Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemdikbudristek: Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Kesehatan dan Keselamatan

Senin, 7 Juni 2021 | 20:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi (Kemdikbudristek), menegaskan, pembelajaran tatap muka terbatas tetap mengutamakan prinsip kesehatan dan keselamatan anak. Apalagi, situasi pandemi Covid-19 membuat semua pihak tidak bisa memprediksi kapan pandemi berakhir.

Direktur Sekolah Menengah Atas (SMP) Kemdikbudristek, Mulyatsyah menuturkan, sebagai tanggung jawab dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan, maka Kemdikbudristek harus mencari solusi yang terbaik berdasarkan kajian untuk menentukan kebijakan selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Kebijakan-kebijakan yang disampaikan Mendikbudristek berdasarkan kajian-kajian bersama tidak ujuk-ujuk tanpa mempertimbangkan aspek segala macam. Aspek pertama adalah aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan. Itu menjadi rujukan utama,” kata Mulyatsyah pada diskusi publik bertajuk “Kelayakan PTM Terbatas di Tahun Ajaran 2021/2022” Senin (7/6/2021).

Mulyatsyah menyebutkan, dari penerapan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang sudah diterapkan sejak Maret 2020, dilakukan kajian pada Desember 2020 untuk penyesuaian. Disebutkan, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan syarat-syarat tertentu, baik itu pada zona hijau dan kuning.

Sementara untuk zona oranye dan merah tetap belajar dari rumah.

“Dari tahap-tahap ini tentu kita melihat perkembangan-perkembangan di mana terjadi fluktuasi dari pandemi Covid-19 ini,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Mulyatsyah, pada Januari - Juni 2021 ini dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kemdikbudristek ditemukan beberapa dampak dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh terhadap peserta didik.

Pertama, ada penambahan angka putus sekolah karena mereka harus membantu orang tua di rumah.

“Karena ada asumsi dan anggapan bahwa belajar itu bagi masyarakat kita di sekolah saja, padahal sesungguhnya belajar itu bisa di mana saja. Ini adalah paradigma yang memang terjadi di masyarakat sehingga anak-anak kadang-kadang harus waktu belajar di rumah, mereka juga harus ikut membantu ekonomi orang tua,” jelasnya.

Kedua, terjadi penurunan capaian pembelajaran atau kesenjangan pembelajaran. Mulyatsyah menyebutkan, fakta ini menjadi permasalahan bersama karena terkait masa depan anak bangsa.

“Tentu kita harus cari solusinya bagaimana untuk memperkecil risiko ini. Jangan sampai terjadi loss learning yang berkepanjangan,” ucapnya.

Ketiga, terjadi kekerasan pada anak, serta dampak sosial dan psikologis anak selama pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, berdasarkan hasil kajian tersebut, kata Mulyatsyah, Kemdikbudristek ingin menyempurnakan PTM dengan kebijakan PTM terbatas. Pasalnya, saat ini ada 30% sekolah menyelenggarakan PTM terbatas.

Ia menegaskan, PTM yang dimaksud tidak akan sama dengan selama era normal karena terjadi pembatasan-pembatasan. Selain itu, ada pula daftar periksa yang mesti dikroscek untuk divalidasi oleh Dinas Pendidikan sebagai penanggung jawab pengelola pendidikan di tingkat daerah.

“Begitu diusulkan oleh kepala sekolah, maka ini betul-betul diperiksa kelayakan sekolah untuk dibuka,” ucapnya.

Selain itu, perlu peran orang tua, Mulyatsyah menyebutkan, orang tua sangat berkepentingan karena ketika anak-anak masih ragu dan belum bisa menaati protokol kesehatan sepenuhnya maka peran orang tua di rumah sangat penting.

“Inilah kolaborasi kita bersama-sama tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat,” ucapnya.

Mulyatsyah mengatakan, kebijakan PTM terbatas ini akan disesuaikan dengan segala kejadian yang akan terjadi termasuk adanya temuannya kasus.

“Jadi opsi pembelajaran tatap muka adalah memberikan pilihan kepada anak-anak. Kalau dulu hanya PJJ saja sekarang memberikan opsi. Inilah yang kita harapkan agar para guru memiliki pemahaman yang sama. Ini kesempatan kita berjuang bersama- sama,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ganggu Pembangunan, Polri Berupaya Optimal Tangani Teror KKB

Mabes Polri menegaskan, bakal berupaya optimal menangani gangguan teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua

NASIONAL | 7 Juni 2021

Mabes Polri: Terduga Teroris Merauke Terkait dengan Jaringan Makassar

Dikatakan Rusdi, tidak hanya saling berkomunikasi melalui jaringan media sosial, namun kelompok terduga teroris Merauke dengan Makassar pernah bertemu.

NASIONAL | 7 Juni 2021

Kunjungan Kerja ke Surabaya Wajib Tunjukkan Hasil Usap PCR

"Ini dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya," kata Eri Cahyadi.

NASIONAL | 7 Juni 2021

MA Perberat Hukuman Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

MA memperberat hukuman mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang merupakan terdakwa perkara suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR

NASIONAL | 7 Juni 2021

Puluhan Pengendara Motor di Bangkalan Reaktif Covid-19

Tim memberhentikan kendaraan baik roda dua dan roda empat yang melintas dari Bangkalan menuju Surabaya untuk diperiksa.

NASIONAL | 7 Juni 2021

Positivity Rate Lebih dari 5%, FSGI Minta Pemda Tunda Sekolah Tatap Muka

Sebab, kekebalan kelompok belum terbentuk di sekolah ketika guru divaksin. Kemudian, peserta didik belum divaksin mengingat vaksin anak belum ada.

NASIONAL | 7 Juni 2021

FSGI Sarankan Sekolah Tatap Muka Diterapkan Bertahap

Heru menyebutkan, sebagian besar sekolah di sejumlah daerah tidak memiliki protokol kesehatan atau standard operating procedure (SOP).

NASIONAL | 7 Juni 2021

Temui Muslimat NU, Puan Berikan Al-Qur’an dan Sosialisasi Pentingnya Protokol Kesehatan

Ketua DPR Puan Maharani menemui warga Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

NASIONAL | 7 Juni 2021

Miliaran Rupiah Fee Bansos Diduga Mengalir ke Dirjen hingga Sekjen Kemsos

Matheus Joko Santoso mengungkap aliran uang dari para vendor penggarap proyek bansos Covid-19 kepada sejumlah pejabat di Kemsos

NASIONAL | 7 Juni 2021

23 Warga Madura Positif Covid-19 Dikarantina di RSLI Surabaya

Sejumlah 23 warga Madura tersebut merupakan hasil tes cepat antigen yang dilakukan di saat penyekatan di akses masuk Kota Surabaya di kawasan Jembatan Suramadu.

NASIONAL | 7 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS