Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Ultimatum Istri Edhy Prabowo
Logo BeritaSatu

Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Ultimatum Istri Edhy Prabowo

Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:49 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Iis Rosita Dewi, istri dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk koperatif dengan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat sang suami. Tidak hanya Iis, peringatan serupa disampaikan KPK kepada para saksi lainnya kasus ini.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pada Jumat (5/3) kemarin. Namun, sebanyak tujuh saksi mangkir tanpa konfirmasi apa pun kepada penyidik, termasuk Iis.

"KPK mengimbau dan mengingatkan dengan tegas kepada pihak-pihak yang telah dipanggil secara patut menurut hukum untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan," kata Ali dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

KPK mengakui sedang mendalami peran Iis dalam kasus dugaan suap ini. Iis yang telah dicegah bepergian ke luar negeri diketahui sempat diperiksa penyidik pada Selasa (22/12/2020).

Saat itu, tim penyidik menyita sejumlah barang mewah yang dibelinya di Hawaii. Sepulangnya dari Hawaii, Edhy dan sejumlah pihak lain, termasuk Iis diamankan tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (25/11/2020) dini hari lalu.

Namun Iis dilepaskan dengan status sebagai saksi. Belakangan peran Iis semakin terungkap seiring dengan proses penyidikan yang dilakukan KPK. Iis diduga turut kecipratan aliran dana suap yang diterima sang suami dari eksportir benur.

Aliran uang itu diterima Iis melalui staf ahlinya, Alayk Mubarrok. Dugaan itu didalami penyidik saat memeriksa Alayk pada Rabu (27/1/2021).

Bahkan, salah seorang staf Iis bernama Ainul Faqih telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga turut menampung uang suap yang diterima Edhy dari para eksportir benur.

Selain Iis, enam saksi lainnya yang mangkir dari pemeriksaan penyidik pada Jumat (5/3/2021) kemarin, yakni M Ridho (karyawan swasta), M Sadik (pensiunan PNS), Siti Maryam (mahasiswi), Randy Bagas Prasetya (staf hukum operasional BCA), Lies Herminingsih (notaris), dan Ade Mulyana Saleh (wiraswasta).

Dalam kesempatan ini, Ali juga mengimbau pihak-pihak yang diduga mengetahui adanya aset-aset milik tersangka Edhy Prabowo dan kawan-kawan untuk segera menyampaikannya pada penyidik.

KPK mengingatkan terdapat ancaman pidana terhadap pihak-pihak yang merintangi penyidikan kasus ini. "Kami mengingatkan pihak-pihak yang dengan sengaja merintangi penyidikan perkara ini, KPK tidak segan untuk menerapkan ketentuan Pasal 21 UU Tipikor," tegas Ali.

Pada hari kemarin, tim penyidik memeriksa lima orang saksi, yakni Rahmatullah (pegawai sipir), Aisyiah Paulina (karyawan money changer Bintang Valas Abadi), Trian Yunanda (Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap), Amri (Direktur Utama PT ACK), dan Rochmat M Rofiq (PNS Kementerian Kelautan dan Perikanan).

Terhadap Rahmatullah, tim penyidik mendalami pengetahuannya terkait dugaan aliran sejumlah dana yang ditransfer oleh tersangka Amiril Mukminin.

Lalu, Aisyiah Paulina, penyidik melakukan penyitaan atas berbagai dokumen transaksi keuangan. Penyitaan juga dilakukan penyidik saat memeriksa Trian, Amri, dan Rochmat. "Pada para saksi ini, tim penyidik KPK melakukan penyitaan atas berbagai barang bukti yang terkait dengan perkara," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua staf khususnya Safri dan Andreau Pribadi Misanta; sekretaris pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; serta staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur. Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua staf khususnya, Andreau Pribadi Misanta dan Safri sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence).

Salah satu tugas dari Tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur. Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564.

Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy. Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, istrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misanta.

Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta. Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejagung Sita 18 Unit Kamar Milik Benny Tjokro di Apartemen South Hills

Setelah mentersangkakan Benny Tjokro (BTS) dan Heru Hidayat (HH) untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Kejagung kembali menyita aset milik tersangka

NASIONAL | 6 Maret 2021

Kejagung Tetapkan Benny Tjokro dan Heru Hidayat Tersangka TPPU

Kejagung kembali menetapkan Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro (BTS) dan Heru Hidayat (HH) sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

NASIONAL | 6 Maret 2021

Wali Kota Gibran dan UEA Ground Breaking Masjid Syaikh Zayed Surakarta

Gibran berharap pembangunan masjid tersebut dapat mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Kota Surakarta.

NASIONAL | 6 Maret 2021

KPAI Minta Negara Hadir Cegah Anak Putus Sekolah di Masa Pandemi

KPAI menemukan 5 alasan yang menyebabkan anak putus sekolah, yaitu karena menikah, bekerja, menunggak iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), kecanduan game

NASIONAL | 6 Maret 2021

Jutaan Penduduk Pindah Domisili, Program Pemerintah Perlu Rutin Perbarui Data

Beberapa program seperti vaksinasi, dan bantuan sosial (bansos) dinilai perlu secara rutin memperbarui data kependudukan.

NASIONAL | 6 Maret 2021

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Membuka Pendaftaran Beasiswa Program S1, S2 dan S3 Tahun Akademik 2021/2022

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) membuka pendaftaran beasiswa program S1, S2 dan S3 tahun akademik 2021/2022.

NASIONAL | 6 Maret 2021

2 Juta Penduduk Pindah Domisili dalam 4 Bulan Terakhir

Selama 4 bulan terakhir, terdapat lebih dari 2 juta penduduk berpindah domisili.

NASIONAL | 6 Maret 2021

2021, KPAI Sebut Angka Anak Putus Sekolah Naik

Menurut KPAI, berdasarkan hasil pengawasan sejak Januari 2021, terjadi peningkatan jumlah anak putus sekolah selama masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 6 Maret 2021

Terduga Suap Pajak Lama Berkarier di Panin

Dalam sprindik disebutkan kedua oknum pejabat Ditjen Pajak menerima hadiah atau janji dari beberapa pihak termasuk Veronika Lindawati selaku kuasa PT Bank Panin

NASIONAL | 6 Maret 2021

Pengembangan Agrowisata Rangsang Ketertarikan Milenial akan Sektor Pertanian

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan agrowisata sawah ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata.

NASIONAL | 6 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS