Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Rekayasa Laporan Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

Mantan Direksi AISA Tolak Tuduhan, Mengaku Dikriminalisasi

Minggu, 2 Mei 2021 | 23:19 WIB
Oleh : Fajar Widhiyanto / FW

Jakarta - Sidang tindak pidana pasar modal yang melibatkan mantan direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) kembali digelar pada Rabu pekan lalu. Perkara yang bermula dari temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pelanggaran Undang-Undang (UU) No. 8/1995 ini menyeret mantan Direksi AISA, Joko Mogoginta dan Budhi Istanto Suwito.

Hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar menunggu keduanya jika Jaksa berhasil membuktikan dakwaannya.

Namun dalam persidangan Rabu pekan lalu (28/4), kedua terdakwa menolak dipersalahkan. Joko bahkan menganggap dirinya dikriminalisasi. Keduanya menuding kesalahan ini adalah akibat ulah Koordinator Keuangan dan Auditor RSM yang tidak teliti terhadap laporan keuangan 2017.

Mengetahui kedua terdakwa terus meghindar, majelis hakim bahkan sampai harus mengingatkan keduanya untuk jujur dan tidak menyalahkan orang lain.

“Kadang aneh, ada perusahaan yang berbuat salah namun yang disalahkan adalah satpam,” kata Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti menganalogikan sikap Joko dan Budhi selama persidangan yang mencoba mengelak dari dari tanggung jawab.

Jaksa Leonard S Simalango, selaku Penuntut Umum bahkan sampai harus menunjukkan bukti berupa Statement Letter yang ditandatangani oleh kedua terdakwa dalam laporan keuangan.

“Saudara mengerti apa arti kalimat yang ditandatangani ini? Apakah ini tanda tangan saudara?”
Keduanya tidak menampik, mereka mengerti apa yang tertulis dalam Statement Letter dan membenarkan bahwa tanda tangan yang tertera adalah milik keduanya.

Namun, Joko berdalih bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang keuangan atau pengetahuan tentang laporan keuangan, termasuk Budhi. Berbeda ketika kuasa hukumnya bertanya, Budhi tidak menampik bahwa ia mengetahui mengenai pencatatan dan penyusunan laporan keuangan.

Sebelumnya, OJK bahkan mengungkapkan bukti-bukti pelanggaran keduanya pada sidang awal Maret 2021 lalu. Menurut Edi Broto Suwarno selaku Direktur Pemeriksaan Pasar Modal OJK kala itu, kedua terdakwa dengan sengaja menuliskan enam perusahaan afiliasi sebagai pihak ketiga dalam laporan keuangan AISA tahun 2017.

“Bukti permulaan kedua terdakwa dalam pasal 107 UU 8/1995 tentang Pasar Modal karena unsur menipu dan menyembunyikan informasi,” kata Edi Broto.

Sekedar Informasi, nama Joko dan Budi juga disebut dalam Laporan atas Investigasi Berbasis Fakta hasil penelusuran dari PT Ernst & Young Indonesia (EY). Ditemukan terdapat dugaan aliran dana sebesar Rp1,78 triliun dengan berbagai skema dari Grup TPSF kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan Joko dan Budhi, antara lain dengan menggunakan pencairan pinjaman Grup TPSF dari beberapa bank, pencairan deposito berjangka, transfer dana di rekening Bank, dan pembiayaan beban Pihak Terafiliasi oleh Grup TPSF.

Selain itu, dalam laporan keuangan tahun 2017 yang disusun oleh manajemen AISA yang kala itu dipimpin oleh Joko Mogoginta, tidak ditemukan adanya pengungkapan (disclosure) secara memadai kepada para pemangku kepentingan (stake holders) yang relevan.

Deni R. Tama, selaku pihak yang menelusuri bahkan sempat dihadirkan Jaksa dalam persidangan Februari 2021 silam untuk menjelaskan temuannya ini di hadapan hakim.

Pakar Hukum dari UNS, Yudho Taruno Muryanto yang pernah dihadirkan sebagai saksi ahli dalam persidangan menyebut manipulasi Laporan Keuangan ini merupakan tindak penipuan pasar modal. Ini sesuai dengan pasal 90, dan 93 UU 8/1995 tentang Pasar Modal. Tindakan manipulasi tersebut dinilai Yudho memberikan kerugian pada investor dan pelaku pasar.

“Karena dapat membuat kondisi perusahaan terlihat baik yang kemudian berakibat pada keputusan para investor untuk melakukan transaksi (saham),” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Misi Terakhir KRI Nanggala-402 dalam Kesunyian Abadi

Saat ada arus bawah laut yang deras, kapal terasa lebih berat, namun dapat diatasi salah satunya dengan mengembuskan tangki tahan tekan dengan emergency blow.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Jokowi Berbagi Cerita kepada Nadiem tentang Karakternya Saat Masih Pelajar

Jokowi berbagi cerita tentang karakternya sebagai pelajar dulu yang manfaatnya dirasakan hingga sekarang kepada Nadiem Anwar Makarim.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Jokowi Harapkan Indonesia Bisa Wujudkan Pendidikan Inklusif yang Berkualitas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kemajuan pendidikan yang ingin dilihat adalah pendidikan untuk semua.

NASIONAL | 2 Mei 2021

BMKG Jelaskan Potensi Pertumbuhan Siklon Tropis di Wilayah Indonesia

BMKG mencatat bahwa sejak tahun 2008 terdapat 11 siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Buktikan Pengurus Partai Ummat Mayoritas Mantan PAN, Gerindra dan PBB, Waketum: Ini Data Tak Bisa Dibantah

Agung Mozin, menyatakan pihaknya menyebut banyak kader partai politik (Parpol) lain yang memilih bergabung ke pihaknya.

NASIONAL | 2 Mei 2021

62 Desa di Probolinggo Gelar Pilkades Serentak

Perhelatan pesta demokrasi tingkat desa itu diramaikan oleh 215 orang calon kepala desa.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Presiden Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Harus Dilakukan dengan Prokes Ketat

Presiden Joko Widodo menegaskan, pembelajaran tatap muka (PTM) akan diterapkan secara terbatas harus menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Nadiem: Semboyan Ki Hajar Dewantara Bisa Digunakan untuk Analogi Sekolah

Nadiem Anwar Makarim mengatakan, filosofi dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang hingga kini melekat adalah Merdeka Belajar.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Anak Korban KRI Nanggala 402 Terima Santunan dari Mensos

Saat ini, istri almarhum adalah seorang guru honorer Bahasa Inggris di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Jatisrono.

NASIONAL | 2 Mei 2021

ACT Salurkan Santunan untuk Keluarga Awak KRI Nanggala 402

Khofifah mengapresiasi perhatian ACT dan Global Wakaf yang menyalurkan bantuan kepada keluarga awak KRI Naggala 402.

NASIONAL | 2 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS