Nurdin Abdullah Kerap Terima Setoran dari Kontraktor Proyek di Sulsel
Logo BeritaSatu

Nurdin Abdullah Kerap Terima Setoran dari Kontraktor Proyek di Sulsel

Minggu, 28 Februari 2021 | 05:46 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat. Sementara Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Nurdin diduga kerap menerima setoran dalam bentuk suap atau gratifikasi dari kontraktor proyek di Sulsel. KPK menduga Nurdin telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total Rp 5,4 miliar.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy. Suap itu diberikan agar Agung dapat kembali menggarap proyek di Sulsel untuk tahun anggaran 2021.

"AS (Agung Sucipto) pada 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sekitar Rp 2 miliar kepada NA (Nurdin Abdullah) melalui ER (Edy Rahmat)," kata Ketua KPK, Firli Bahrui dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Selain suap dari Agung, setidaknya Nurdin telah tiga kali menerima gratifikasi senilai total Rp 3,4 miliar dari kontraktor lainnya. Namun KPK tak menyebutkan secara rinci kontraktor yang memberikan fee kepada Nurdin tersebut. Firli hanya menyebut sebagian uang gratifikasi itu diterima Nurdin melalui ajudannya Samsul Bahri.

"Selain itu, NA (Nurdin Abdullah) juga diduga menerima uang dari kontraktor lain. Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp 200 juta. Pertengahan Februari 2021, NA melalui SB (Samsul Bahri) menerima uang Rp 1 miliar, dan awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp2,2 miliar," kata Firli.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Sedangkan Agung yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

YPA-MDR Gelar Dialog Interaktif Forum Komunikasi Humas Daerah

Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) menyelenggarakan dialog interaktif Forum Komunikasi Humas Daerah.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Mondel─ôz Indonesia Persiapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Mondel─ôz Indonesia hadir melalui serangkaian program informatif yang dikemas secara kreatif bersama sejumlah universitas di Indonesia.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Satuan Reserse Narkoba Polresta Malang Kota Bongkar Jaringan Sabu-sabu

Satuan Reserse Narkoba Polresta Malang Kota, Malang, Jawa Timur (Jatim) berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Longsor, BPBD Tutup Total Jalan Trans Nasional di Kota Batu

Penutupan jalan pun terpaksa dilakukan karena membahayakan pengendara kendaraan bermotor.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Guguran Abu Gunung Sinabung Terlihat dengan Jarak Luncuran 1.000 Meter

Guguran abu dari Gunung Sinabung teramati dengan jarak luncuran mencapai 1.000 meter.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Lewat Deradikalisasi, Polri Bawa Eks Napiter Kembali Cinta NKRI

Nama Iqbal Khusaeni atau Ramli alias Iboy dan biasa disapa Rambo pernah diciduk di Cipayung, Jakarta Timur, karena terlibat kasus penyediaan senjata api.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Mafia Tanah Serobot Ratusan Ha Lahan Warga Tangerang

Negara harus turun tangan penyerebotan tanah di Tangerang.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Sukseskan Vaksinasi Covid-19, Jokowi Minta Dukungan NU

Jokowi menyampaikan harapannya agar Nahdlatul Ulama (NU) tetap mendukung dan membantu Pemerintah menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 27 Februari 2021

PPSDMPU Tingkatkan Keterampilan Dosen Lembaga Pendidikan

Pelatihan virtual dengan tema heart to heart communication for lecturer ini dibimbing Poppy Amalya sebagai master of communication.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Jokowi Puji Komitmen NU Jaga Pancasila

Puncak Harlah NU ini mengingatkan Indonesia menyongsong 1 abad NU yang akan terjadi pada 2 tahun mendatang

NASIONAL | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS