Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (0)   |   COMPOSITE 5963 (12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1394 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (0)   |   IDX30 472 (0)   |   IDX80 128 (0)   |   IDXBASIC 1239 (6)   |   IDXBUMN20 360 (0)   |   IDXCYCLIC 737 (2)   |   IDXENERGY 746 (-6)   |   IDXESGL 129 (0)   |   IDXFINANCE 1324 (4)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1286 (-9)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 958 (5)   |   IDXINFRA 869 (-1)   |   IDXMESBUMN 102 (0)   |   IDXNONCYC 738 (1)   |   IDXPROPERT 882 (-5)   |   IDXQ30 136 (0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 333 (-0)   |   IDXTECHNO 3164 (165)   |   IDXTRANS 1044 (-7)   |   IDXV30 126 (0)   |   INFOBANK15 955 (2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (0)   |   ISSI 176 (0)   |   JII 579 (-0)   |   JII70 205 (0)   |   KOMPAS100 1132 (2)   |   LQ45 888 (0)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (0)   |   PEFINDO25 295 (-0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 293 (0)   |   SRI-KEHATI 341 (0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan

Sabtu, 17 April 2021 | 02:30 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com – Perawat RS Siloam Palembang, Christina Ramauli Simatupang (28), melaporkan JT atas dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai Pasal 351 Ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara.

Pasal 351 KUHP Ayat 1 berbunyi, penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Dalam berkas laporan polisi yang diperoleh Beritasatu.com menyebutkan, tindak pidana atau pasal yang dikenakan pada kejadian penganiayaan terhadap perawat tersebut adalah UU No 1/1946 KUHP Pasal 351 Ayat 1.

Christina melaporkan kejadian penganiayaan atas dirinya ke Polrestabes Palembang Jumat (16/4/2021) pukul 16.50 WIB.

Seperti diberitakan, Christina adalah perawat RS Siloam Palembang. Sedangkan JT adalah ayah dari seorang anak yang menjadi pasien di RS tersebut.

Menurut penuturan Nursing Development & Clinical Operations Division Head RS Siloam Sriwijaya, Benedikta Betty Bawaningtyas, pelepasan infus terhadap anak JT sudah sesuai prosedur, yakni menggunakan kapas alkohol dan selanjutnya diplester.

Namun, mungkin lantaran pasien masih berusia dua tahun dan sangat aktif, di bekas infus keluar darah karena plester terlepas.

Hal itu membuat ibu pasien panik dan berteriak. Perawat langsung merespons dengan menangani pasien dengan mengganti kapas.

Akan tetapi, tampaknya ibu pasien tidak terima dengan peristiwa tersebut dan mengadukan kepada suami (ayah pasien).

Setibanya di rumah sakit sekitar dua jam setelah peristiwa, sang ayah langsung mencari perawat yang menangani anaknya.

Dengan didampingi kepala ruangan, Christina datang ke ruang pasien bermaksud menjelaskan duduk persoalan peristiwa yang terjadi.

Dalam berkas laporan kepolisian Christina itu dituliskan uraian singat kejadian.

Awalnya JT menyuruh Christina datang ke tempat kejadian perkara, yakni kamar 6026 di mana anak JT dirawat.

Christina memenuhinya dan datang bersama dua rekannya kerjanya. Salah satunya adalah Choiriyah yang dalam laporan itu bertindak sebagai saksi.

Setelah ketiga perawat datang menemui JT, Choiriyah dan satu rekan Christina disuruh meninggalkan Christina. Namun Choiriyah dan satu rekan perawat tidak bersedia meninggalkan Christina sendirian.

Lantas JT menanyakan kepada Christina bagaimana cara Christina melepaskan selang infus di tangan anaknya.

Ketika Christina hendak menjawab, JT langsung memukul mukanya. Pukulan mengenai muka kiri Christina.

Choiriyah menolong Christina dengan cara berdiri di depan Christina.

Namun TJ mendekat ke arah Choiriyah dan Christina dan dari arah depan memukul menggunakan tangan kanan ke arah muka Christina.

Seorang petugas keamanan yang melihat lalu melerai dengan cara memeluk JT.

Sementara itu, Choiriah pergi meminta bantuan orang lain. Ketika Choiriah kembali ke kamar 6026, ia melihat Christina berlutut di depan JT. Lalu JT menendang perut korban.

Melihat hal itu, Choiriyah melerai dan berusaha membawa korban keluar kamar. Terjadilh tarik menarik antara JT dan Choiriyah.

JT mencegah dengan menjambak rambut Christina.

Choiriyah berhasil membawa keluar Christina setelah datang lagi seorang yang melerai kejadian tersebut.

Rekan-rekan kerja Christina membawanya ke ruang emergency untuk dirawat.

Akibat kejadian tersebut Christina mengalami memar di bagian mata kiri dan bengkak di bibir serta merasa sakit di bagian perut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Dilaporkan ke Polisi

Pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dilaporkan ke polisi, Kamis (16/4/2020).

NASIONAL | 17 April 2021

Reformasi Birokrasi, ASN Diberi Ruang Berkarier di Seluruh Daerah

Akmal Malik memastikan proses reformasi birokrasi di tingkat pemda tak hanya fokus pada perampingan eselonisasi.

NASIONAL | 16 April 2021

PA GMNI Dukung Usulan Merevisi PP 57/2021

PA GMNI mendukung usulan untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

NASIONAL | 16 April 2021

BMKG: Waspadai Cuaca Akhir Pekan Ini

BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi di 24 wilayah di Tanah Air pada akhir pekan.

NASIONAL | 16 April 2021

Institut Sarinah: Pancasila Harus Jadi Landasan Hukum dalam Revisi PP 57/2021

Institut Sarinah mengusulkan agar Pancasila dimasukkan ke dalam landasan hukum revisi PP 57/2021.

NASIONAL | 16 April 2021

Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien, DPR: Harus Diusut Tuntas

Rahmad Handoyo menyesalkan peristiwa penganiayaan terhadap perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Palembang.

NASIONAL | 16 April 2021

Indonesia Komitmen Lindungi 6 Situs UNESCO Global Geopark

Indonesia berkomitmen untuk melindungi dan melestarikan situs global geopark yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

NASIONAL | 16 April 2021

KPK Persilakan Masyarakat Laporkan Dugaan Jual Beli Jabatan di Kemdes PDTT

KPK hingga kini belum menerima laporan terkait adanya dugaan praktik jual beli jabatan di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

NASIONAL | 16 April 2021

Siloam Hospitals Minta Kepolisian Tindak Tegas Penganiaya Perawat

Korban sudah melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

NASIONAL | 16 April 2021

Vaksin Longcom Anhui Masuk Uji Klinis Fase Ketiga

Kepala BPOM mengapresiasi keikutsertaan RS Immanuel yang bekerja sama dengan UNPAD dalam hal uji klinis vaksin Longcom Anhui dalam rangka menyukseskan program percepatan penyediaan vaksin di Indonesia

NASIONAL | 16 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS