Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Di Depan Pemimpin Dunia Jokowi Ungkap Prestasi Indonesia Turunkan 82% Kebakaran Hutan

Jumat, 23 April 2021 | 13:49 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepada 40 pemimpin dunia termasuk Presiden Amerika Joe Biden, Presiden Jokowi menunjukkan upaya nyata Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim. Salah satunya adalah keberhasilan Indonesia menurunkan tingkat kebakaran hutan hingga 82 persen.

"Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas,” kata Jokowi saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim atau Leaders Summit on Climate secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/4/2021).

Keberhasilan lain yang disebut Jokowi adalah penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut yang mencapai 66 juta hektare.

“Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare, lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia," Jokowi menambahkan.

Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir.

Saat mendapat kesempatan bicara dalam KTT, Jokowi mengawalinya dengan ucapan terima kasih kepada Joe Biden. Nama terakhir ini adalah tuan rumah sekaligus pengundang.

KTT Leaders Summit on Climate dibuka secara resmi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris. Konferensi ini diikuti oleh 41 kepala negara, kepala pemerintahan, dan ketua organisasi internasional.

Selain Jokowi, pemimpin dunia yang diundang adalah President RRT Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Israel Benjamin Netanyahu, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Inggris Boris Johnson, PM Spanyol Pedro Sánchez, PM Norwegia Erna Solberg, Presiden Polandia Andrzej Duda, PM Italia Mario Draghi, PM Denmark Mette Frederiksen, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Dari kawasan Asia, PM Jepang Yoshihide Suga, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM India Narendra Modi, Presiden Korsel Moon Jae In, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi, Presiden UEA Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Vietnam Nguyen Phú Trọng, PM Bangladesh Sheikh Hasina, PM Bhutan Lotay Tshering,

Dari benua Afrika, Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, PM Jamaika Andrew Holness, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Presiden Gabon Ali Bongo Ondimba, dan Presiden Kongo Félix Tshisekedi.

Dari benua Amerika ada Presiden Argentina Alberto Fernandez, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Chile Sebastián Piñera, Presiden Kolombia Iván Duque Marquez, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, PM Antigua dan Barbuda Gaston Browne.

Juga PM Australia Scott Morrison, PM Selandia Baru Jacinda Ardern, dan Presiden Marshall Islands David Kabua.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata.

Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim adalah kepentingan nasional Indonesia.

Jokowi mengajak para pemimpin untuk memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik.

Menurutnya, Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.

Indonesia juga menyambut baik penyelenggaraan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim ke-26 di Inggris untuk hasil yang implementatif dan seimbang.

Indonesia juga menyambut baik target sejumlah negara menuju net zero emission tahun 2050. Namun, agar kredibel, komitmen tersebut harus dijalankan berdasarkan pemenuhan komitmen NDC tahun 2030.

"Negara berkembang akan melakukan ambisi serupa jika komitmen negara maju kredibel disertai dukungan riil. Dukungan dan pemenuhan komitmen negara-negara maju sangat diperlukan," ujar Jokowi.

Untuk mencapai target Persetujuan Paris dan agenda bersama berikutnya, Presiden Jokowi memandang bahwa kemitraan global harus diperkuat. Kesepahaman dan strategi perlu dibangun di dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow.

Indonesia sendiri sedang mempercepat pilot percontohan net zero emission. Antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi yang terbesar di dunia.

"Kami sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620.000 hektare sampai 2024, terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai empat kali lipat dibanding hutan tropis. Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi, termasuk investasi untuk transisi energi," kata Jokowi.

Selain itu, peluang besar juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, dan kendaraan listrik. Presiden Jokowi menegaskan bahwa presidensi Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan Pasifik. Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan perdagangan dengan berdalih isu lingkungan," kata Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar Sepakat Dakwaan KPK Harus Berdasarkan Fakta Hukum

Wajar bagi KPK untuk tidak memasukkan nama-nama tersebut di dakwaan, karena penegakan hukum harus didasarkan fakta hukum.

NASIONAL | 23 April 2021

Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 Siap Digelar

Festival Jalur Rempah akan disiapkan ke 13 titik utama penting yang bakal dimulai pada 17 Agustus dan berakhir di Surabaya pada 28 Oktober mendatang.

NASIONAL | 23 April 2021

Penyidik KPK Terima Suap, Firli: Stepanus Raih Skor Tinggi Saat Rekrutmen

Hasil tesnya menunjukkan sebagai berikut potensi di atas rata-rata di atas 100% yaitu diangka 111,41%. Hasil tes kompetensi di atas 91,89%.

NASIONAL | 23 April 2021

Pertamina Hulu Energi Bersihkan Tumpahan Minyak di Perairan Karawang

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah melakukan perbaikan pipa bocor sehingga dapat dipastikan tidak ada lagi tebaran minyak.

NASIONAL | 23 April 2021

Pengadilan Singapura Bebaskan Daryati dari Hukuman Mati

Dengan alasan keadaan keluarga dan keinginan untuk segera pulang, Daryati nekat membunuh majikan perempuan dan melukai suami majikan.

NASIONAL | 23 April 2021

Kota Bogor Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Kota Pusaka Indonesia

Kota Bogor ditunjuk sebagai tuan tumah dari Jaringan Kota Pusaka.

NASIONAL | 23 April 2021

BI NTB Siapkan Uang Tunai Rp 2,54 T untuk Kebutuhan Ramadan-Idulfitri

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah mempersiapkan kebutuhan uang rupiah sebesar Rp 2,54 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri.

NASIONAL | 23 April 2021

Kapuspen: KRI Rimau Deteksi Titik Magnet Kuat di Perairan Utara Bali

"Wilayahnya masih 65 mil dari perairan utara Bali," kata kapuspen TNI saat jumpa pers.

NASIONAL | 23 April 2021

Bantu Cari KRI Nanggala, Kementerian ESDM Kirim Teknisi dan Peralatan

Kementerian ESDM mengirimkan dua teknisi dari P3GL untuk membantu mencari KRI Nanggala.

NASIONAL | 23 April 2021

Basarnas Datangkan ROV untuk Pencarian KRI Nanggala 402

Informasi yang kami terima, pesawat yang mengangkut alat ROV saat ini sudah tiba di Bandara Banyuwangi.

NASIONAL | 23 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS