Juri Bung Hatta Anti-Corruption Award: Pemilihan Nurdin Melalui Penelusuran Rekam Jejak
Logo BeritaSatu

Juri Bung Hatta Anti-Corruption Award: Pemilihan Nurdin Melalui Penelusuran Rekam Jejak

Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:30 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dan beberapa pihak lain dalam operasi tangkap tangan (OTT). KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT.

Nurdin Abdullah sendiri merupakan penerima penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) beberapa waktu lalu. Penghargaan tersebut diberikan atas penilaian yang dilakukan lima orang dewan juri BHACA. Dewan juri tersebut yakni Betti Alisjahbana, Bivitri Susanti, Endy M Bayuni, Paulus Agung Pambudhi dan Zainal A Mochtar.

Pascapenangkapan, banyak pihak yang menyesalkan jika benar Nurdin Abdullah terlibat dalam praktik suap menyuap dalam kapasitasnya sebagai Kepala Daerah penerima penghargaan anti korupsi.

"Penangkapan Gubernur Sulsel ini tentu sangat kami sesalkan. Proses pemilihannya sangat serius. Selain menerima masukan masyarakat, penelusuran rekam jejak juga dilakukan secara langsung ke lapangan," kata salah satu juri Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA), Bivitri Susanti, ketika di konfirmasi, di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

Ahli hukum tata negara itu menjelaskan, saat pemberian penghargaan BHACA, harapannya bisa menjadi pendorong dan inspirasi sikap anti korupsi di kalangan pemerintah.

"Harapannya ketika itu, penerima award dari kalangan pemerintah akan menjadi dorongan dan inspirasi antikorupsi di kalangan pemerintah. Tapi perkembangan setelah award tidak bisa dikontrol, meskipun mereka menandatangani pakta integritas waktu menerima award," ucapnya.

Terkait dengan kemungkinan ditariknya BHACA award, dijelaskan Bivitri, tentu ada prosedurnya secara organisasi. Besar kemungkinan penarikan penghargaan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan dinyatakan terbukti bersalah di pengadilan.

"Soal penarikan award, di BHACA ada prosedurnya sendiri oleh BHACA sebagai organisasi dan tentunya juga akan terkait dengan proses hukum, apakah ia nantinya terbukti bersalah atau tidak. Saat ini masih terlalu dini. Bahkan belum lagi dalam batas 24 jam sampai KPK memeriksanya dan biasanya memberikan pernyataan. Kita tunggu saja perkembangannya," ujarnya.

Dijelaskan Bivitri, Dewan juri BHACA award sendiri sangat mendukung upaya KPK dalam menuntaskan kasus hukum yang diduga menjerat Nurdin Abdullah.

"Tapi kami di Dewan Juri BHACA mendukung penuntasan perkara ini. Pada akhirnya ukurannnya bukan si individu itu sendiri, karena tujuan BHACA bukan soal award-nya itu sendiri. Award hanya salah satu cara agar cara pandang dan perilaku antikorupsi semakin menyebarluas. Jadi kita dukung saja kerja KPK dan lihat bagaimana perkembangannya nanti. Prosedur internal BHACA memang ada dan melibatkan pengurus organisasi BHACA," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wamenag: Ujian PAI Harus Bermuatan Kebangsaan dan Toleransi

Mata pelajaran Agama Islam menjadi instrumen untuk mendiseminasi moderasi beragama.

NASIONAL | 27 Februari 2021

KPK Segera Tentukan Nasib Nurdin Abdullah

KPK sendiri memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Nurdin Abdullah Mengaku Sedang Tidur Ketika Ditangkap KPK

Nurdin mengenakan topi biru, jaket hitam, berkacamata, dan bermasker putih.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK Usai Lantik 11 Kepala Daerah

Nurdin Abdullah dikabarkan diamankan bersama lima orang lainnya.

NASIONAL | 27 Februari 2021

SMKN 9 Kota Bandung Dinilai Sangat Siap Pembelajaran Tatap Muka

Sejak Januari 2021, SMKN 9 telah melakukan PTM secara terbatas.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Berharta Rp 51,3 Miliar, Gubernur Sulsel Juragan Tanah

Nurdin dan sejumlah pihak lainnya dibekuk lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Diterbangkan ke Jakarta untuk Diperiksa Intensif

Nurdin diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Sultan Hasanudin menggunakan Pesawat Garuda GA 617.

NASIONAL | 27 Februari 2021

KPAI: Pengasuhan Orangtua yang Bermasalah Hambat Keberhasilan PJJ

Belajar dari Rumah (BDR) menjadi kurang efektif ketika pengasuhan anak dalam lingkungan rumahnya bermasalah.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Selain Nurdin Abdullah, KPK Tangkap Pejabat Dinas PU dan Kontraktor

Nurdin yang diamankan di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, sedang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

NASIONAL | 27 Februari 2021

KPK Tangkap Gubernur Sulsel

Nurdin dan sejumlah pihak lain ditangkap lantaran diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 27 Februari 2021


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Satgas Tak Anjurkan WNI Pulang ke Indonesia pada Masa Pandemi

KESEHATAN | 47 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS