Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Dua Syarat yang Harus Dipenuhi Pengusaha Start-up

Selasa, 20 April 2021 | 15:07 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Ada dua syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pemilik perusahaan rintisan atau start-up, yakni pertama barang atau jasa yang dihasilkannya harus dapat digunakan berulang (repeatable) oleh para pengguna (user), dan yang kedua adalah produk atau jasa tersebut bisa diekspansi ke manapun (expandable).

Hal tersebut mengemuka dalam acara dialog interaktif online, Sociopreneur Discussion Series yang dipandu Nadia Hasna Humaira – seorang ambassador dari Padusi.id – pada Senin (19/4), dengan narasumber Direktur Investasi Shinta VR, Antovany Reza Pahlevi (Reza) – yang juga seorang technopreneur bisnis di mana kini tengah membidani lahirnya sejumlah proyek start-up dan transformasi digital.

Konsep start-up seperti ini yang membedakannya dengan eksistensi enterprise (perusahaan). Walaupun tidak dimungkiri, start-up yang memiliki sistem kerja yang sudah terstruktur, pada akhirnya juga akan berkembang menjadi enterprise. Namun mereka juga tidak akan meninggalkan elemen utama start-up, yaitu sifat bisnisnya berupa produk atau jasa yang dapat diulang.

Reza – yang memiliki pandangan hidup bahwa nilai (value), kebaikan (kindness) itu bersifat superpower dan muda – punya spirit khusus untuk terus menjaga isu-isu di sekitarnya, berpandangan, bahwa enterprise pasti sudah jelas proses bisnisnya. Ini artinya, jika suatu enterprise menjual produk komputer ataupun laptop maupun telepon selular, misalnya maka produk yang dijual adalah tetap jenis produk yang sama, hanya berbeda nomor serialnya. Oleh karena itu income-nya diperoleh dari produk yang dihasilkan perusahaan.

Bedanya dengan start-up, maka pada enterprise ada yang memiliki divisi riset dan pengembangan produk sehingga mereka harus terus berpikir dan berinovasi menciptakan produk-produk baru pada periode tertentu.

"Mereka yang bergerak sebagai perusahaan start-up, harus selalu berpikir menciptakan jalur income baru. Mereka akan terus mencari dan menguji coba ide bisnisnya, sampai kemudian menjadi produk yang established (mapan). Itu sebabnya kebanyakan pengusaha start-up tidak takut gagal, namun akan terus berupaya supaya bisnisnya survive (bertahan)," kata Reza dalam siaran pers, Selasa (20/4).

Sebaliknya, lanjut dia, di sejumlah perusahaan, apabila produk yang dihasilkan pada akhirnya gagal atau tidak laku lagi sesuai perkembangan zaman dan selera pasar maka produk tersebut harus dihentikan produksinya.

Harus diakui, tambah Reza, bahwa bisnis yang agile adalah usaha bisnis yang tangkas. Agile merupakan satu jenis framework (kerangka kerja) yang juga digunakan di dalam proyek start-up manajemen. “Dengan agile framework, maka pelaku bisnis start-up akan terus mencari, karena mereka merasa belum sempurna, sehingga usahanya akan terus-menerus disempurnakan," ujarnya.

Ibaratnya seperti update software di laptop, baik dengan perangkat iOS atau pun menggunakan aplikasi playstore. adakalanya sistem meminta dilakukannya update data. Itu sebabnya bisnis start-up secara terus-menerus meng-update dirinya, sambil secara berkala mencari update terbaru.

Membangun Movement

Disampaikan oleh Reza dalam dialog interaktif itu, bahwa dirinya saat ini juga menangani enam perusahaan rintisan yang sedang berjalan. Salah satunya adalah “Pantoera” yang digagas oleh anak-anak muda yang bermukim di wilayah Pantai Utara Jawa – Pantura.

Alasan Reza menggandeng dan mengoptimalisasi bakat anak-anak muda digital natives (yang lahir sebagai generasi digital) di sekitar wilayah domisilinya Kabupaten Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, karena anak-anak muda itu memiliki peluang bergerak lebih cepat, lebih gesit, dan lebih paham banyak hal yang lebih bagus di era sekarang dibanding era sebelumnya.

Sebelum "Pantoera" menjadi start-up, lanjut Reza, anak-anak muda di sepanjang pantai utara Jawa itu minder, tidak mudah terbuka (speak up). Padahal sebenarnya mereka memiliki bakat yang cukup kuat, namun selama ini terpendam begitu saja. Ini terbukti saat diminta menampilkan eksistensinya melalui media sosial TikTok dan berpose di Instagram (IG), keahlian mereka mulai terlihat, tetapi belum mampu diekspresikan kepada audiens yang tepat dan berpotensi.

"Ide dasar lahirnya perusahaan start-up Pantoera, kami membangunnya sebagai satu wadah bagi anak muda, sehingga mereka juga dapat mempelajari keahlian digital dan sektor-sektor yang termasuk dalam bidang ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menanggapi ide Reza tersebut, Nadia berharap bahwa gagasan membangun satu movement, seperti "Pantoera" juga dapat diduplikasi di wilayahnya berasal yakni Kabupaten Bogor, Jawa Barat sampai ke daerah lain di Indonesia. Semisal, jika dikembangkan ke Kalimantan maka nama gerakannya adalah "Borneo", dan apabila di Sumatera mungkin namanya adalah "Sumatrans".

"Dengan lapang dada dan tangan terbuka, kami pemuda dan pemudi di Kabupaten Bogor mengharapkan adanya sentuhan dan coaching yang lebih mengena, sehingga potensi anak muda di sini, akan lebih terlihat dan juga mampu menghasilkan benefit, baik yang sifatnya komersial maupun non komersial," ungkap dia.

Ditambahkan oleh Nadia, dengan menggandeng anak-anak muda setempat di daerah asalnya, mereka tidak perlu mencari pembuktian (validasi) ke sejumlah kota besar di Indonesia. "Dengan berkembangnya teknologi digital saat ini, para pemuda tidak perlu lagi merantau ke kota yang lebih besar untuk memperoleh tingkat penghidupan yang lebih memadai, bahkan mereka bisa menjadi diri sendiri secara lebih optimal di daerah asalnya," katanya.

Merawat Keresahan

Menurut Reza, ide untuk menjadikan kisah atau narasi di balik bisnis start-up satu perusahaan, sejatinya selalu dimulai dengan keresahan yang terjadi pada diri sendiri.

"Anak muda itu harus senantiasa merawat keresahan dirinya sendiri, sehingga dari situ akan ada proses mengalami keresahan berpikir. Dari proses berpikir ini akan muncul berbagai ide, sehingga dari berbagai ide tersebut, pada akhirnya akan muncul yang dinamakan validasi ide. Sampai akhirnya perusahaan start-up tersebut akan mampu mengalahkan kekuatan perusahaan (enterprise), bahkan yang besar mampu bertumbuh menjadi perusahaan kelas unicorn. Mereka secara telaten terus merawat keresahan itu sampai jadi penyemangat mereka menyelesaikan masalah yang lebih besar," ungkapnya.

Reza mengaku bahwa di awal, ia adalah sosok yang sulit berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain, tapi akhirnya dia senang bercerita dan menjadikan narasi sebagai dasar utama dalam mengembangkan literasi bisnis start-up.

Salah satu metodologi yang menjadi acuan adalah lean method. Metode ini mengajarkan, untuk memulai bisnis awal tidak memerlukan sumber yang banyak sebagai modal dasar, melainkan perlu mencari di mana masalahnya, lantas perlu mengadakan atau mencari solusi, baik dalam bentuk produk maupun jasa sebagai hasil akhir, atau apapun yang dapat menyelesaikan masalahnya.

"Begitu masalah sudah terpecahkan maka tinggal men-scale-up usaha tersebut, seraya melihat indikator berapa kasus yang dapat dipecahkan dalam satu bulan, misalnya. Jika pada bulan pertama hanya selesai satu kasus, maka bulan berikutnya ditingkatkan menjadi 10 sampai 100 kasus yang dapat diselesaikan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengusaha Maya Miranda Ambarsari Bangun Masjid Megah di Bengkulu

Masjid Khalifah itu disebut menjadi salah satu masjid termegah dan terindah di Kota Bengkulu yang berdiri di atas lahan SMP dengan arsitektur modern.

NASIONAL | 20 April 2021

Joseph Paul Zhang Dipastikan Masih Berstatus WNI

Hal ini diketahui setelah penyidik melakukan koordinasi dengan atase Polri di Berlin, Jerman di mana tidak ada data pelaku telah berganti warganegara.

NASIONAL | 20 April 2021

Skenario Net Zero Emission Hasilkan Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tinggi

Skenario net zero emission dikatakan Suharso dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang.

NASIONAL | 20 April 2021

Orang Indonesia Hanya Kekurangan Bahan Bacaan, bukan Malas Membaca

Rasio buku dengan jumlah penduduk belum mencapai satu buku per orang/tahun (0,098).

NASIONAL | 20 April 2021

KPK Dalami Pengakuan Wali Kota Cimahi Diperas Rp 1 Miliar Sebelum OTT

Uang itu diperlukan untuk meredam OTT KPK.

NASIONAL | 20 April 2021

BMKG: Siklon Surigae Masih Sangat Kuat Pengaruhnya bagi Indonesia

Salah satunya, cuaca ekstrem akan terjadi di beberapa wilayah Tanah Air.

NASIONAL | 20 April 2021

Indonesia Sudah Siapkan Negosiator Perubahan Iklim Berkualitas

Sudah saatnya Indonesia menyampaikan apa yang sudah dilakukan dan mengajak dunia untuk melakukan hal yang sama.

NASIONAL | 20 April 2021

Bupati Jembrana Fokus Tangani Pandemi dan Pulihkan Ekonomi

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyatakan bahwa saat ini yang menjadi salah satu fokus kerjanya usai dilantik adalah penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi

NASIONAL | 20 April 2021

Kasus Korupsi Proyek Citra Satelit, KPK Periksa Dirut dan Komisaris PT Bhumi Prasaja

Selain para petinggi PT Bhumi Prasaja, KPK juga memanggil Direktur PT EDP Media, Eddie Cendana. Dia juga akan diperiksa untuk tersangka Lissa Rumi.

NASIONAL | 20 April 2021

Moeldoko Tak Tahu Soal Menteri Inisial M yang Akan Dicopot Jokowi

Menurutnya, hanya Jokowi yang mengetahui menteri yang akan terkena perombakan kabinet tersebut.

NASIONAL | 20 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS