Jokowi Ungkap Alasan Larangan Mudik, Ini Penjelasannya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (0)   |   COMPOSITE 5963 (12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1394 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (0)   |   IDX30 472 (0)   |   IDX80 128 (0)   |   IDXBASIC 1239 (6)   |   IDXBUMN20 360 (0)   |   IDXCYCLIC 737 (2)   |   IDXENERGY 746 (-6)   |   IDXESGL 129 (0)   |   IDXFINANCE 1324 (4)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1286 (-9)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 958 (5)   |   IDXINFRA 869 (-1)   |   IDXMESBUMN 102 (0)   |   IDXNONCYC 738 (1)   |   IDXPROPERT 882 (-5)   |   IDXQ30 136 (0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 333 (-0)   |   IDXTECHNO 3164 (165)   |   IDXTRANS 1044 (-7)   |   IDXV30 126 (0)   |   INFOBANK15 955 (2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (0)   |   ISSI 176 (0)   |   JII 579 (-0)   |   JII70 205 (0)   |   KOMPAS100 1132 (2)   |   LQ45 888 (0)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (0)   |   PEFINDO25 295 (-0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 293 (0)   |   SRI-KEHATI 341 (0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jokowi Ungkap Alasan Larangan Mudik, Ini Penjelasannya

Jumat, 16 April 2021 | 17:35 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah diambil setelah melalui berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah pengalaman kenaikan kasus empat kali libur panjang.

Kebijakan larangan mudik ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 tidak lebih meluas lagi.

“Ramadan tahun ini, adalah ramadan kedua di tengah Covid-19. Kita harus tetap mencegah penyebaran wabah Covid-19 untuk tidak lebih luas lagi,” kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4/2021).

Karena itu, lanjut Jokowi, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada Lebaran tahun ini.

“Keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan karena pada tahun lalu terjadi tren kenaikan kasus setelah empat kali libur panjang,” ujar Jokowi.

Pertama, pada saat libur Hari Idulfitri tahun 2020. Terjadi kenaikan kasus harian hingga 93% dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66%.

“Kenaikan Covid-19 kedua, terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020. Dimana mengakibatkan terjadi kenaikan sampai 119% dan tingkat kematian mingguan meningkat hingga 57%,” ungkap Jokowi.

Ketiga, terjadi saat libur panjang 28 Oktober sampai 1 November 2020 yang menyebabkan terjadi kenaikan kasus Covid-19 sampai 95% dan kenaikan tingkat kematian mingguan sampai 75%.

“Dan terakhir, keempat terjadi kenaikan saat libur akhir tahun pada 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021, yang mengakibatkan kenaikan jumlah kasus mencapai harian 78% dan kenaikan tingkat kematian mingguan sampai 46%,” terang Jokowi.

Pertimbangan lainnya, sambung Kepala Negara, pemerintah bersama masyarakat harus menjaga tren menurunnya kasus aktif di Indonesia dalam 2 bulan ini, yakni menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021 dibandingkan 15 April 2021 menjadi 108.032 kasus.

“Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun, kita pernah mengalami 14.000u hingga 15.000 kasus per hari pada bulan Januari 2021, tapi kini berada di kisaran 4.000-6.000 kasus per hari,” papar Jokowi.

Selain itu, tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan. Bila pada 1 Maret 2021 ada sebanyak 1.151.915 orang yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus, maka di 15 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau telah mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga momentum bersama, momentum yang sangat baik. Untuk itulah pada Lebaran kali ini, pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI/Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat,” jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengerti semua umat Muslim sudah mengalami rasa rindu kepada sanak saudara di kampung halaman. Apalagi Hari Lebaran merupakan momentum silaturahmi dengan sanak keluarga. Namun Jokowi mengimbau agar masyarakat lebih mengutamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman.

“Mari kita isi ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita, diri kita dan seluruh masyarakat. Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Allah SWT meridhoi kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” tutur Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kongres Ikatan Alumni ITB, Ika Polban ITB Protes Hak Suara

Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung mengeluarkan delapan pernyataan sikap lantaran hak suara mereka di Kongres Ikatan Alumni ITB mendapat berbagai kendala.

NASIONAL | 16 April 2021

Azis Syamsuddin: Dirgahayu Ke-69 Kopassus

Azis Syamsuddin mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke-69 untuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD).

NASIONAL | 16 April 2021

Panja Mafia Tanah Komisi II DPR Siap Beraksi

Junimart Girsang menyatakan pihaknya akan sesegera mungkin menuntaskan seluruh laporan masyarakat terkait kasus pertanahan.

NASIONAL | 16 April 2021

KPU Siap Lakukan Pemilihan Suara Ulang Bupati Sabu Raijua

Setelah MK membatalkan kemenangan pasangan Orient Patriot Riwu Kore dan Thobias Uly, KPU siap menggelar pemilihan suara ulang Pilbup Sabu Raijua.

NASIONAL | 16 April 2021

KPK Diminta Segera Umumkan Tersangka Kasus Suap Pajak

Sejumlah kelompok masyarakat meminta KPK segera mengumumkan tersangka kasus dugaan suap pajak

NASIONAL | 16 April 2021

TMII Tidak Pernah Setor PNBP ke Kas Negara Sejak 1977

TMII dipastikan tidak pernah berkontribusi dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sejak tahun 1977 silam.

NASIONAL | 16 April 2021

Berulah Lagi, KKB Tembak Mati Warga Asli Papua

Korban diadang oleh KKB dan langsung ditembak dengan menggunakan senjata api sebanyak 2 kali tembakan dibagian kepala dan dibacok pada bagian kepala.

NASIONAL | 16 April 2021

Ahmad Basarah: Revisi PP 57/2021, Kembalikan Pancasila dalam Pendidikan Nasional

Ahmad Basarah mendesak pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

NASIONAL | 16 April 2021

Soal Pengedar Narkoba, Mabes Polri: Hukuman Mati Bisa Timbulkan Efek Jera

Hukuman mati yang dijatuhkan kepada pengedar narkoba diharapkan bisa menimbulkan efek jera.

NASIONAL | 16 April 2021

Kakorlantas Bantah Persilakan Masyarakat Mudik Sebelum 6 Mei

Pihaknya justru tidak merekomendasikan hal itu karena adanya aturan karantina yang diberlakukan di tiap daerah.

NASIONAL | 16 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS