Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Wanaartha, Kerugian Investasi Perusahaan Asuransi Bukan Tanggung Jawab Nasabah

Kamis, 27 Mei 2021 | 13:44 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang keberatan Nasabah PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha) yang aset-asetnya
turut terseret di dalam kasus Jiwasraya telah memasuki pembuktian dan telah mendengarkan beberapa keterangan ahli yang dihadirkan dalam persidangan hari ini 27 May 2021.

Kisruh dengan nasabah Wanaartha ini bermula semenjak Wanaartha menyatakan tidak bisa membayar kewajibannya kepada para nasabah pemegang polis dengan alasan aset-asetnya disita oleh Kejaksaan Agung RI dalam kasus Jiwasraya sejak Februari 2020.

Parulian Sipahutar, Ketua Forum Nasabah Wanaartha Bersatu (Forsawa Bersatu) dan juga perwakilan nasabah yang tergabung dalam Swanaartha mengatakan, “Hari ini kami mengharapkan agar pendapat ahli yang dihadirkan dapat memberikan gambaran yang baik dan seharusnya sesuai dengan peraturan dan regulasi yang berlaku di dalam dunia asuransi dan pasar modal. Kami mengharapkan keterangan saksi dapat menggerakkan majelis hakim untuk memutuskan yang baik, benar dan seharusnya yaitu berpihak kepada nasabah Wanaartha yang tidak tahu menahu akan kisruh yang terjadi di Jiwasraya namun dipaksakan untuk menanggung kerugian yang disebabkan oleh Jiwasraya."

Ada kurang lebih 46 nasabah Swanaartha dengan jumlah kurang lebih Rp 40 milliar yang tidak bisa dicairkan, sementara masih banyak nasabah lainnya yang juga telah menempuh jalan keberatan yang sama.

Diketahui hari ini Nasabah Swanaartha sebagai pihak yang berkeberatan menghadirkan Lily Widjaja, seorang mediator BAPMI (Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia) yang juga pernah dan sedang menjabat beberapa posisi penting, di antaranya sebagai Direktur Eksekutif APEI (Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia), dana beberapa posisi penting lainnya di BEI, KSEI dan KPEI.

Dalam keterangannya, Lily mengatakan, “sebagai perusahaan asuransi, wajar bilamana Wanaartha melakukan investasi-investasi dalam berbagai bentuk, termasuk instrumen pasar modal. Selalu ada risiko dalam investasi, namun kerugian yang dapat terjadi tidak dapat dibebankan kepada nasabah, apalagi bila hal tersebut merupakan disinyalir tindakan melawan hukum."

Sebelumnya dalam persidangan Forsawa Bersatu di 23 Maret 2021, ahli Irvan Raharjo yang dikenal sebagai ahli dalam bidang asuransi menyatakan, “Penyitaan yang dilakukan oleh Kejaksaan seharusnya dilakukan oleh OJK sebagai institusi yang menaungi industri keuangan. Selain itu, OJK yang berwenang pun seharusnya adalah OJK bidang IKNB (Industri Keuangan Non-Bank) dan bukanlah OJK Pasar Modal sebagaimana yang telah dilakukan, secara faktanya OJK bidang IKNB tidak mengetahui tindakan tersebut, dan seharusnya keputusan yang dilakukan harus secara kolektif kolegial”.

“Saya juga sangat menyayangkan dampak yang terjadi bagi para pemegang polis Wanaartha yang turut terbawa-bawa dalam kasus ini, seharusnya dana premi yang ada di dalam perusahaan asuransi seperti Wanaartha tidak bisa disita, dikarenakan pemegang polis sudah melakukan pembayaran premi kepada perusahaan asuransi dan kemudian dicatat sebagai penerimaan premi, tidak bisa serta-merta kemudian dana tersebut menjadi aset milik Wanaartha dan kemudian bisa disita”.

Bilamana perusahaan asuransi bersalah, seharusnya sanksi ataupun penalti yang dikenakan adalah dari OJK sebagai lembaga yang berwenang dan mengawasi perusahaan asuransi dan bukan lembaga lainnya.

Selain ahli, nasabah Swanaartha juga menghadirkan Ibu Theresia Nimasayu Arrianne, seorang agen asuransi Wanaartha semenjak tahun 2015. Dijelaskan berdasarkan pemberitahuan dari Wanaartha semenjak 20 Februari 2020, Wanaartha tidak lagi membayarkan nilai manfaat dan pencairan pokok polis nasabah dikarenakan asetnya disita Kejaksaan Agung.

Sebagai agen, Nimas menyatakan tidak tahu menahu mengenai strategi Investasi dari Wanaartha. Para nasabah dan juga
agen sama sekali tidak mengetahui akan investasi-investasi yang dilakukan, yang diketahui adalah nasabah membeli produk asuransi Wal Invest dan Wana Saving Plus dengan nilai manfaat tetap. Oleh karena itu sangatlah aneh dan tidak adil bila nasabah harus menanggung akibat penyitaan dalam kasus Jiwasraya.

Parulian menambahkan “Sudah lebih dari 15 bulan sejak kami para pemegang polis tidak bisa mencairkan pokok dan juga manfaat dari polis kami, management Wanaartha juga terkesan pasif dan tidak berdaya terhadap penyitaan ini, sedangkan kami para pemegang polis menderita, banyak yang sudah lansia, pensiunan yang bergantung dari polis-polis asuransi ini. Bahkan ada yang sampai sakit dan meninggal dan belum bisa dibayarkan."

"Sangat mengenaskan dan tidak berperikeadilan. Saya dan seluruh pemegang polis lainnya mengharapkan dalam Sidang Keberatan ini akhirnya Majelis Hakim dapat melihat ketulusan pemegang polis bahwa kami bukanlah nominee dari terdakwa Jiwasraya, dan dana kami agar dikembalikan segera, Wanaartha adalah perusahaan asuransi yang diawasi oleh OJK, namun sejak Februari 2020 para pemegang polis tidak bisa mendapatkan manfaat dan juga pencairan pokok polis karena management mengatakan dananya disita oleh Kejagung. Kami melihat dan mendengar kesaksian dari ahli hari ini dan kami optimis bahwa keadilan akan ditegakkan,” tambahnya lagi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Jawa Barat Ekspor Ubi Jalar ke Pasar Singapura

Ekspor perdana ubi jalar asal Jabar tersebut dilakukan oleh PT Bona Vista Hikmah di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

NASIONAL | 17 September 2021

Pakar: Vonis Gugatan Polusi Udara Jakarta, Bukan Solusi Perbaiki Lingkungan

Vonis lima pejabat negara bersalah atas polusi udara di Ibu Kota Jakarta, bukan suatu solusi untuk memperbaiki lingkungan agar menjadi lebih baik lagi

NASIONAL | 17 September 2021

Keberagaman di Indonesia Anugerah dari Tuhan

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi dan perbedaan ini harus dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang patut dijaga

NASIONAL | 17 September 2021

BNN Hadiri Pertemuan Internasional Asod

Delegasi yang mewakili pemerintah Indonesia pada pertemuan tersebut, antara lain dari BNN RI yaitu Deputi idang Hukum dan Kerja Sama beserta Direktur Kerja Sama

NASIONAL | 17 September 2021

Nadiem Ajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

Menteri Nadiem mengajak BEM untuk berkolaborasi mensukseskan program Merdeka Belajar.

NASIONAL | 17 September 2021

Tenggelam di Perairan Nusakambangan, Kapal Kemkumham Angkut 2 Truk Proyek

Kapal Pengayoman IV milik Kemkumham yang tenggelam di perairan Nusakambangan mengangkut dua truk proyek untuk membangun proyek jalan Kempupera

NASIONAL | 17 September 2021

Presiden Jokowi Diminta Tidak Intervensi Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Aliansi Masyarakat Pecinta KPK meminta kepada Presiden Jokowi agar tidak melakukan intervensi terhadap segelintir pegawai KPK yang tidak lolos TWK.

NASIONAL | 17 September 2021

Kemtan Dukung Perluasan Akses Pasar Internasional Ekspor Buah

Indonesia sejak lama dikenal sebagai pemasok buah segar ke pasar mancanegara.

NASIONAL | 17 September 2021

MSIG‌ ‌Indonesia‌ ‌Dukung‌ ‌Pendidikan‌ ‌Anak‌ ‌SD di‌ ‌Paliyan ‌Yogyakarta‌

MSIG memberikan donasi 6.000 buku edukasi‌ ‌protokol‌ ‌kesehatan‌ ‌Covid-19‌ ‌pada‌ ‌anak‌ ‌kepada‌ ‌12‌ ‌sekolah‌ ‌di‌ ‌Paliyan,‌ ‌Yogyakarta.

NASIONAL | 17 September 2021

Oktober, UGM Akan Gelar PTM Terbatas

UGM berencana menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada pertengahan Oktober 2021.

NASIONAL | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

NASIONAL | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings