Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wujudkan Ketahanan Pangan, Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Belajar dari Nabi Yusuf

Senin, 3 Mei 2021 | 19:02 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak semua pihak belajar dari pengalaman Nabi Yusuf AS dalam mengelola ketahanan pangan untuk menghadapi masa paceklik selama 7 tahun di Mesir. Kala itu, Nabi Yusuf memberikan masukan kepada Raja Mesir melalui perencanaan strategis untuk membangun ketahanan pangan yang kuat.

Misalnya dengan produksi massal gandum, manajemen stok pangan, dan membudayakan hidup hemat dalam mengkonsumsi makanan.

“Menjadi kewajiban pemerintah untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya. Namun kondisi riil, kewajiban itu berhadapan dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun,” kata Ma'ruf dalam seminar bertema “Pangan Nasional untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa dan Amaliah Ramadan” di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Ma'ruf menuturkan, jumlah penduduk Indonesia hasil sensus penduduk pada 2020 sebesar 270,20 juta jiwa. Pada 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 319 juta jiwa.

Di satu sisi, menurut Ma'ruf, jumlah penduduk semakin meningkat. Namun, di sisi lain, luas lahan pertanian sebagai media untuk memproduksi pangan semakin berkurang. Alih fungsi lahan, bahkan menjadi ancaman yang serius bagi ekosistem pertanian di Indonesia.

Data Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menunjukkan bahwa luas lahan baku sawah menurun dari 7,75 juta hektare pada 2013 menjadi 7,46 juta hektare pada 2019.

Sementara itu, luas panen menurut perhitungan BPS dengan menggunakan metode kerangka sampel area (KSA) menurun dari 11,38 juta hektare pada 2018 menjadi 10,68 juta hektare pada 2019. Angka ini menurun lagi menjadi 10,66 juta hektare pada 2020. Mengamati perkembangan ini, menurut Ma'ruf, maka rata-rata sawah hanya ditanami sebanyak 1,4 kali.

Ma'ruf menyatakan walaupun luas panen pada 2020 menurun dibanding 2019, tetapi produksi padi mengalami sedikit kenaikan, yakni dari 54,60 juta ton menjadi 54,65 juta ton pada 2020.

“Hal ini disebabkan adanya kenaikan produktivitas di sejumlah provinsi. Data ini menunjukkan, jika diolah dengan tepat, lahan pertanian yang terbatas dapat ditingkatkan produktivitasnya,” ucap Ma'ruf.

Akan tetapi tetap saja Ma'ruf mengingatkan bahwa berubahnya fungsi lahan sawah akan membawa dampak yang sangat luas. Misalnya antara lain menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan, kemiskinan petani, dan kerusakan ekologi di pedesaan.

Ma'ruf mengatakan perlu perencanaan strategis untuk membangun ketahanan pangan yang kuat. Hal itu juga dilakukan pemerintah Indonesia saat ini. Di tengah perubahan cuaca yang berimplikasi terhadap perubahan musim serta ancaman alih fungsi lahan sawah, menurut Ma'ruf, pemerintah senantiasa berupaya keras agar dapat mencukupi kebutuhan pangan sendiri.

Misalnya melalui kegiatan perluasan lahan dengan membangun food estate, meningkatkan produktivitas, membangun bendungan dan saluran irigasi, dan menyediakan benih unggul. Selain itu juga pemerintah juga meluncurkan program untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat keluarga, antara lain Lumbung Pangan Masyarakat, Pengembangan Pertanian Keluarga (Family Farming), Pekarangan Pangan Lestari, dan Pekarangan Pangan Lestari Stunting.

“Keluarga sebagai komunitas masyarakat terkecil di masyarakat memegang peranan penting dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan keluarga adalah tingkatan dari suatu keluarga yang mampu menyediakan bahan makanan yang cukup, aman, dan bergizi dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari untuk hidup aktif dan sehat,” kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan berdasarkan survei Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) pada akhir 2020 tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap ketahanan pangan keluarga, didapatkan data bahwa sebagian besar rumah tangga responden (64%), berada dalam kategori tahan pangan (food secure). Sisanya adalah kelompok rentan yang berada dalam kategori rawan pangan, yaitu rawan pangan tanpa kelaparan (28,84%), rawan pangan kelaparan moderat (10,14%), dan rawan pangan kelaparan akut (1,95%).

Terhadap kelompok rentan ini yang bekerja di sektor informal dan berpendapatan tidak tetap serta kelompok rumah tangga miskin, Ma'ruf menyatakan, pemerintah telah melakukan program jaring pengaman sosial selama masa pandemi Covid-19.

Pada 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 230,21 triliun, sedangkan pada 2021 untuk bidang perlindungan sosial memiliki alokasi Rp 110,2 triliun.

Dari survey P2E LIPI tersebut, kata Ma'ruf, diketahui juga bahwa ketidaktahanan pangan dalam keluarga tidak selalu identik dengan kemiskinan, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang pangan dan gizi, perilaku dan pola konsumsi pangan, serta pilihan diet masing-masing orang.

“Keluarga yang sejahtera tidak lepas dari hadirnya anak yang sehat lahir dan batin, anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Di sinilah Ibu memegang peranan penting untuk mewujudkannya, terutama melalui pemenuhan gizi di 1.000 hari awal kehidupannya,” kata Ma'ruf.

“Asupan gizi yang baik tersebut antara lain dapat dipenuhi dengan memanfaatkan lahan pekarangan, atau jika tidak punya pekarangan dapat menggunakan pot atau media tanam yang cocok untuk lahan sempit, untuk ditanami sayur-sayuran, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah-buahan, dan sumber makanan nabati lainnya. Kegiatan tersebut selain dapat menghemat belanja keluarga, juga dapat memenuhi asupan gizi keluarganya dengan hasil tanaman sendiri,” demikian Ma'ruf.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Kronologi Satai Sianida yang Tewaskan Anak Ojek Daring

Seorang ojek online didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi satai ayam, satu berisi snack.

NASIONAL | 3 Mei 2021

Pemda Diminta Maksimalkan Usul Formasi Guru PPPK

Pemerintah daerah diminta memaksimalkan usul formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

NASIONAL | 3 Mei 2021

Dalam 4 Bulan, KY Rekomendasikan Sanksi terhadap 48 Hakim

Komisi Yudisial (KY) menjatuhkan sanksi kepada 48 hakim yang didominasi sanksi ringan karena terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)

NASIONAL | 3 Mei 2021

Pegawai Kementerian Sosial Akui Terima Uang dari Terdakwa Suap Bansos

Iskandar Zulkarnaen, mengakui menerima uang sebesar Rp 165 juta dari mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos Matheus Joko Santoso.

NASIONAL | 3 Mei 2021

Dalam 4 Bulan, KY Terima 494 Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

KY terima 494 laporan masyarakat dan 359 surat tembusan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) selama kuartal 1 2021.

NASIONAL | 3 Mei 2021

Larangan Mudik, Polri Siapkan 333 Sekat

333 titik penyekatan telah disiapkan dan tersebar sepanjang wlayah dari Lampung hingga Bali.

NASIONAL | 3 Mei 2021

Pegawai Kemsos Akui Kerap ke Karaoke Raia Bersama Terdakwa Suap Bansos

Tim Teknis Pengadaan Bansos Penanganan Covid-19 Robin Saputra mengakui pernah pergi ke Raia Karaoke bersama Matheus Joko Santoso.

NASIONAL | 3 Mei 2021

Universitas Brawijaya Siap Gelar Kuliah Tatap Muka

Universitas Brawijaya memberikan batasan dengan mengijinkan sebanyak 25 persen mahasiswa yang bisa mengikuti kegiatan tatap muka.

NASIONAL | 3 Mei 2021

Kapal Api Grup Donasikan Rp 1 Miliar untuk Keluarga Awak KRI Nanggala 402

PT Kapal Api Global dan PT Indadi Setia menyerahkan donasi Rp 1 miliar kepada keluarga 53 awak KRI Nanggala 402.

NASIONAL | 3 Mei 2021

KPK Soroti Kuota Importasi Pangan

Masalah importasi pangan khususnya Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI) menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi.

NASIONAL | 3 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS