Kalteng Terancam Kehilangan 21.000 Hektare Akibat Masalah Tata Batas
Logo BeritaSatu

Kalteng Terancam Kehilangan 21.000 Hektare Akibat Masalah Tata Batas

Selasa, 9 Maret 2021 | 07:20 WIB
Oleh : JEM

Palangka Raya, Beritasatu.com - Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Freddy Ering menyatakan bahwa provinsi ini terancam kehilangan 21.000 hektare lahan, akibat tak kunjung tuntasnya persoalan tata batas dengan Kalimantan Timur (Kaltim).

Lahan seluas 21.000 hektare terancam hilang itu berada di Kabupaten Barito Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kaltim, kata Freddy Ering di Palangka Raya, Senin (8/3/2021).

"Jadi, kalau dibiarkan berlarut-larut dan tidak diselesaikan segera oleh pemerintah daerah, maka Kalteng sendiri yang akan mengalami kerugian," ujarnya.

Dikatakan, kesalahan administrasi sebelumnya dan kurang aktifnya pemerintah provinsi serta kabupaten berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), bisa menjadi penyebab beralihnya 21.000 hektare wilayah Kalteng ke Kaltim.

Freddy Ering menilai pemerintah di Kalteng kalah "canggih" dari Kaltim dalam hal penataan administrasi. Bahkan, Pemda di Kaltim sangat pro aktif mengurus tata batas ke Kemendagri. Hal itu yang membuat Kalteng terancam kehilangan 21.000 hektare.

"Kalau tak ingin kehilangan 21.000 hektare yang persis berada di lahan PT BEK itu, maka Pemda di Kalteng harus pro aktif juga menata dan mengurus permasalahan tata batas ke Kemendagri," ujarnya.

Menurut politikus PDIP itu, penyelesaian sengketa tata batas antarprovinsi ini pada dasarnya merupakan domain pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Hanya, pemerintah provinsi tetap memiliki peran dalam menyiapkan data-data administrasi, yang nantinya menjadi dasar untuk mempertahankan wilayah disengketakan.

Freddy Ering mengatakan apabila sampai saat ini tidak ada terobosan, artinya Kalteng akan mengalami kerugian karena kehilangan 21.000 hektare wilayahnya.

"Jadi inilah yang harusnya lebih dipahami dalam menyelesaikan sengketa batas ini," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Komisi I DPRD Kalteng, lahan seluas 21.000 hektare yang terancam hilang itu memiliki banyak sumber daya alam (SDA) yang bisa dimaksimalkan untuk pemasukan daerah, terutama royalti dari operasional PT BEK yang selama ini beraktivitas di wilayah yang disengketakan.

Dia mengatakan selama ini operasional PT BEK masuk di 21.000 hektare itu, dan royaltinya masuk Kaltim. Jika nanti berdasarkan putusan Kemendagri 21 ribu hektare itu masuk Kalteng, maka royaltinya juga masuk ke sini.

"Sekarang ini tinggal bagaimana pemerintah provinsi pro aktif menyelesaikan," demikian Freddy Ering.*



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

170 Mahasiswa S1 Mendapat Beasiswa Tanoto Foundation

Beasiswa TELADAN ini ditujukan mencetak calon-calon pemimpin yang berkarakter unggul, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Pejabat Kemsos Sebut Juliari Targetkan Rp 35 Miliar dari Fee Pengadaan Bansos

Matheus Joko Santoso mengakui diberikan target untuk mengumpulkan [itaic]fee dari pengadaan bansos Covid-19

NASIONAL | 8 Maret 2021

Ketua DPC PDIP Kendal Disebut Terima Fee Bansos Covid-19

Uang dari fee bansos mengalir ke sejumlah pihak, salah satunya, ke Ketua DPC PDIP Kendal, Jawa Tengah, Akhmat Suyuti

NASIONAL | 8 Maret 2021

Ada Aliran Fee Bansos ke Pedangdut Cita Citata

Salah satu pihak yang disebut turut kecipratan aliran fee bansos, yakni pedangdut Cita Citata

NASIONAL | 8 Maret 2021

Pemkot Medan Janji Segera Cairkan Insentif Tenaga Kesehatan

Salah satu prioritas adalah tenaga kesehatan di RSUD dr Pirngadi Medan yang belum menerima insentif tujuh bulan pada 2020.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Mencapai 417 Giga Watt

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan, potensi energi baru terbarukan itu berasal dari samudera, panas bumi, bioenergy, bayu, hidro.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Kejagung Sita Aset Benny Tjokro Tanah Seluas 179 hektare di Bogor

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita aset milik Benny Tjokrosaputro, berupa tanah seluas 179 hektare di Kabupaten Bogor

NASIONAL | 8 Maret 2021

Pengacara Rizieq Syihab Optimis Gugatan Praperadilan Dikabulkan

Pihak pemohon optimis gugatannya dikabulkan majelis hakim karena beranggapan bahwa administrasi yang dilakukan kepolisian salah.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Polresta Malang Tangkap 2 Pelempar Mobil Dinas Polisi, Salah Satunya Diduga Anak Jaksa

Jajaran Polresa Malang menangkap dua pelaku pelemparan 3 kendaraan mobil dinas patroli Satshabara dengan menggunakan batu batako.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Praperadilan Rizieq Syihab, Ini Argumen Polisi

Polisi menegaskan bahwa surat perintah penangkapan dan penahanan sudah pernah diuji dalam persidangan praperadilan soal penetapan tersangka Rizieq Syihab.

NASIONAL | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS