Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNPB: Ada 51 Juta Keluarga Tinggal di Daerah Rawan Bencana

Rabu, 14 April 2021 | 17:19 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / LES

Jakarta, Beritasatu.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 53.000 desa di Indonesia berada di daerah rawan bencana. Sekitar 51 juta keluarga tinggal di daerah rawan bencana.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan, pihaknya telah memetakan desa-desa yang masuk rawan bencana. Hal ini ternyata cukup mengagetkan.

"Ternyata hampir 75.000 desa yang ada di Indonesia saat ini, lebih dari 53.000 desa atau kelurahan berada di daerah rawan bencana,” ungkap Lilik dalam webinar "Potret 10 Tahun Kebijakan dan Aksi Pengurangan Risiko Bencana Iklim di Indonesia" secara virtual, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya 45.973 desa masuk rawan gempa bumi. Sebanyak 5.744 desa rawan bencana tsunami. Ada 2.160 desa rawan bencana gunung api. Kemudian 34.716 desa rawan longsor, 37.497 desa rawan kebakaran hutan dan lahan, 41.236 desa rawan kekeringan, dan 47.430 desa rawan banjir.

“Seperti contohnya ada 5.744 desa yang berada di daerah rawan tsunami, kemudian di daerah rawan longsor ada 34.716 desa, dan seterusnya,” ungkap Lilik.

Untuk itu melalui Peraturan Kepala (PERKA) BNPB Nomor 1 Tahun 2012 dibentuklah Desa Tangguh Bencana. Nantinya setiap desa yang telah mempunyai Desa Tangguh Bencana ini akan memiliki rapor ketangguhan bencana.

“Di BNPB desa tangguh bencana ini dimulai setelah Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012. Perka ini kemudian lebih masif lagi dilakukan setelah adanya Deklarasi Yogya,” katanya.

“Setiap desa yang berada di wilayah rawan bencana akan memiliki rapor penilaian ketangguhan desa. Upaya ini dilakukan sebelum BNPB ataupun BPBD mengintervensi ketangguhan di desa tersebut,” jelasnya.

Ia pun menanggapi pernyataan BMKG yang mengatakan banyak rumah-rumah asal bangun di kawasan rawan bencana (rumah yang tak mengikuti konstruksi tahan gempa) di Jawa Timur sehingga menyebabkan banyak yang rusak/ambruk saat terjadi gempa di Malang beberapa hari lalu.

"Perlu dilakukan sosialisasi bangunan tahan gempa secara lebih masif dilakukan terutama daerah rawan gempa. sementara bagi yang sudah terlanjur perlu diperkuat kembali bangunannya," ungkapnya meski tidak menjelaskan secara detail pihak siapa yang bertanggung jawab memberikan sosialisasi tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sambangi Istana, Presiden KSPSI Minta Jokowi Bentuk Satgas THR

Ia berharap agar Menaker segera menerbitkan Satgas THR yang juga diisi oleh buruh dan pengusaha.

NASIONAL | 14 April 2021

KPK Datangi Kantor PDIP dan PPP, Ada Apa?

KPK mendatangi Kantor DPP PDIP dan PPP, di Jakarta, Rabu (14/4/2021)

NASIONAL | 14 April 2021

Ratusan Rumah Rusak Berat Akibat Gempa di Malang Dirobohkan

Suwarni korban gempa mengaku, sampai saat ini belum dapat bantuan dari pemerintah. Untuk menunjang kebutuhan makan sehari-hari, ia minta bantuan dari warga.

NASIONAL | 14 April 2021

INFA Dukung Kebijakan Larangan Mudik

Dukungan INFA terhadap kebijakan larangan mudik tersebut ditujukan untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat yang lebih luas.

NASIONAL | 14 April 2021

Dipanggil ke Istana, Andi Gani Nena Wea Sampaikan Masalah Ketenagakerjaan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mendadak dipanggil Ke Istana Negara, Jakarta pada Rabu (14/4/2021).

NASIONAL | 14 April 2021

Banyak Ciptakan Terobosan, Nadiem Layak Pimpin Kemdikbud Ristek

Kinerja Nadiem dengan berbagai terobosannya dinilai memuaskan.

NASIONAL | 14 April 2021

Didukung Jadi Justice Collaborator, Penyuap Edhy Prabowo Berterima Kasih ke KPK

Suharjito berjanji akan konsisten dalam membantu KPK membongkar dugaan suap penetapan izin ekspor benih lobster.

NASIONAL | 14 April 2021

Peserta Terlambat Tidak Diizinkan Mengikuti UTBK SBMPTN

Peserta diminta mempersiapkan diri sebaik mungkin termasuk memastikan diri tiba di Pusat UTBK sekitar 45 menit sebelum sesi ujian dimulai.

NASIONAL | 14 April 2021

Besok, Universitas Nusa Cendana Kupang Mulai UTBK SBMPTN

Sebelumnya, ujian sempat tertunda karena kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah NTT.

NASIONAL | 14 April 2021

Bakar Helikopter, Polisi: KKB Ingin Ganggu Penerbangan

Kapolda Papua telah menginsturkksikan kepada jajarannya bersama TNI untuk meningkatkan dan menjaga objek vital secara ketat terutama di bandara.

NASIONAL | 14 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS