Bamsoet Ingatkan Advokat Jaga Integritas dan Profesionalisme
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Bamsoet Ingatkan Advokat Jaga Integritas dan Profesionalisme

Senin, 1 Maret 2021 | 21:24 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta agar para advokat dapat menjaga integritas dan profesionalisme saat menjalankan profesi. Hal tersebut disampaikan Bambang saat memberikan kuliah umum Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada anggota Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia di Jakarta, belum lama ini. Sosialisasi dilakukan secara daring.

“Sangat penting bagi setiap advokat untuk menjaga integritas dan profesionalisme serta yang tidak kalah penting, adalah teguh pendirian dalam memperjuangkan dan membantu masyarakat untuk mendapatkan akses keadilan hukum,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).

Bamsoet mengungkapkan, berdasarkan indeks supremasi hukum (rule of law index) yang dirilis World Justice Project pada 2020, Indonesia menduduki peringkat 59 dari 128 negara. Salah satu aspek yang diukur yakni penegakan hukum dan proses peradilan perdata maupun pidana.

“Merujuk hasil survei yang diterbitkan Indonesia Political Opinion pada Oktober 2020, angka ketidakpuasan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia mencapai 64%. Menunjukkan persoalan penegakan hukum di Indonesia masih menyisakan berbagai persoalan,” ucap Bamsoet.

“Dalam kaitan ini, advokat mempunyai andil, kontribusi, sekaligus tanggung jawab kolektif untuk meningkatkan citra penegakan hukum di Indonesia,” kata Bamsoet.

Bamsoet mengapresiasi kesuksesan Ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan DPN Indonesia. Dari sekitar 1.100 pendaftar, sekitar 650 orang lolos mengikuti ujian secara daring. Meskipun DPN Indonesia, baru dideklarasikan pada 30 November 2020. Namun, terbukti bahwa usia muda tidak menjadi kendala bagi DPN Indonesia untuk menunjukkan kerja nyata.

“Banyaknya advokat yang lulus menjalani ujian profesi harus disambut hangat. Mengingat hingga saat ini jumlah profesi advokat di Indonesia masih terbatas. Hingga pertengahan 2019, diperkirakan jumlah advokat baru sekitar 50.000. Jumlah yang sangat kecil, terutama jika dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini diperkirakan sebanyak 270 juta jiwa,” ungkap Bamsoet.

Bamsoet mengingatkan, walaupun sudah lulus ujian profesi, kualitas profesionalisme dan integritas menjaga muruah advokat sebagai profesi yang terhormat, masih akan terus diuji dan ditempa seiring perjalanan waktu. Hal lain yang perlu diingat. Menyandang profesi advokat tidak serta merta menjadikan seseorang kebal hukum.

“Sudah ada puluhan advokat yang tersandung kasus pidana. Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga tahun 2020 tercatat 12 pengacara yang terjerat tindak pidana korupsi. Sebagai konsekuensinya, advokat juga dianggap turut bertanggungjawab dan mempunyai andil dalam membentuk persepsi negatif terhadap citra lembaga peradilan di Indonesia,” tutur Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, advokat juga memiliki tantangan meluruskan stigma atau persepsi yang keliru dari masyarakat. Salah satunya pandangan yang mengidentikkan advokat dengan klien yang dibelanya. Misalnya, ketika advokat menjadi pembela seorang koruptor, seakan-akan menjadikan advokat tersebut sama buruknya dengan koruptor.

“Stigma dari masyarakat tersebut tak lepas karena adanya beberapa pelanggaran kode etik yang dilakukan advokat dalam menjalankan profesinya. Yang tidak kalah penting, adalah teguh pendirian dalam memperjuangkan dan membantu masyarakat untuk mendapatkan akses keadilan hukum,” demikian Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polda Kalsel Ajak Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Polri mengajak pelaku usaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Kalsel.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Kemhan Luncurkan KRI Teluk Weda-526

Kementerian Pertahanan meresmikan peluncuran Kapal Angkut Tank (AT-8) H-355 bernama KRI Teluk Weda-526 yang diperuntukan bagi TNI AL

NASIONAL | 1 Maret 2021

Majelis Umat Kristen Indonesia Desak Penarikan Buku Pelajaran Agama dengan Informasi Tak Sesuai

Besok, MUKI bersama Asosiasi Pendeta Indonesia akan mendatangi kantor Kemdikbud untuk melakukan klarifikasi sekaligus menyampaikan tuntutan pencabutan.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Plt Gubernur Sulsel Minta Utang Pekerjaan 2020 Segera Diselesaikan

ndi Sudirman Sulaiman meminta persoalan utang pada pekerjaan tahun 2020 segera diselesaikan.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Kejagung Periksa Deputi Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa satu saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengelolaan keuangan dan dana investasi

NASIONAL | 1 Maret 2021

Kasus Asabri, Kejagung Periksa 2 Saksi

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa dua orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) PT Asabri.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Mahfud MD Berharap Masyarakat Ambil Semangat Penegakan Hukum Artidjo Alkostar

Sosok Artidjo telah menjadi monumen dalam upaya penegakan hukum di Indonesia

NASIONAL | 1 Maret 2021

Ketua MA: Artidjo Sosok yang Berintegritas

Seluruh perkara yang diputuskan Artidjo selama menjadi Hakim Agung merupakan keputusan yang berintegritas.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Nurdin Abdullah Jadi Tersangka KPK, Plt Gubernur: Mari Kita Doakan Beliau

Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman mengajak jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel mendoakan Nurdin Abdullah.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Korupsi Kepala Daerah Disebabkan Kekuasaan, Kesempatan, dan Rendahnya Integritas

Kepala daerah yang terjerat kasus korupsi terus bertambah panjang.

NASIONAL | 1 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS