Gubernur Sulsel Khianati Kepercayaan Rakyat dan Penghargaan Antikorupsi
Logo BeritaSatu

Gubernur Sulsel Khianati Kepercayaan Rakyat dan Penghargaan Antikorupsi

Minggu, 28 Februari 2021 | 12:46 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Nurdin diduga menerima suap Rp 2 miliar dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba dan gratifikasi senilai Rp 3,4 miliar dari kontraktor lainnya.

Atas suap dan gratifikasi yang diduga diterimanya, Nurdin melanggar sumpah jabatan saat dilantik dan melanggar aturan yang berlaku. Tak hanya itu, Nurdin juga telah mengkhianati kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya.

"Kami sangat menyayangkan korupsi yang dilakukan Gubernur Nurdin Abdullah telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan, bukan hanya oleh rakyat," kata Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Lembaga Masyarakat
Tak hanya kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya, Nurdin juga telah mengkhianati kepercayaan berbagai lembaga masyarakat yang memberikan penghargaan kepadanya. Nurdin pernah mendapat penghargaan antikorupsi dari perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), saat menjabat sebagai Bupati Bantaeng, Sulsel pada 2017 lalu.

Firli menegaskan, Nurdin seharusnya dapat menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan masyarakat Sulsel dan lembaga yang menyematkan penghargaan kepadanya. "Seharusnya dijadikan amanah oleh yang bersangkutan," kata Firli.

Untuk itu, Firli menegaskan, KPK tak akan kehabisan energi untuk terus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah bahwa jabatannya adalah amanat rakyat yang sudah seharusnya dilakukan dengan penuh integritas.

Firli menekankan, korupsi tak semata soal kerugian negara, tetapi juga penyuapan, pemerasan, penggelapan dalam jabatan, kecurangan, benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, dan gratifikasi.

"Kami akan terus mengingatkan kepada seluruh penyelenggara negara, khususnya kepala daerah, untuk tetap memegang teguh janji dan sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik. Jabatan adalah amanat rakyat, jangan dikhianati hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu," kata Firli.

Diketahui, KPK menetapkan Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUPR Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung agar dapat kembali menggarap proyek di lingkungan Pemprov Sulsel pada 2021. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp 3,4 miliar dari sejumlah kontraktor lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gowes Bareng PDI Perjuangan, Eriko: Cara Partai Dekatkan Diri ke Masyarakat di Tengah Pandemi

Eriko mengatakan Gowes Bareng PDI Perjuangan ini masih dalam rangkaian peringatan HUT Ke-48 PDIP yang pelaksanaannya sejak Januari sampai Mei 2021 mendatang.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Perhutanan Sosial Dorong Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi lokasi pilot project model pengembangan wilayah terpadu dengan basis hutan sosial.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Gowes Bareng PDI Perjuangan, Hasto: Banggakan Sepeda Ontel Kakeknya

Saat bersepeda, Hasto diiringi juga oleh anggota DPR Deddy Yevri Sitorus, dan sekitar 20-an orang kader PDIP yang semuanya memakai atribut merah.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Pengamat: Perlu Edukasi Publik untuk Ciptakan Dunia Maya yang Sehat

Masyarakat bisa lapor atau bertanya kepada akun resmi kepolisian apakah konten yang dibuat melanggar UU ITE atau tidak.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Nurdin Abdullah Mengaku Ikhlas Jalani Proses Hukum

Kepada awak media, Nurdin mengklaim tak tahu menahu mengenai transaksi suap antar Agung dan Edy yang merupakan orang kepercayaannya.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Ada Tawar-menawar Fee Proyek untuk Nurdin Abdullah

Saat itu Nurdin mengatakan yang penting operasional kegiatan Nurdin tetap bisa dibantu oleh AS.

NASIONAL | 28 Februari 2021

5 Anak Keracunan Makanan Pesta Ulang Tahun Dirawat di RSMM Timika

Saat acara pesta ulang tahun berlangsung, tuan rumah menyediakan hidangan berupa nasi kuning.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Dua Awak KM Uty Star Ditemukan di Pantai Kasuari Asmat, 4 Masih Dicari

Operasi pencarian terhadap awak KM Uty Star telah ditutup sejak Senin (22/2/2021).

NASIONAL | 28 Februari 2021

Kronologi OTT Nurdin Abdullah

Sekitar pukul 21.00 WIB, IF kemudian mengambil koper yang diduga berisi uang dari dalam mobil milik AS dipindahkan ke bagasi mobil milik ER di Jalan Hasanuddin

NASIONAL | 28 Februari 2021

Pascalongsor, Tol Surabaya-Gempol Normal Kembali

Pada sisi Right Of Way (ROW) masih dilakukan kegiatan berupa pekerjaan pelengkap bangunan perkuatan tanah sehingga pengguna jalan diminta tetap berhati-hati.

NASIONAL | 28 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS