mengetahui ada permintaan dari atasannya itu kepada mantan pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos) Matheus Joko Santoso dan juga Adi Wahyono.

Permintaan itu adalah untuk memungut fee dari vendor pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Hal ini disampaikan Kukuh saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap pengadaan bansos dengan terdakwa Juliari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/6/2021).
"Tidak ada," kata Kukuh.

Kukuh pun membantah pernah menerima uang dari Matheus maupun Adi terkait komitmen fee pengadaan bansos. "Tidak pernah," kata Kukuh.

Meski demikian, Kukuh mengakui pernah menghadap Juliari bersama dengan Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono di ruang kerja menteri.

Dalam kesempatan itu, Kukuh tak membantah Juliari menanyakan soal progres penyaluran bansos. Namun, Kukuh menyebut dalam pertemuan tersebut tak ada target fee yang harus dikumpulkan Matheus Joko dari para vendor.

"Beliau menanyakan progres penyaluran sembako dan percepatannya. (Target pengumpulan fee) tidak ada," kata Kukuh.

Dalam persidangan itu, sejumlah vendor pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek mengaku pernah memberikan uang kepada Matheus Joko Santoso. Para vendor itu, yakni Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik; Direktur PT Global Tri Jaya, Raj Indra Singh; Direktur PT Total Abadi Solusindo Mochamad Iqbal; dan Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mencecar para vendor terkait dugaan pemberian komitmen fee kepada Matheus Joko. Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik yang pernah memberikan uang senilai Rp 150 juta, yang diberikan secara bertahap. "Iya, 3 kali 50 juta," ujar Rocky.

Administrasi
Hal serupa juga diakui oleh Direktur PT Global Tri Jaya, Raj Indra Singh yang mengalami memberikan uang sebesar Rp 100 juta kepada Matheus Joko. Uang itu diminta Matheus Joko untuk membantu administrasi.

"Saat itu saya selesai paket (bansos) ketujuh saya terus diminta beliau (Joko) bantu anak-anak, untuk adminstrasi. Saya serahkan satu kali," kata Raj.

Selain itu, Direktur PT Total Abadi Solusindo, Mochamad Iqbal juga mengakui pernah memberikan uang kepada Matheus Joko dan Adi Wahyono sejumlah Rp 400 juta.

Diketahui, Matheus dan Adi juga merupakan terdakwa dalam perkara ini.

"Saya diminta kontribusi untuk kegiatan di Kemsos pak oleh Adi dan Joko, (mereka) tidak minta Rp 400 juta hanya diminta kontribusi, tidak disebutkan jumlahnya, itu hanya sisa dana pribadi saya yang mulia," kata Iqbal.

Dalam persidangan Senin (7/6/2021) kemarin, Matheus Joko Santoso mengaku diminta Juliari untuk mengumpulkan fee dari para pengusaha penggarap proyek bansos Covid-19 dengan target Rp 35 miliar.

Matheus Joko mengaku tidak mampu mencapai target yang diminta Juliari Batubara sebanyak Rp 35 miliar dari lima tahapan pengadaan bansos corona. Saat itu, Matheus Joko menyatakan baru bisa mengumpulkan Rp 11,2 miliar pada putaran pertama pengadaan bansos corona.

"Jadi target yang belum terpenuhi, itu masih belum tercapai sebanyak kurang lebih Rp 24 miliar lagi, diambil dilihat dari yang Rp 35 miliar," kata Matheus Joko.

Matheus Joko menjelaskan, awal mula munculnya target Rp 35 miliar dari Juliari. Dikatakan, tim teknis Juliari Batubara bernama Kukuh, sempat menyampaikan tabel nama vendor yang wajib menyetorkan fee terkait pengadaan bansos Covid-19 untuk putaran pertama.

"Pada waktu itu Pak Kukuh menyampaikan tabel kepada saya, di situ ada nama vendor, sekitar bulan Juni, yang berlangsung putaran pertama, tahap satu, tiga, lima, dan enam. Tahap enam sudah berlangsung dan mau berakhir," katanya.

Matheus Joko membeberkan dalam tabel yang diserahkan Kukuh, terdapat sebanyak 21 vendor yang wajib menyerahkan fee. Total dari lima tahapan pengadaan bansos pada putaran pertama, Matheus mengatakan diminta untuk dapat mengumpulkan sebanyak Rp 35 miliar.

"Tahap satu targetnya Rp 9,576 miliar. Tahap tiga targetnya Rp 6,4013 miliar. Tahap komunitas targetnya Rp 7,35 miliar. Tahap lima, Rp 6,37 miliar. Tahap enam, Rp 6,843 miliar. Sehingga total target fee-nya adalah sebesar Rp 36,554 miliar," beber Matheus Joko.

"Namun, setelah didiskusikan kita diminta hanya Rp 35 miliar," katanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari P Batubara menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Nasdem Capreskan Anies, Airlangga Sebut Golkar Fokus KIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto angkat bicara soal langkah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024

NEWS | 5 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Mulai Terjun ke Malang

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mulai terjun ke lapangan dalam rangka mengusut tragedi Kanjuruhan

NEWS | 5 Oktober 2022

Pesparani Katolik II Siap Digelar di Kupang

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional II siap digelar di Kupang pada 28 - 31 Oktober 2022 mendatang

NEWS | 5 Oktober 2022

Segera Disidang, Pengacara Harap Bharada E Bisa Bebas

Pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ronny Talapessy mengungkapkan harapannya menjelang persidangan yaitu bisa bebas

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi: MK Pilar Utama Penegakan Keadilan Konstitusional

Jokowi mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan pilar utama dalam menegakkan constitutional justice (keadilan konstitusional)

NEWS | 5 Oktober 2022

Deputi Pencegahan KPK Diadukan ke Dewas, soal Apa?

Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan diadukan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesal Penggugat Tak Hadir, Artis Jessica Iskandar Ngamuk di PN Jaksel

Artis Jessica Iskandar tak bisa membendung kekesalannya kepada penggugatnya, Christopher Steffanus Budianto atau Stefan karena tak hadir di PN Jaksel

NEWS | 5 Oktober 2022

63,8 Juta Orang di Indonesia Terima Vaksinasi Dosis Ketiga

Sebanyak 63.823.506 orang Indonesia dari kelompok masyarakat umum sudah menerima vaksinasi dosis ketiga per hari ini.

NEWS | 5 Oktober 2022

Koperasi MMSI Ajak Anggotanya Wujudkan Transformasi Digital 4.0

Koperasi Maju Makmur Sejahtera Indonesia (MMSI) mengajak anggotanya untuk wujudkan transformasi digital 4.0.

NEWS | 5 Oktober 2022

Jumat, Polisi Panggil Baim Wong dan Paula Verhoeven

Polisi telah mengagendakan pemanggilan terhadap pasangan selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven terkait kasus prank polisi

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Iklan Digital Menjadi Pengubah Ekosistem Industri <em>Startup</em><em></em>

Iklan Digital Menjadi Pengubah Ekosistem Industri Startup

EKONOMI | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings