Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Orang Indonesia Hanya Kekurangan Bahan Bacaan, bukan Malas Membaca

Selasa, 20 April 2021 | 14:13 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Berbagai survei yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, sudah berkali-kali dibantah. Pasalnya, keberadaan Perahu Pustaka, Kuda Pustaka, Becak Pustaka, Angkot Pustaka, Mobil Pustaka, dan fasilitas bacaan lainnya, selalu disambut antusias oleh masyarakat. Kondisi ini terlihat nyata di beberapa wilayah perbatasan negara, dimana bisa dipastikan tidak ada bahan bacaan.

"Jika ada yang bilang ini era digital yang tak perlu buku, itu hanya berlaku untuk masyarakat di perkotaan saja,” kata Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, dalam talkshow "Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial" yang digelar virtual, Selasa (20/4/2021).

Syarif Bando menegaskan, masyarakat Indonesia hanya kekurangan bahan bacaan, bukan malas membaca. Penduduk Indonesia berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) kurang lebih 270 juta jiwa, sementara jumlah bahan bacaan yang Perpusnas data di semua jenis perpustakaan umum (bukan di sekolah, perguruan tinggi, atau di rumah) adalah 22 juta.

"Artinya, rasio buku dengan total penduduk belum mencapai satu buku per orang/tahun (0,098). Sedangkan, di benua Eropa dan Amerika rata-rata sanggup menghasilkan 20-30 buku per orang setiap tahun. Angka ini cukup menguatkan bahwa orang Indonesia bukan malas membaca, tapi ketersediaan buku yang kurang,” tegasnya.

Syarif Bando menjelaskan, anak-anak tidak membaca buku karena berbagai faktor. Pertama, akses ke buku cukup sulit. Kedua, yakni bukunya jelek-jelek.

"Jadi bukan salah orang Indonesia-nya yang malas membaca, tapi salahkan bukunya yang kebanyakan tidak menarik, bahkan sebagian merusak imajinasi anak,” jelasnya.

Menurut Syarif Bando, akibat buku terbitan dalam negeri kurang menarik, anak-anak di banyak daerah menjadi gandrung dengan buku-buku terbitan atau terjemahan dari luar negeri, dengan tampilan yang lebih memikat. Banyak anak-anak di daerah yang lebih tahu soal hewan-hewan di belahan bumi lain ketimbang hewan-hewan di lingkungannya, karena mereka kekurangan suplai buku asli terbitan dalam negeri.

"Anak-anak lebih fasih berbicara tentang beruang kutub atau dinosaurus, ketimbang tentang kuda Sumba karena banyak dijumpai di buku-buku terjemahan. Tapi kalau tentang kuda Sumba atau tentang elang Jawa, harusnya ditulis oleh orang Indonesia sendiri yang lebih menarik,” tambahnya.

Syarif Bando kembali menyampaikan, penguatan literasi dari sisi hulu, yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Perpusnas. Sayangnya, pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam mencipkatan buku dalam jumlah yang banyak.

"Untuk menutupi kekurangan bahan bacaan yang bisa menjangkau hingga ke seluruh wilayah pelosok, Perpusnas sudah memiliki aplikasi iPusnas, yang diakui sebagai satu-satunya perpustakaan di dunia yang memilikinya. Aplikasi digital ini bisa diakses dari Android maupun IOS, dengan koleksi ribuan judul buku yang bisa dibaca secara bebas," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Dalami Pengakuan Wali Kota Cimahi Diperas Rp 1 Miliar Sebelum OTT

Uang itu diperlukan untuk meredam OTT KPK.

NASIONAL | 20 April 2021

BMKG: Siklon Surigae Masih Sangat Kuat Pengaruhnya bagi Indonesia

Salah satunya, cuaca ekstrem akan terjadi di beberapa wilayah Tanah Air.

NASIONAL | 20 April 2021

Indonesia Sudah Siapkan Negosiator Perubahan Iklim Berkualitas

Sudah saatnya Indonesia menyampaikan apa yang sudah dilakukan dan mengajak dunia untuk melakukan hal yang sama.

NASIONAL | 20 April 2021

Bupati Jembrana Fokus Tangani Pandemi dan Pulihkan Ekonomi

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyatakan bahwa saat ini yang menjadi salah satu fokus kerjanya usai dilantik adalah penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi

NASIONAL | 20 April 2021

Kasus Korupsi Proyek Citra Satelit, KPK Periksa Dirut dan Komisaris PT Bhumi Prasaja

Selain para petinggi PT Bhumi Prasaja, KPK juga memanggil Direktur PT EDP Media, Eddie Cendana. Dia juga akan diperiksa untuk tersangka Lissa Rumi.

NASIONAL | 20 April 2021

Moeldoko Tak Tahu Soal Menteri Inisial M yang Akan Dicopot Jokowi

Menurutnya, hanya Jokowi yang mengetahui menteri yang akan terkena perombakan kabinet tersebut.

NASIONAL | 20 April 2021

ICW: Tuntutan 4 Tahun Penyuap Eks Mensos Melukai Hati Masyarakat

Kurnia menilai rendahnya tuntutan jaksa kepada dua penyuap Juliari lantaran adanya masalah mendasar yakni ketentuan di UU Tipikor.

NASIONAL | 20 April 2021

Uni Eropa Salurkan Bantuan Senilai 200.000 Euro untuk Korban Topan Seroja

“Dengan bantuan ini, Uni Eropa menyatakan solidaritasnya dengan Indonesia atas banyaknya warga yang terkena dampak Topan Seroja," kata Dubes UE Vincent Piket.

NASIONAL | 20 April 2021

Kubu KLB Deli Serdang Tak Hadir, Sidang Gugatan AD/ART Partai Demokrat Ditunda

Majelis Hakim meminta kubu Moeldoko maupun tim kuasa hukumnya untuk hadir dalam persidangan berikutnya pada Selasa (27/4/2021) mendatang.

NASIONAL | 20 April 2021

Joseph Paul Zhang Resmi Tersangka, Jadi DPO dan Dikejar

“Sudah (tersangka), kemarin," kata Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

NASIONAL | 20 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS