Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bedah Buku Kapolda Papua Barat

Tanah Papua Mozaik Indonesia yang Perlu Dirawat

Senin, 12 April 2021 | 17:49 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Tanah Papua dinilai sebagai mozaik Indonesia yang perlu dirawat dan dipertahankan. Persoalan yang terjadi di Provinsi Papua maupun Papua Barat berakar dari persoalan identitas sosial yang perlu diselesaikan.

Hal itu disampaikan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk dalam Bedah Buku Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing berjudul "Menyulam NKRI, Merawat Rasa Aman", Senin (12/4/2021) secara virtual

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan mozaik yang sangat beragam dari orang-orangnya serta etnisnya. Kekayaan ini tentu harus dikelola dengan baik untuk merawat NKRI.

“Merawat NKRI itu tugas kita bersama. Jadi tantangannya, kalau kuta bisa merawat Papua itu artinya kita bisa merawat NKRI secara keseluruhan. Papua adalah mozaik indonesia yang sangat penting,” kata Hamdi Muluk dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com.

Banyak pendapat yang menyebut, Persoalan Papua sudah banyak menghabiskan dana yang cukup besar dan pembangunan fisik yang masif tetapi belum juga selesai. Pandangan itu, menurutnya, keliru. Persoalan di Papua adalah terkait identitas sosial.

“Ini harus ada titik kesimbangan yang pas. Nasionalisme Indonesia, itu loyalitas NKRI tidak bisa ditawar lagi. NKRI final. Penghargaan terhadap identitas lokal itu penting. Harus dicari pengaturan publik yang pas,” jelasnya

Senada dengan Hamdi Muluk, Irjen Tornagogo Sihombing menjelaskan, Papua dan Papua Barat merupakan mozaik Indonesia yang perlu dirawat.

“Memerhatikan Papua sama dengan memerhatikan negara secara utuh. Tidak benar jika kita tidak memikirkan Papua, kita mengaku mikirikan Indonesia,” kata Tornagogo.

Menurutnya, tidak ada satu teori pun yang dapat menyelesaikan konflik di manapun termasuk konflik yang terjadi di tanah Papua. Menurutnya, dengan menerpakan kasih dan damai, bisa merawat keberagaman hingga penyelesaian masalah yang ada di Papua

Tornagogo menjelaskan, persoalan utama di Papua Barat. Persoalan utama tersebut adalah penyalahgunaan Miras, perusakan lingkungan, serta revitalisasi adat termasuk kasus-kasus gerakan separatis.

“Kami berharap bisa lebih mudah menerapkan semboyan, Waaja Keema Nene Kapoka yang artinya melayani dengan hati dan membangun dengan kasih,” jelasnya.

Buku setebal 251 halaman ditulis berdasarkan buah pemikiran Tornagogo selama menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Desember 2019. Bekerja sama dengan penerbit Arsip Metro, buku dibagi enam bab yang terdiri dari Kilau Emas di Pegunungan, Dijajah Miras , Separatis KNPB di Papua Barat, Kejahatan dan Peradaban , “Mantera” Manu Yaba Nonti dan Zamrud Raja Ampat.

Sementara itu, Guru Besar Kriminologi UI, Muhamad Mustofa menjelaskan, banyak kebijakan publik seragam dari Sabang sampai Merauke. Padahal Indonesia sangat sangat beragam dengan adat dan budaya. Kebijakan yang bercirikan pluralisme termasuk hukum nasional itu harus mengakui pluralisme agar hukum nasional dan hukum adat yang asli bangsa Indonesia itu tidak

“Slogan Bhinneka Tunggal Ika sering disebutkan tapi kebijakan-kebijakannya tidak mencerminkan,” jelasnya.

Dia menyoroti persoalan konsumsi miras di Papua Barat yang dinilai sebagai bentuk manipulasi budaya oleh pendatang yang merusak tradisi dan adat. “Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan revitalisasi budaya. Tidak mudah dihilangkan secara seketika, perlu proses yang panjang untuk kebijakan yang ditawarkan

“Bukan melarang secara total tetapi harus ada pengaturan. Pengaturan itu harus disosialisasikan, siapa yang mensosialisasikan? Tokoh agama, adat,” jelasnya.

Dia menyebut, buku ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang bersifat komprehensif tentang gejala gangguan keamanan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Barat.

“Ini merupakan data yang bermanfaat bagi pencarian jalan keluar dalam menghadapi masalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat dijadikan landasan pembuatan kebijakan di tingkat Papua Barat,” tutup Mustofa.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

MA Tolak Kasasi Jaksa, CEO MeMiles Bebas

CEO MeMiles, Kamal Tarachand Mirchandan mengatakan, putusan MA yang sudah inkrah diharapkan dapat memulihkan nama baiknya.

NASIONAL | 12 April 2021

Polda Jabar Gelar Operasi Keselamatan Lodaya untuk Cegah Pemudik

Polda Jabar akan mengedepankan kegiatan pencegahan disertai penindakan hukum secara selektif untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

NASIONAL | 12 April 2021

Kembangkan Kemampuan Bahasa Inggris, 11 Sekolah Ikuti English Learning Experince

Anglia telah mengembangkan program pembelajaran bahasa Inggris melalui aplikasi Anglia Online Platform dan mulai diperkenalkan di Indonesia.

NASIONAL | 12 April 2021

Diduga Curi Ikan, Pemerintah Diminta Segera Bebaskan 34 Nelayan Aceh

Azis Syamsuddin meminta agar pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja cepat dan taktis untuk membebaskan 34 orang nelayan Aceh.

NASIONAL | 12 April 2021

PMI Dirikan Tempat Pengungsian untuk Warga Terdampak Gempa Malang

PMI Kabupaten Malang mendirikan tempat pengungsian sementara untuk warga terdampak gempa bumi, Sabtu (10/4/2021).

NASIONAL | 12 April 2021

Kemdagri Targetkan Indeks Reformasi Birokrasi Tahun 2020-2021 Raih Kategori A

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menargetkan indeks reformasi birokrasi pada 2021 mencapai angka 87,01 atau kategori A.

NASIONAL | 12 April 2021

Perguruan Tinggi Jangan Persulit Konversi SKS Program Pertukaran Mahasiswa

Peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka akan melakukan pertukaran selama 1 semester dengan penilaian disetarakan 20 SKS.

NASIONAL | 12 April 2021

PAN: Deradikalisasi dan Islam Moderat Perlu Dikembangkan, Namun Jangan Jadi Alasan untuk Menyudutkan

Saleh Partaonan Daulay menyatakan pihaknya mendukung program deradikalisasi dan peneguhan Islam moderat, namun jangan sampai mengucilkan kelompok tertentu.

NASIONAL | 12 April 2021

Wakil Ketua DPR Dukung Rencana Subsidi Ongkir Belanja Daring

Azis meminta pemerintah harus segera melakukan sosialisasi program subsidi ongkir untuk menggerakkan perekonomian.

NASIONAL | 12 April 2021

Pakar Geologi Sebut Gempa Malang Fenomena Gelombang Rayleigh

Ini fenomena baru di Indonesia seperti yang terjadi di Kanada, Amerika Latin.

NASIONAL | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS