Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wali Kota Malang Copot Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian karena Tersangka Narkoba

Selasa, 30 Maret 2021 | 20:32 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / JEM

Malang, Beritasatu.com - Wali Kota Malang Sutiaji mencopot salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat kepala Dinas (kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Jawa Timur, Ade Herawanto alias AH, karena statusnya yang telah menjadi tersangka dalam kasus narkoba. Pemkot Malang juga menyatakan tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap AH yang ditangkap Satresnarkoba Malang Kota dalam kasus narkoba tersebut.

"Sesuai regulasi ketika ada ASN yang dijadikan tersangka dalam pidana segera dibebastugaskan," kata Wali Kota Malang Sutiaji, kepada Wartawan, Selasa (30/3/2021).

Sutiaji menyatakan pemberhentian terhadap AH dari jabatannya tersebut bersifat sementara. Pemkot Malang masih memberikan kesempatan AH untuk menyelesaikan masalahnya.

"Diberhentikan sementara itu adalah agar beliau (tersangka AH) supaya konsentrasi dengan urusan masalahnya, dia kan tersangka," tandasnya.

Sedangkan, untuk persoalan hukum AH, Pemkot Malang tidak akan memberikan bantuan hukum. Pasalnya, apa dilakukan AH sifatnya pribadi tidak ada kaitannya dengan kedinasan.

"Dari Pemkot tidak akan keluarkan bantuan hukum karena dia tidak menjalankan kedinasan," tegas Sutiaji.

Sementara itu, ancaman sanksi berat yang akan diberikan kepada AH yakni sanksi pemecatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin ASN. Sanksi tersebut nantinya akan diberikan jika sudah ada ketetapan hukum atau inkrah.

"Jika hukumannya dua tahun diberhentikan tidak hormat," ungkap Sutiaji.

Pemkot Malang memberikan apresiasi kepada Polresta Malang Kota karena berhasil membongkar sindikat pengedar atau pengguna sabu-sabu.

"Dari Polres baru saja ada surat tembusan, beliau pemakai, jadi kami serahkan sepenuhnya dulu ke aparat penegak hukum," ucapnya.

Sutiaji juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perilaku anak buahnya terjerat dalam kasus narkoba tersebut.

"Saya mohon maaf yang sebesar besarnya ke seluruh masyarakat atas insiden kejadian salah satu ASN kami yang kemarin ditangkap dalam kasus narkoba, karena kami seharusnya berikan contoh yang baik tapi saya pribadi belum bisa bina baik, mohon maaf agar masyarakat malang kondusif dan perang terhadap narkoba," pungkasnya.

Sampai saat ini, kasus narkoba yang melibatkan seorang kepala dinas ini pun masih terus didalami Polda Jatim. Ada dugaan jika jaringan narkoba para tersangka itu melibatkan bandar besar narkoba.

Berdasarkan sumber terpercaya di kepolisian, untuk mengungkap siapa saja jaringan yang saat itu bersama para tersangka di Hotel Regent, Polda Jatim sampai saat ini masih berupaya terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV hotel. Bahkan, untuk menulusuri kasus ini, Polda Jatim menurunkan tim Laboratorium Forensik untuk memeriksa CCTV hotel.

Polisi menduga ada kejanggalan pada CCTV hotel, karena pada saat kasus salah tangkap terhadap Kolonel TNI AD I Wayan Sudarsana oleh anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota pada Kamis (25/3/2021), pihak hotel mengaku CCTV yang terpasang di hotel rusak sejak setahun lalu.

"Janggal hotel sekelas Regent dikabarkan oleh petugas hotel bahwa CCTV mati dalam setahun ini. Untuk itu tim Puslabfor sedang lakukan pemeriksaan dan bawa CCTV hotel ke labfor," ujar sumber di kepolisian yang tidak mau disebutkan namanya.

Seperti diberitakan AH bersama 5 tersangka lainnya FR, CR, IL, VR,dan GN ditangkap Satresnarkoba Polresta Malang Kota karena telah mengedarkan dan menggunakan narkoba jenis narkotika maupun psikotropika. Setelah diperiksa di Polresta Malang Kota, keenam tersangka ini kemudian dibawa ke Polda Jatim untuk pengembangan kasus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua Komisi VIII DPR Jelaskan ke Penyidik KPK Soal Dugaan Rekomendasikan Vendor Bansos

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (30/3/2021).

NASIONAL | 30 Maret 2021

Perlu Kolaborasi Pemangku Kepentingan untuk Atasi Pencemaran Lingkungan

Rakernis Ditjen PKL KLHK selama dua hari ini merupakan salah satu sarana membangun kolaborasi untuk melakukan perbaikan kualitas lingkungan hidup.

NASIONAL | 30 Maret 2021

Nelnet International Hadir di Indonesia Percepat Adaptasi Teknologi di Masa Pandemi Covid-19

Para stakeholder pendidikan, katanya, perlu segera merespons secara proaktif dan mendesain ulang dunia pendidikan tinggi.

NASIONAL | 30 Maret 2021

Jasa Marga Operasikan Gerbang Tol Sementara untuk Akses Keluar Tol Cileunyi

Pengoperasian gerbang tol tersebut akibat dari pembangunan Interchange (IC) Cileunyi yang akan mengintegrasikan Ruas Jalan Tol Padaleunyi dan Tol Cisumdawu.

NASIONAL | 30 Maret 2021

Soal Nasib Orient, Kemkumham Diduga Tunggu Putusan MK

Kemkumham hingga saat ini belum juga menyampaikan keputusan mengenai status kewarganegaraan Bupati terpilih Sabu Raijua Orient Riwu Kore

NASIONAL | 30 Maret 2021

Hakim Berwenang Tentukan Jalannya Persidangan Rizieq Syihab

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak, menilai, hakim memiliki kewenangan penuh untuk menentukan jalannya sebuah persidangan Rizieq Syihab.

NASIONAL | 30 Maret 2021

Lamanya Kajian Kemkumham Soal Status Kewarganegaraan Orient Dinilai Aneh

Pemerintah belum dapat memastikan pelantikan Orient Riwu Kore sebagai Bupati Sabu Raijua karena status kewarganegaraan Orient masih dikaji

NASIONAL | 30 Maret 2021

Belajar dari Bom Makassar, Polri: Berdayakan Intelejen

Ada sejumlah directive (perintah) kepada satuan jajaran agar peristiwa itu tak terulang.

NASIONAL | 30 Maret 2021

Selain Covid-19, Perubahan Iklim Menjadi Ancaman Indonesia

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan isu climate change atau perubahan iklim juga menjadi tantangan di global dan domestik selain penanganan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 30 Maret 2021

Kepemilikan Aset Tersangka Asabri Dibantah

Jaksa penyidik Jampidsus Kejagung kembali menyita aset terkait kasus dugaan korupsi PT Asabri.

NASIONAL | 30 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS