Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Keuskupan Timika Berharap Ada Jalan Keluar Penyelesaian Konflik Bersenjata di Papua

Minggu, 2 Mei 2021 | 18:54 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Timika di Papua meminta kepada pemerintah Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) untuk dapat menahan diri dan melakukan gencatan senjata serta bersama-sama mencari jalan keluar penyelesaian konflik bersenjata.

"Pemerintah Joko Widodo dan pimpinan keamanan agar mengevaluasi pendekatan penyelesaian konfik di Papua yang selama ini digunakan. Karena sudah cukup lama pendekatan yang sama digunakan dan sampai hari ini, konflik dan kekerasan tidak selesai bahkan terkesan lebih buruk dari sebelumnya," kata Aministrator Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuayo di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Pastor Marthen juga menyerukan kepada pimpinan pemerintah dan agama di seluruh tingkatan agar tetap menjadi pembina yang baik dan bijaksana untuk terus berupaya membina warganya menjadi lebih baik, bisa berkembang dan bukan sebaliknya, yakni berupaya untuk menjadikannya menjadi lebih buruk dan menderita.

Ia menjelaskan, kekerasan bersenjata sudah lama terjadi di Papua. Tahun 2018 kekerasan tersebut menguat setelah peristiwa kekerasan terhadap pekerja jembatan di Kabupaten Nduga. Kekerasan yang sama terus berlanjut termasuk yang terjadi di sepanjang April 2021 di Kabupaten Puncak.

"Sampai hari ini perkembangan situasi di Papua seperti di Nduga dan secara khusus di Kabupatan Intan Jaya dan Puncak menjadi tidak menentu, akibat konflik antara aparat keamanan di satu pihak dan TPNPB-OPM di lain pihak," ujarnya.

Sebagai akibat dari konflik tersebut telah jatuh banyak korban, baik dari pihak aparat keamanan gabungan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dan juga masyarakat sipil. Atas kondisi itu, Keuskupan Timika pun menyatakan keprihatinannya.

"Kami sebagai pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Timika, yang mana wilayah pelayanan kami meliputi wilayah-wilayah yang selama ini banyak terjadi konflik, seperti Kabupaten Puncak dan Intan Jaya, sangat prihatin atas peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini dan juga terutama pada minggu-minggu terkahir," ungkapnya.

Saat ini, menurutnya, banyak umat dan masyarakat sipil (asli Papua dan non-Papua) terkena dampak dari konflik yang terjadi. Masyarakat ketakutan dan pergi meninggalkan rumah, pekerjaan dan pergi meninggalkan kampung halamannya. Terlebih sebagaian dari mereka juga telah menjadi korban keganasan baik oleh pihak keamanan gabungan (TNI-Polri) maupun oleh pihak TPNPB-OPM.

"Situasi di wilayah pelayanan kami, sungguh-sungguh buruk. Perlu adanya upaya bersama, menemukan langkah-langkah yang tepat dan bijaksana untuk mengembalikan situasi agar menjadi normal kembali," harapnya.

Label Teroris

Keuskupan Katolik Timika juga menyatakan kesedihannya atas keinginan pemerintah yang memerintahkan aparat keamanan untuk menangani konflik di Papua. Perintah tersebut diyakini akan berdampak lebih buruk.

"Karena sebelum ada perintah langsung dari presiden dan penetapan KKB (kelompok kriminal bersenjata) sebagai teroris, sudah banyak sekali korban dari pihak masyarakat sipil, ditembak mati karena disangka, dikira dan ternyata salah tembak," ujarnya.

Pastor Marthen mencontohkan, terjadinya pembunuhan tiga orang di RSUD Kabupaten Intan Jaya, sebulan yang lalu. Contoh lain, seorang gila bernama Kuligi Mirip ditembak mati di Dugusiga, Intan Jaya oleh aparat keamanan gabungan (TNI-Polri) dan diberitakan sebagai anggota KKB.

Saat ini, yang perlu dilakukan adalah melakukan identifikasi kelompok KKB secara benar dan serius agar tidak mengorbankan masyarakat sipil. Jangan malah memberikan label teroris kepada KKB.

"Karena pertama, dengan label teroris ruang demokrasi yang selama ini mati suri akan benar-benar mati di Tanah Papua. Kedua, Papua Tanah Damai yang selama ini diperjuangkan oleh pimpinan agama-agama dan masyarakat di Tanah Papua akan ternoda," ucapnya.

Dirinya meyakini, sebelum menetapkan KKB sebagai teroris, ada serangkaian kejadian beruntun yang patut diduga adanya sebuah skenario. Yakni seperti penembakan seorang pedagang, pembakaran pesawat MAF, penembakan seorang anak sekolah, penembakan guru, pembakaran sekolah, penembakan seorang ojek, penembakan kepala BIN Papua dan terakhir penebakan tiga prajurit.

"Pemerintah dan pimpinan keamanan, agar bisa secara terbuka memberitahukan siapa sebenarnya KKB. Karena sampai saat ini identitas KKB masih samar dan menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah KKB itu sekelompok milisi? Atau apakah KKB itu bukan TPNPB-OPM yang ingin memisahkan diri dari Indonesia? Atau mungkin sebuah kelompok yang lain sama sekali," ujarnya mempertanyakan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

‎BPTJ: Penumpang AKAP Meningkat Sejak April di 4 Terminal

Keempat terminal tersebut adalah Terminal Jatijajar Depok, Terimal Baranangsiang Bogor, Terminal Poris Plawad Tangerang dan Terminal Pondok Cabe Tangsel.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Bupati Asmat: Momentum 51 Tahun Papua dalam NKRI Patut Disyukuri

"Mari bergandengan tangan membangun Papua agar rakyat makin sejahtera," Elisa Kambu.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Pengamat: Densus 88 Bisa Tangkap Simpatisan KKB di Luar Papua

Densus 88 bisa menangkap siapa saja yang sudah bergabung dengan KKB atau pendukung KKB, seperti Veronica Koman.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Polres Purwakarta Jaga Lokasi Penyekatan 24 jam

Penjagaan di pos penyekatan tersebut akan dilakukan selama 24 jam agar tidak ada masyarakat yang lolos mudik.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Gibran Kembalikan Uang Pungli kepada Warga Gajahan

Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka langsung mendatangi masyarakat pemilik toko di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon terkait pungli

NASIONAL | 2 Mei 2021

Jokowi: Makna Hardiknas Adalah Semangat Ki Hajar Dewantara

Presiden Joko Widodo (Jokowi ) mengatakan, makna Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah semangat Ki Hajar Dewantara.

NASIONAL | 2 Mei 2021

KAI Palembang Tidak Jual Tiket KA Jarak Jauh pada 6-17 Mei

Masyarakat hanya dapat mengakses penjualan tiket kereta api sampai dengan 5 Mei 2021. KAI bakal kembali menjual tiket pada 18 Mei 2021.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Satlantas Polres Cirebon Meminta Puluhan Kendaraan Pemudik Balik Arah

Saat ini sudah mulai dilakukan pra-pengetatan, sehingga semua kendaraan berpelat nomor luar daerah sudah tidak diperkenankan lagi melintas di Kota Cirebon.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Jelang Lebaran, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara untuk Tolak Gratifikasi

KPK mengingatkan penyelenggara negara dan pegawai negeri untuk menolak gratifikasi terkait perayaan Hari Raya Idulfitri 2021.

NASIONAL | 2 Mei 2021

Kapolda: Belum Ada Penambahan Pasukan ke Papua

Saya selaku Kapolda Papua belum menerima penyampaian dari pimpinan soal itu.

NASIONAL | 2 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS