Kejagung Tetapkan Benny Tjokro dan Heru Hidayat Tersangka TPPU
Logo BeritaSatu

Korupsi Asabri

Kejagung Tetapkan Benny Tjokro dan Heru Hidayat Tersangka TPPU

Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:18 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro (BTS) dan Heru Hidayat (HH) sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari predicate crime perkaranya.
Keduanya dijerat pada perkara TPPU dan dana investasi di PT Asabri yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 triliun. Hal itu didapati berdasarkan hasil ekspose dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

"Pihak-pihak yang ditetapan sebagai tersangka dalam perkara TPPU kali ini adalah BTS dan HH yang sebelumnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri (Persero)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

Kejagung sebelumnya telah mengenakan pasal TPPU kepada Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.
Leonard menjelaskan, dalam duduk perkaranya, yakni dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan tahun 2019, PT Asabri telah melakukan penempatan investasi dalam bentuk pembelian saham maupun produk reksa dana kepada pihak-pihak tertentu melalui sejumlah nominee yang terafiliasi dengan BTS dan HH tanpa disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal serta hanya dibuat secara formalitas saja.

Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Investasi sebagai pejabat yang bertanggung jawab di PT Asabri justru melakukan kerja sama dengan BTS dan HH dalam pengelolaan dan penempatan investasi PT Asabri dalam bentuk saham dan produk reksa dana.

Investasi itu pun tidak disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal sehingga investasi tersebut melanggar ketentuan standar operasional prosedur (SOP) dan pedoman penempatan investasi yang berlaku pada PT Asabri.

"Atas dasar hal tersebut, terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Investasi yang menyetujui penempatan investasi PT Asabri tanpa melalui analisis fundamental dan analisis teknikal, dan hanya berdasarkan analisa penempatan reksa dana yang dibuat secara formalitas saja," kata Leonard.

Bersama-sama dengan BTS selaku Direktur PT Hanson Internasional, HH selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, LP selaku Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk, SJS selaku konsultan, ES selaku nominee, RL selaku Komisaris Utama PT Fundamental Resourches dan Beneficiary Owner dan B selaku nominee BTS saham SUGI melalui nominee ES yang mengakibatkan adanya penyimpangan dalam investasi saham dan reksa dana PT Asabri dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp 23.739.936.916.742,58.

"Oleh karena itu BTS dan HH sebagai pihak-pihak mengelola dan menimbulkan kerugian negara dalam hal ini PT Asabri (Persero), ditetapkan sebagai tersangka TPPU dengan dikenakan pasal sangkaan melanggar pasal 3 dan / atau 4 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," jelasnya.

Tim Jaksa Penyidik akan terus mengejar dan menindak siapapun pihak yang terlibat dalam perkara tersebut dan akan diminta untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dalam perkara tersebut.

"Masyarakat diharapkan dapat mengawal dan mendukung penuntasan perkara korupsi dan TPPU di PT Asabri," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wali Kota Gibran dan UEA Ground Breaking Masjid Syaikh Zayed Surakarta

Gibran berharap pembangunan masjid tersebut dapat mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Kota Surakarta.

NASIONAL | 6 Maret 2021

KPAI Minta Negara Hadir Cegah Anak Putus Sekolah di Masa Pandemi

KPAI menemukan 5 alasan yang menyebabkan anak putus sekolah, yaitu karena menikah, bekerja, menunggak iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), kecanduan game

NASIONAL | 6 Maret 2021

Jutaan Penduduk Pindah Domisili, Program Pemerintah Perlu Rutin Perbarui Data

Beberapa program seperti vaksinasi, dan bantuan sosial (bansos) dinilai perlu secara rutin memperbarui data kependudukan.

NASIONAL | 6 Maret 2021

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Membuka Pendaftaran Beasiswa Program S1, S2 dan S3 Tahun Akademik 2021/2022

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) membuka pendaftaran beasiswa program S1, S2 dan S3 tahun akademik 2021/2022.

NASIONAL | 6 Maret 2021

2 Juta Penduduk Pindah Domisili dalam 4 Bulan Terakhir

Selama 4 bulan terakhir, terdapat lebih dari 2 juta penduduk berpindah domisili.

NASIONAL | 6 Maret 2021

2021, KPAI Sebut Angka Anak Putus Sekolah Naik

Menurut KPAI, berdasarkan hasil pengawasan sejak Januari 2021, terjadi peningkatan jumlah anak putus sekolah selama masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 6 Maret 2021

Terduga Suap Pajak Lama Berkarier di Panin

Dalam sprindik disebutkan kedua oknum pejabat Ditjen Pajak menerima hadiah atau janji dari beberapa pihak termasuk Veronika Lindawati selaku kuasa PT Bank Panin

NASIONAL | 6 Maret 2021

Pengembangan Agrowisata Rangsang Ketertarikan Milenial akan Sektor Pertanian

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan agrowisata sawah ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata.

NASIONAL | 6 Maret 2021

BMKG: Kearifan Lokal Harus Dikuatkan Sebagai Sistem Peringatan Dini Bencana

Kearifan lokal atau local wisdom menjadi salah satu bagian dari sistem informasi peringatan dini potensi bencana yang harus tetap dirawat dan ditingkatkan.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Panin Akan Kooperatif terhadap Proses KPK Terkait Suap Pajak

Dirut Bank Panin Herwidayatmo mengungkapkan, pihaknya menghormati proses dugaan kasus suap pajak yang sedang dijalankan oleh KPK.

NASIONAL | 6 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS