KTP Elektronik Bukan Bukti Kepemilikan Atas Tanah
Logo BeritaSatu

KTP Elektronik Bukan Bukti Kepemilikan Atas Tanah

Kamis, 4 Maret 2021 | 22:17 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau (KTP-El) bukan bukti kepemilikan atas tanah atau lahan. “KTP El hanya bukti sebagai penduduk. Bisa sebagai penduduk warga negara Indonesia, bisa sebagai penduduk warga negara asing,” kata Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Zudan Arif Fakrulloh.

Zudan mengatakan itu ketika ditanya Beritasatu.com Kamis (4/3/2021) malam, terkait banyak fakta di lapangan ada orang yang menempati lahan sengketa atau lahan milik orang dengan memiliki KTP El dengan alamat di atas lahan sengketa atau lahan milik orang lain.

Menurut Zudan, pembuatan KTP El untuk seseorang berdasarkan data formulir dari petugas Dukcapil yang diisi oleh orang yang bersangkutan. “Yang kami data hanya bersifat formal. Kalau secara materiil waktu tidak cukup, masa kami harus klarifikasi lagi ke alamat yang dia catat dalam formulir. Itu butuh waktu lama, dan pasti tidak cukup,” kata dia.

Zudan menegaskan, kalau data yang diisi dalam formulir salah atau melanggar hukum, maka orang bersangkutanlah yang menanggung risiko hukumnya.

“Dia menempati lahan orang lain orang atau lahan sengketa, ya dia sendiri yang bertanggung jawab. Jadi tidak ada hubungannya dengan KTP El,” kata dia.

Ketika ditanya soal Kartu Keluarga (KK), ia menjelaskan, KK itu hanya menjelasan hubungan dan susunan keluarga. “KK juga tidak bisa dijadikan bukti kepemilikan atas sebidang tanah atau lahan,” kata dia.

Ia mengatakan, berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan, untuk pindah tempat tinggal maka cukup membawa KK. Kenapa tidak melalui RT dan RW serta desa atau kelurahan, Zudan menjawab, supaya memudahkan masyarakat UU mengaturnya cukup dengan KK saja. “Jadi orang yang berpendapat bahwa KTP itu sebagai bukti kepemilikan lahan atau tanah, keliru,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Paspor AS Milik Orient Kedaluwarsa, Dirjen Dukcapil: Bukan Kesimpulan Saya

Paspor Amerika Serikat (AS) milik Bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih Orient Patriot Riwu Kore sudah kedaluwarsa.

NASIONAL | 4 Maret 2021

Garuda Sediakan Tes Antigen Gratis untuk Penumpang Rute Domestik

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meluncurkan program layanan rapid test antigen gratis bagi seluruh penumpang rute domestik.

NASIONAL | 4 Maret 2021

IPB Kampus Terbaik di Asia Tenggara Bidang Pertanian dan Kehutanan

IPB terbaik di Asia Tenggara di bidang Pertanian dan Kehutanan, peringkat ke-62 di dunia berdasarkan QS World University Ranking by Subject 2021.

NASIONAL | 4 Maret 2021

Layanan Panggilan Darurat 112 Raih Penghargaan CCW

Layanan panggilan darurat 112 meraih penghargaan dalam ajang ContactCenterWorld (CCW) Top Ranking Performance Competition Tahun 2020 untuk tingkat dunia.

NASIONAL | 4 Maret 2021

Jasa Marga Luncurkan Aplikasi Travoy 3.0 Penuhi Kebutuhan Pengguna Jalan

PT Jasa Marga meluncurkan aplikasi Travoy 3.0 sebagai asisten digital yang membuat perjalanan di jalan tol menjadi lebih aman dan nyaman.

NASIONAL | 4 Maret 2021

Pemerintah Sedang Susun Jadwal Penerimaan ASN dan Guru PPPK

Pemerintah tengah susun penerimaan aparatur sipil negara (ASN) dan guru dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

NASIONAL | 4 Maret 2021

BPK Puji Program Akselerasi Transformasi Digital Kemkominfo

Program transformasi digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menuai apresiasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

NASIONAL | 4 Maret 2021

Pelanggaran Mantan Direksi AISA Diungkap OJK

Terdakwa dengan sengaja menuliskan enam perusahaan afiliasi sebagai pihak ketiga dalam laporan keuangan AISA tahun 2017.

NASIONAL | 4 Maret 2021

Pusat Peraga Iptek Mulai Aktifkan Layanan Pembelajaran Digital

Menristek menyebut digitalisasi adalah transformasi konsep science center dari konvensional menjadi virtual.

NASIONAL | 4 Maret 2021

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Amankan Rp3,5 Miliar Pecahan Rupiah dan Mata Uang Asing

Total uang yang diamankan dari penggeledahan itu masing-masing Rp1,4 miliar, US$10 ribu, dan S$190 ribu.

NASIONAL | 4 Maret 2021


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Satgas Tak Anjurkan WNI Pulang ke Indonesia pada Masa Pandemi

KESEHATAN | 48 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS