KPK Pastikan Dalami Aliran Dana Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel
Logo BeritaSatu

KPK Pastikan Dalami Aliran Dana Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel

Selasa, 2 Maret 2021 | 12:43 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami aliran uang suap dan gratifikasi yang diduga diterima Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Diketahui, KPK menangkap dan menetapkan Nurdin sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"Sejauh ini masih didalami penyidik," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Dalam kasus yang menjeratnya, Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto melalui Sekretaris Dinas PUPR Pemprov Sulsel, Edy Rahmat. Selain suap dari Agung, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 3,4 miliar dari sejumlah kontraktor. Namun, hingga saat ini, KPK belum merinci para kontraktor yang diduga memberikan gratifikasi kepada Nurdin Abdullah. Selain soal sumber uang gratifikasi, KPK juga memastikan akan mendalami pihak-pihak yang kecipratan aliran uang suap dan gratifikasi tersebut.

"Uang itu kan diterima dari proyek. Belum ditelusuri lebih lanjut, ditelusuri ke mana. Biar itu menjadi tugas penyidik untuk mendalami uang itu untuk apa saja, apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar, dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat," kata Alex, sapaan Alexander Marwata.

Alex mengatakan, tim penyidik akan mendalami sumber dan aliran uang tersebut. Termasuk pendalaman adanya dugaan aliran uang tersebut digunakan Nurdin untuk membayar utang untuk kepentingan kampanye Pilkada kepada pihak swasta.

"Sehingga merasa punya kewajiban untuk membayar utang itu tadi dengan berikan kontrak proyek kepada rekanan yang mungkin mendukungnya atau tim kampanye yang bersangkuta," kata Alex.

Alex meyakini tim penyidik mengungkap sumber dan aliran uang haram ini selama proses penyidikan. Nantinya sumber dan aliran uang itu akan dibeberkan Jaksa Penuntut Umum dalam proses persidangan.

"Semua pasti akan didalami di tingkat penyidikan. Kami belum tahu detil seberapa besar yang bersangkutan menerima uang dan untuk apa uang tersebut. Pasti nanti akan terungkap di persidangan," kata Alex



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Erick Sebut Kerja Sama BUMN dan KPK Sebagai Bentuk Introspeksi

KPK bersama direksi 27 perusahaan BUMN menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penanganan pengaduan dalam upaya pemberantasan korupsi

NASIONAL | 2 Maret 2021

Dua Terduga Teroris Poso Tewas, Tersisa Sembilan Orang

Dua orang DPO tewas sehingga buron yang tersisa tinggal 9 orang termasuk Ali Kalora.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Setahun Tanpa Hasil, KPK Belum Menyerah Buru Harun Masiku

Alex mengklaim, lembaga antikorupsi masih terus berusaha mencari Harun.

NASIONAL | 2 Maret 2021

PLN dan KPK Integrasikan Penanganan Pengaduan Tindak Pidana Korupsi

KPK akan membantu serta memberikan asistensi kepada PLN dalam rangka penyusunan dan/atau penguatan aturan internal serta sistem penanganan pengaduan.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Keputusan Melantik Sekda Papua Disebut Sudah Konstitusional

Peneliti Ahli Utama Politik Pemerintahan Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR, Mohammad Mulyadi menyatakan, pelantikan tersebut konstitusional.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Polemik Dualisme Sekda Papua, Pakar Sebut Komunikasi Tidak Efektif

Menurut Sumarsono, dialog sangat dibutuhkan untuk mengakhiri dualisme sekda Papua.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Kukuhkan Pengurus Nasional Karang Taruna, Ini Harapan Mensos Risma

Risma berharap, kader Karang Taruna akan menjadi pelopor-pelopor di daerah untuk memotong rantai penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Gibran: Karang Taruna Harus Jadi Garda Terdepan Gerakan Sosial

“Karang Taruna harus jadi garda depan gerakan sosial bersama pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan bangsa,” kata Gibran.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Penangkapan Sindikat Uang Palsu Rp 4,5 T, Sahroni: Kalau Tersebar Bisa Goyang Ekonomi

Sahroni meminta kepada pihak kepolisian segera mengusut tuntas terkait peredaran uang palsu tersebut.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Polemik Jabatan Sekda Papua Belum Berakhir

Klemen menegaskan pelantikan pj Sekda Papua, bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan.

NASIONAL | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS