Akhirnya, Bawaslu Minta Mendagri Tak Lantik Orient sebagai Bupati Terpilih Sabu Raijua
Logo BeritaSatu

Akhirnya, Bawaslu Minta Mendagri Tak Lantik Orient sebagai Bupati Terpilih Sabu Raijua

Senin, 15 Februari 2021 | 17:45 WIB
Oleh : Yustinus Paat / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan Bawaslu secara resmi merekomendasikan dan meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak lantik Orient Patriot Riwu Kore sebagai Bupati Terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, kata Ratna, Oreint tak memenuhi syarat sebagai calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua lantaran masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat (AS).

“Kamu sudah mengirimkan Mendagri berisi pandangan Bawaslu terhadap Orient Patriot Riwu Kore yang tak memenuhi syarat sebagai calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua lantaran masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat. Dalam rekomendasinya, kami meminta Mendagri untuk tidak melantik Orient sebagai Bupati Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Ratna dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

Bawaslu, kata Ratna, berpandangan, secara hukum Oreint tidak memenuhi syarat menjadi calon bupati setelah ditemukannya status kewarganegaraan ganda terlapor (Orient) dari rangkaian hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua. Meskipun penetapan pasangan calon (paslon) terpilih telah dilaksanakan berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor 25/HK.03.1-Kpt/5320/KPU-Kab/I/2021 tanggal 23 Januari 2021, tutur Ratna, namun adanya keadaan fakta hukum baru kewarganegaraan tersebut membuat syarat pencalonan Orient tak lagi terpenuhi.

“Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (1) UU Pemilihan juntho Pasal 4 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2020, sebagai syarat fundamental harus warga negara Indonesia (WNI). Jadi, adanya keadaan fakta hukum baru kewarganegaraan ganda Orient membuat syarat pencalonan Orient tak lagi terpenuhi,” tandas Ratna.

Sebagaimana diketahui, Orient sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua berpasangan dengan Thobias Uly yang diusung Partai Demokrat dan PDI Perjuangan dan telah mendapatkan suara terbanyak sebesar 48,3%. Namun, fakta hukum bersumber surat Kementerian Luar Negeri nomor 02992/PK/02/2021/64/10 tanggal 10 Februari 2021 dan surat Kedutaan Besar AS Nomor 00709 tanggal 10 Februari 2021 menyatakan bahwa benar Orient adalah warga negara AS.

“Mengingat kewenangan pelantikan kepala daerah merupakan ranah administrasi pemerintahan, maka Bawaslu membuat surat rekomendasi kepada Mendagri,” ungkap Ratna.

Sejauh ini, keputusan penetapan pasangan calon terpilih pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020 telah disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua yang telah diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur NTT untuk memperoleh pengesahan pengangkatan dengan Keputusan Mendagri yang hingga kini belum dilaksanakan.

Untuk itu, lanjut Ratna, Bawaslu meminta Mendagri tak melaksanakan pengesahan dan pengangkatan Orent sebagai Bupati Kabupaten Sabu Raijua lewat Keputusan Mendagri atas adanya temuan fakta hukum kewarganegaraan ganda tersebut.

“Dalam analisa Bawaslu, sesuai Pasal 23 huruf a, b, h, atau i UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, juntho Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2007, menegaskan apabila seseorang WNI memperoleh kewarganegaraan lain, maka yang bersangkutan dengan sendirinya (otomatis) kehilangan kewarganegaraan, sehingga status sebagai WNI tidak ada lagi,” pungkas Ratna.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Guguran Abu Gunung Sinabung Teramati Hingga Ketinggian 300 meter

Guguran abu Gunung Sinabung sekira pukul 12.00 WIB teramati dengan ketinggian 100 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

NASIONAL | 15 Februari 2021

Kadin Jatim dan Kemendag Sepakat Bentuk Export Center Surabaya

Kadin Jatim dan Disperindag Jatim serta Kemdag sepakat menyelenggarakan proyek percontohan atau pilot project ‘Export Center Surabaya’ (ECS).

NASIONAL | 15 Februari 2021

Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Rp 100 Miliar Dilanjutkan

Tim Pengacara Ilham Bintang dan lawannya tim pengacara yang mewakili korporasi PT Indosat Ooredoo Ltd dan Commonwealth Bank gagal mencapai kesepakatan

NASIONAL | 15 Februari 2021

Pandemi Covid-19, Masyarakat Banyak Minta Bantuan Hukum soal Debt Collector

Selama pandemi Covid-19, masyarakat banyak yang meminta bantuan hukum soal tagihan debt collector.

NASIONAL | 15 Februari 2021

3.000 Mahasiswa Belajar Teknologi Bersama Google dan 3 Unicorn Indonesia

Para mahasiswa akan mendapatkan kurikulum machine learning yang secara khusus menyiapkan mahasiswa untuk berkarier dalam bidang teknologi.

NASIONAL | 15 Februari 2021

Bupati Anambas Bantah Kabar Penjualan Tiga Pulau di Situs Asing

Tiga pulau di Anambas yaitu Pulau Ayam, Pulau Yudan dan Pulau Kembung diberitakan dijual melalui situs privateislandsonline.com.

NASIONAL | 15 Februari 2021

Terima Suap dari Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Dituntut 3 Tahun Penjara

JPU meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte

NASIONAL | 15 Februari 2021

Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Jadwalkan Periksa Pejabat KKP

Tim Penyidik KPK menjadwalkan memeriksa Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pung Nugroho Saksono.

NASIONAL | 15 Februari 2021

Olly-Steven Fokus Penanganan Covid-19 di Sulawesi Utara

Penanganan Covid-19 akan menjadi salah satu fokus perhatian Olly-Steven.

NASIONAL | 15 Februari 2021

JK: Pak Din Tak Mungkin Radikal

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) turut membela mantan ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, yang dianggap sebagai tokoh radikal.

NASIONAL | 15 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS