Jadi Primadona Migas, Teluk Bintuni Ingin Bangun Jakarta dari Papua
Logo BeritaSatu

Jadi Primadona Migas, Teluk Bintuni Ingin Bangun Jakarta dari Papua

Rabu, 3 Maret 2021 | 22:07 WIB
Oleh : Jeis Montesori / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, bertekad tak ingin lagi menjadi “penonton” di negeri sendiri dalam pengelolaan sumber daya alamnya. Teluk Bintuni merupakan daerah primadona investasi migas serta dikenal juga memiliki segudang kekayaan alam lainnya yang luar biasa besarnya.

Kabupaten dengan jumlah penduduk 79.502 jiwa ini, bahkan bertekad membalik konsep bukan lagi membangun Papua dari Jakarta, tetapi ingin membangun Jakarta dari Papua, khususnya dari Teluk Bintuni.

“Kami sedang melatih anak-anak asli Papua menjadi tenaga-tenaga terampil yang akan bekerja pada hulu-hulu migas di Teluk Bintuni. Dengan potensi kekayaan alam yang sangat besar ditambah dengan tenaga-tenaga yang terampil, maka kita akan siap membangun Jakarta dari Papua, jadi bukan lagi membangun Papua dari Jakarta,” kata Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw saat melakukan media visit ke Kantor Berita Satu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Dalam kunjungan itu, Petrus Kasihiw diterima Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com ME Aditya Laksmana Yudha, Wakil Pemimpin Redaksi Beritasatu TV, Hamdani.

Petrus Kasihiw mengatakan, Kabupaten Teluk Bintuni memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Antara lain pertambangan migas dan batubara, perikanan, memiliki kawasan hutan mangrove terbesar kedua di dunia setelah Amazon, Brasil, dan potensi perkebunan sawit.

Dengan potensi sumber daya alam migas yang dimiliki Teluk Bintuni, maka kabupaten ini menjadi primadona investasi migas di Indonesia bahkan di Asia Pasifik, yang akan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara.

“Ini semua menarik bagi Bintuni dan menarik bagi negara. Tetapi bagi saya yang penting bahwa apa pun kehadiran industri, masyarakat Papua harus sejahtera. Harus naik taraf hidupnya, harus juga dihargai hak-hak adatnya,” kata Petrus Kasihiw yang saat ini memasuki periode kedua menjadi bupati Teluk Bintuni.

Ia mengatakan, salah satu penyebab orang Papua selama ini menyuarakan ingin merdeka yakni karena merasa hak-hak adatnya tak dihargai selama ini.

“Inilah yang biasa membuat orang Papua minta merdeka. Karena mereka merasakan bahwa hak-hak adatnya tidak dihargai oleh pihak-pihak lewat kehadiran investasi-investasi di wilayah Bintuni,” katanya.

Terkait itu, Petrus Kasihiw berusaha keras untuk mengubah kehidupan masyarakat Papua khususnya di Teluk Bintuni. Petrus berusaha menghadirkan beberapa terobosan untuk bagaimana orang asli Papua, asli Teluk Bintuni bisa bekerja di proyek strategis nasional.

Pemkab Teluk Bintuni pun sejak 2018 telah merancang sebuah kebijakan pengembangan sumber daya manusia berbasis sumber daya migas di Teluk Bintuni, dengan mendirikan pusat pelatihan teknik industri dan migas bekerja sama dengan Petrotekno yang didukung oleh SKK Migas dan Pemprov Papua Barat.

Kemudian dengan kehadiran BP Tangguh di Teluk Bintuni, kata Petrus, pihaknya bekerja sama melatih sekitar 120 anak Papua di antaranya ada 60 anak Bintuni, untuk mendapatkan keterampilan-keterampilan tertentu untuk bekerja di perusahaan migas. Anak-anak Papua itu dilatih selama tiga tahun di Ciloto di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Setelah selesai pelatihan, mereka akan dipekerjakan pada proyek BP Tangguh di bidang operation, yakni mengoperasikan sarana-sarana vital di dalam proyek migas tersebut. Sebagian juga akan dipekerjakan di bagian kontruksi.

Petrus mengatakan, investasi di sektor migas di Teluk Bintuni akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 19.000 orang terdiri dari profesional skill, semiskill, dan unskill.

Para tenaga kerja itu untuk mengisi kebutuhan proyek hulu migas yang sedang dibangun saat ini di antaranya proyek pengembangan Blok Kasuari yang dikelola oleh Genting Oil Kasuari, saat ini sedang memasuki tahapan plant of development (POD 1) dengan total investasi sebesar US$ 3,5 juta.

Selain itu di Teluk Bintuni akan dibangun kawasan industri berbasis gas bumi berlokasi di Distrik Sumuri dengan luas sekitar 2.112 hektare, dan merupakan salah satu dari 18 kawasan industri di Indonesia yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dalam RPJMN 2019-2024.

Sebagai kabupaten dengan sumber daya migas sangat besar, Teluk Bintuni tahun 2019 memiliki PDRB per kapita Rp 487 juta (2019) atau tertinggi di Indonesia. Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 64 atau kategori menengah, dan pertumbuhan ekonomi terus bertumbuh positif.

Angka Kemiskinan Menurun
Petrus Kasihiw mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerahnya mengalami peningkatan, walaupun kondisi pandemi Covid-19.

Tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Teluk Bintuni bertumbuh positif 1,06%. Sementara angka kemiskinan menurun dari 36,6% tahun 2015 menjadi 30,3% tahun 2019.

“Saya kerja keras dan mampu menurunkan menjadi 30,30% di 2020 bahkan dalam rilis BPS Februari 2021 menyebutkan 29,60%. Tadinya di posisi pertama, sekarang di posisi 9 dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat. Jadi angka kemiskinan mengalami penurunan,” kata Petrus bersemangat.

Sementara tingkat pengangguran karena faktor pandemi di mana sebagian lapangan usaha tutup, maka angka pengangguran meningkat dari 5,93$ tahun 2019 menjadi 8,5% tahun 2020.

Kabupaten Teluk Bintuni merupakan kabupaten terluas di Papua Barat. Wilayah ini memiliki luas 18.637 Km2, atau 21% dari total luas Papua Barat. Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 24 distrik, 4 distrik pemekaran, 115 kampung dan 145 kampung pemekaran serta dua kelurahan.

Petrus mengatakan, banyak program strategis yang dirancangnya untuk mempercepat kesejahteraan rakyatnya. Di bidang pendidikan, ia menyediakan pendidikan bebas biaya atau gratis untuk orang miskin, pendidikan masuk kesehatan bebas biaya, rumah sakit terbaik di Papua Barat juga ada di Teluk Bintuni yakni rumah sakit dengan predikat 5 bintang atau paripurna.

“Seluruh puskesmas di Teluk Bintuni juga sudah memiliki tenaga dokter, dan kabupaten ini menjadi rujukan penanganan pasien Covid-19. Di Teluk Bintuni tercatat ada 700 lebih orang terpapar Covid-19, 11 orang meninggal, dan 600 lebih sembuh, serta sebagian masih dalam perawatan.

Pemkab Teluk Bintuni juga membuat program padat karya di mana satu distrik atau satu kecamatan mendapat 1 miliar setiap tahun. Ada 28 distrik di Teluk Bintuni berarti ada Rp 28 miliar uang yang beredar setiap tahun di tangan masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mahfud MD Dorong Percepatan Pembangunan Monumen Bela Negara

Kemko Polhukam) mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Monumen Bela Negara di Sumatera Barat (Sumbar).

NASIONAL | 3 Maret 2021

Jaksa Agung Tangkap Buronan Kelas Kakap, Ini Komentar Spiritualis Nusantara

Jaksa Agung berhasil menangkap terpidana TPPU Bety yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,4 triliun.

NASIONAL | 3 Maret 2021

KPK Sita Rumah Pribadi Stafsus Edhy Prabowo di Cilandak

KPK menyita dan memasang plang sita di rumah milik Andreau Pribadi Misanta yang merupakan staf khusus Edhy Prabowo

NASIONAL | 3 Maret 2021

Mendikbud: Subsidi Kuota Belajar Lebih Kecil, Tapi Aksesnya Lebih Fleksibel

Kini, bantuan kuota diberikan seluruhnya untuk kuota umum yang bisa digunakan untuk mengakses aneka situs seperti Google dan Youtube.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Kejagung Sita 410 Hektare Tanah dari Tersangka Kasus Asabri

Kejagung menyita barang bukti perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri atas nama tersangka BTS berupa tanah 400 hektare.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Pelajaran dari Polemik Perpres Miras, Pembantu Presiden Harus Lebih Hati-hati

Arsul minta para pembantu presiden untuk selalu berhati-hati dengan membuka ruang konsultasi publik seluasnya jika menyangkut hal berbau ajaran agama.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Haum Gandeng Westbike Messenger Rilis Pengiriman Gunakan Sepeda

Haum berharap dapat lebih meningkatkan dampak sosial seperti memperbaiki kualitas lingkungan serta mengurangi polusi udara.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Bupati Teluk Bintuni: Dana Otsus Papua Masih Dibutuhkan untuk Kepentingan Pembangunan

Otsus Papua adalah keinginan bersama, bukan keinginan sekelompok orang dan bukan keinginan kepala daerah.

NASIONAL | 3 Maret 2021

KPK Usut Suap Perpajakan, Misbakhun Minta Pegawai Ditjen Pajak Tetap Semangat

Misbakhun mengapresiasi ikhtiar KPK memberantas korupsi di sektor perpajakan.

NASIONAL | 3 Maret 2021

IHLC dan Sucofindo Sepakat Bangun Ekosistem Industri Halal

Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan Sucofindo sepakat untuk membangun ekosistem industri halal dan berperan secara aktif dalam menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar produk halal di pasar global pada 2024

NASIONAL | 3 Maret 2021


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Satgas Tak Anjurkan WNI Pulang ke Indonesia pada Masa Pandemi

KESEHATAN | 50 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS