Polri Tersangkakan 6 Laskar FPI yang Tewas di KM 50
Logo BeritaSatu

Polri Tersangkakan 6 Laskar FPI yang Tewas di KM 50

Rabu, 3 Maret 2021 | 22:37 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / WM

Jakarta, Beritasatu.com— Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan enam anggota laskar FPI yang tewas tertembak di tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat, sebagai tersangka.

Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi ketika dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021) malam, mengatakan, enam pengawal Rizieq Syihab itu dijadikan tersangka karena melakukan penyerangan kepada anggota Polri. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

"Kalau yang Pasal 170 KUHP itu memang sudah kami tetapkan tersangka (enam anggota laskar FPI)," kata Andi.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM dan mereka menerima penyerahan barang bukti.

Selain itu, tim Bareskrim juga sudah melakukan koordinasi dan gelar perkara dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait rekomendasi Komnas HAM.

Setelah melakukan penetapan tersangka, mereka segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan.

"Penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara Pasal 170 KUHP dengan tersangka enam laskar FPI," tambah Andi.

Seperti diberitakan bentrokan antara FPI-Polri yang berujung tewasnya enam laskar pengawal Rizieq menjadi sorotan.

Komnas HAM juga telah mengeluarkan surat rekomendasi adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terkait kematian laskar FPI tersebut. Polisi yang bertugas diduga melakukan unlawful killing.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah meminta jajarannya mempercepat lanjutan temuan Komnas HAM terkait kasus penembakan enam laskar itu.

Kelak kasus ini akan dihentikan. Sebab penuntutan hukuman itu harus ditujukan kepada diri pribadi orang. Jika orang yang dituduh melakukan peristiwa pidana itu meninggal dunia, maka tuntutan atas peristiwa itu habis begitu saja, artinya tidak dapat tuntutan itu lalu diarahkan kepada ahli warisnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Soal Papua Ingin Merdeka, Ini Jawaban Bupati Teluk Bintuni

Petrus mengatakan, dengan merdeka secara ekonomi maka aset-aset kekayaan alam di Papua, dapat dikuasai oleh orang asli Papua untuk kepentingan pembangunan.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Perkuat Keandalan Sistem Jawa-Bali, PLN Bangun GITET 500 KV di Indramayu

Guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali, PLN tengah membangun GITET 500 kV di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Kasus Asabri, Kejagung Sita Tiga Mobil hingga Puluhan Jam Mewah Milik Tersangka Jimmy Sutopo

Kejagung) terus mengejar aset para tersangka dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi di Asabri

NASIONAL | 3 Maret 2021

Kemdikbud Minta Guru dan Siswa Manfaatkan Bantuan Kuota Secara Bijak

Bantuan kuota diharapkan bisa mengoptimalkan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini dijalani oleh satuan pendidikan.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Jadi Primadona Migas, Teluk Bintuni Ingin Bangun Jakarta dari Papua

Dengan potensi sumber daya alam migas yang dimiliki Teluk Bintuni, maka kabupaten ini menjadi primadona investasi migas di Indonesia bahkan di Asia Pasifik.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Mahfud MD Dorong Percepatan Pembangunan Monumen Bela Negara

Kemko Polhukam) mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Monumen Bela Negara di Sumatera Barat (Sumbar).

NASIONAL | 3 Maret 2021

Jaksa Agung Tangkap Buronan Kelas Kakap, Ini Komentar Spiritualis Nusantara

Jaksa Agung berhasil menangkap terpidana TPPU Bety yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,4 triliun.

NASIONAL | 3 Maret 2021

KPK Sita Rumah Pribadi Stafsus Edhy Prabowo di Cilandak

KPK menyita dan memasang plang sita di rumah milik Andreau Pribadi Misanta yang merupakan staf khusus Edhy Prabowo

NASIONAL | 3 Maret 2021

Mendikbud: Subsidi Kuota Belajar Lebih Kecil, Tapi Aksesnya Lebih Fleksibel

Kini, bantuan kuota diberikan seluruhnya untuk kuota umum yang bisa digunakan untuk mengakses aneka situs seperti Google dan Youtube.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Kejagung Sita 410 Hektare Tanah dari Tersangka Kasus Asabri

Kejagung menyita barang bukti perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri atas nama tersangka BTS berupa tanah 400 hektare.

NASIONAL | 3 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS