Logo BeritaSatu

Kesetaraan Gender di Sektor Pertambangan Emas Skala Kecil Patut Didukung

Rabu, 21 April 2021 | 21:16 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian negara. Namun, masih banyak masalah dan juga tantangan yang dihadapi sektor tersebut. Selain masalah kerusakan lingkungan karena masih digunakannya merkuri, ada juga masalah ketidakadilan gender.

Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, saat ini jumlah perempuan yang terlibat di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil hampir 30% dari total jumlah tenaga kerja di PESK yang ada di Indonesia.

“Fakta lainnya, perempuan yang ada di sektor PESK itu bukan hanya di sektor pelayanan tetapi juga terlibat sebagai pelaku usaha di lapangan. Dalam praktiknya, beban berat yang dipikul perempuan di sektor PESK sama beratnya dengan pekerja laki-laki. Karena itu, KLHK bersama BPPT dan juga UNDP mendukung agar terciptanya kesetaraan gender di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil,” kata Rosa dalam kata sambutan di acara webinar “Perempuan Berdaya, Kunci Kesejahteraan Komunitas Penambang” yang digelar Katadata, Rabu (21/4/2021).

Rosa Vivien menambahkan, Indonesia sudah meratifikasi Konvensi Minamata yang salah satu tujuannya mengurangi pemakaian merkuri di sektor PESK. Namun, konvensi tersebut juga membahas tentang isu gender di sektor PESK.

“KLHK mendukung pengarusutamaan gender, strategi serta pemberdayaan perempuan di sektor PESK. Ini perlu agar semua lapisan masyarakat terlibat dalam proses pembangunan dan juga pemberdayaan. Hari ini adalah Hari Kartini dan saya ingin semangat Ibu Kartini dapat mendorong kemajuan kelompok perempuan yang tangguh, seperti ibu-ibu penambang disini” kata Rosa.

National Project Manager Gold Ismia, Baiq Dewi Krisnayanti dalam paparannya sebagai pembicara webinar mengatakan, perempuan sebagai salah satu pelaku dalan rantai pertambangan masih belum tercatat sebagai pelaku usaha di sektor PESK.

Masalah utama perempuan yang terlibat dalam pertambangan emas skala kecil adalah masih rendahnya akses perempuan kepada sumber daya dan risiko terpapar langsung merkuri. Kata Dewi, perempuan termasuk kelompok paling rentan terpapar merkuri dibandingkan penambang laki-laki.

“Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk penambang perempuan? Mari kita kembangkan potensi perempuan sebagai sumber daya produktif untuk berkontribusi di sektor PESK. Akses perempuan terhadap informasi, keterampilan dan teknologi menjadi salah satu penyebab kurangnya kesadaran kritis perempuan terhadap kondisi termasuk ketimpangan yang terjadi pada diri dan sekitarnya,” kata Dewi.

Senior Management Advisor for the Environment Unit UNDP Indonesia, Agus Prabowo mengungkapkan, UNDP Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta BPPT untuk meningkatkan kesetaraan gender di sektor PESK.

“Kolaborasi itu terjadi di proyek Gold Ismia di segala aspek. Contohnya pembentukan koperasi yang di dalamnya banyak perempuan, pengenalan alat baru yang lebih ramah lingkungan yang tidak menggunakan merkuri serta akses terhadap jasa layanan keuangan juga harus sensitif gender,” ujar Agus.

Kata Agus, usaha dalam rangka mendorong kesetaraan gender tidak bisa berhenti karena harus terus dilakukan secara terus-menerus agar semua hasil pembangunan dapat dirasakan merata dan berkeadilan gender.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kuasa Hukum Edhy Prabowo Sebut Penambahan Kuota Benur untuk Tambah Pemasukan Negara

Menurut Soesilo, penambahan kuota menjadi 418 juta ekspor benih lobster atau benur yang dilakukan Edhy Prabowo untuk menambah pemasukan negara.

NASIONAL | 21 April 2021

KPK Selidiki Dugaan Penyidik Peras Wali Kota Tanjungbalai

Diketahui, beredar informasi adanya dugaan penyidik KPK memeras Wali Kota Tanjungbalai dengan meminta uang hampir Rp 1,5 miliar.

NASIONAL | 21 April 2021

Berubah Jadi Universitas, UNM Kembangkan 4 Prodi Baru

UNM akan menyediakan kurikulum yang sesuai kebutuhan dunia industri berbasis teknologi informasi dan ekonomi bisnis.

NASIONAL | 21 April 2021

Perempuan Masa Kini Punya Kesempatan Eksplorasi Ilmu Pengetahuan

Penelitian vaksin Merah Putih berawal dari pengembangan vaksin Hepatitis B.

NASIONAL | 21 April 2021

Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Penyidik KPK Ditangkap

Selanjutnya penyidikan kasus tersebut akan dilakukan oleh KPK, tetapi tetap berkoordinasi dengan Propam Polri.

NASIONAL | 21 April 2021

Yenny Wahid Apresiasi Komitmen dan Respons Cepat Nadiem Makarim soal Kamus Sejarah

Nadiem menegaskan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa, termasuk KH Hasyim Asy’ari.

NASIONAL | 21 April 2021

Regulasi Pemerintah Penting untuk Dukung Perdagangan Karbon di Indonesia

Landasan peraturan menjadi sangat penting agar perdagangan karbon dapat memberikan keuntungan maksimal bagi negara.

NASIONAL | 21 April 2021

Dakwaan Juliari: Cita Citata Terima Rp 150 Juta, Hotma Sitompoel Rp 3 Miliar

Jaksa KPK membeberkan pihak-pihak yang turut kecipratan aliran uang dari kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.

NASIONAL | 21 April 2021

Kemhan Monitor Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

Kemhan terus memonitor pencarian kapal selam KRI Nanggala – 402 dari jajaran Armada II Surabaya yang hilang kontak saat melaksanakan latihan penembakan senjata

NASIONAL | 21 April 2021

Angkie Yudistia: Mindset Terhadap Disabilitas Harus Diubah

Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia ada 38 juta jiwa.

NASIONAL | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS