Waduh, Pembangunan Tol Trans Sumatera Terancam Mandek
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Waduh, Pembangunan Tol Trans Sumatera Terancam Mandek

Rabu, 27 Januari 2021 | 17:29 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) membutuhkan dukungan anggaran sebesar Rp 148 triliun. Penyertaan Modal Negara (PMN) yang mengalami defisit dan biaya pengadaan tanah yang luar biasa mahal menyebabkan proyek konstruksi JTTS terancam berhenti.

“Setelah kita evaluasi sampai dengan sekarang yang sedang berjalan, ternyata ada defisit PMN yang belum bisa dipenuhi sebesar Rp 60 triliun. Sehingga kalau PMN untuk Hutama Karya ini tidak segera dipenuhi, otomatis mungkin bahasa langsungnya proyek konstruksi akan berhenti,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) Hedy Rahadian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota Komisi V DPR RI, Rabu (27/1/2021).

Hedy mengaku, sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemkeu) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemko) agar anggaran sebesar Rp 60 triliun dapat segera disalurkan. Rp 60 triliun merupakan defisit PMN untuk proyek yang sedang berjalan, sedangkan yang tidak berjalan, Hutama Karya kelihatannya sudah kerepotan sehingga muncul ide dukungan konstruksi yang tidak ada di dalam Keputusan Presiden (Keppres).

“Jadi kalau dukungan Keppres sudah masuk, terpaksa kita harus ubah Keppres mengenai Trans Sumatera ini. Karena pembangunan Trans Sumatera tiba-tiba membutuhkan dukungan dari Bina Marga sebesar Rp 148 triliun,” ungkap Hedy.

Hal ini merupakan masalah di pemenuhan jalan tol. Ia berterus terang bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terkait jalan tol hingga 2024 mendatang dari semula ditargetkan 4.700 km setelah dilakukan penajaman menjadi 2.537 km. Sekalipun begitu, untuk mencapai target tersebut bukanlah hal mudah karena dibutuhkan biaya sebesar Rp 55,2 triliun untuk pengadaan tanah. Sementara Kemkeu hanya mengalokasikan Rp 13,7 triliun per tahun.

Bahkan untuk 2021 ini, Bina Marga hanya mendapatkan alokasi Rp 5,93 triliun. Sehingga ada ketidakpastian untuk pemenuhan biaya pengadaan tanah. Padahal, dukungan konstruksi yang dibutuhkan annggarannya mencapai Rp 171,8 triliun di mana Rp 148 triliun di antaranya ditujukan untuk mendukung pembangunan Tol Trans Sumatera.

Karena itu, Bina Marga sudah mengajukan blue book sekitar $3 miliar dollar untuk diproses di loan. Itu pun, kata dia, hanya cair sekitar Rp 42 triliun dari Rp 148 triliun yang dibutuhkan untuk mendukung Tol Trans Sumatera. Menurutnya, Tol Trans Sumatera ini agak unik karena dulu bangunan hukumnya merupakan skema penugasan penuh kepada Hutama Karya. Artinya, negara membantu bukan dalam dukungan konstruksi, tetapi dalam bentuk PMN.

“Jadi isu tol ini ada tiga. Pertama, PMN yang luar biasa defisitnya. Berdasarkan hitung-hitungan Hutama Karya, negara mestinya memberi dukungan Rp 60 triliun. Kedua, pengadaan tanah yang membutuhkan biaya luar biasa besar. Hasil penajaman kita sekitar Rp 55,2 triliun. Tapi, kalau kita lihat pola anggaran di tahun ini yang hanya Rp 5,93 triliun terus terang saja, ini tantangan yang luar biasa. Ketiga, dukungan konstruksi yang totalnya mencapai Rp 171,8 triliun sampai 2024,” terang Hedy.

Saat ini, Bina Marga sedang menyiapkan dua cara untuk bisa melakukan mobilisasi. Pertama, mencari sumber pendanaan. Kedua, menyelesaikan pengerjaan Tol Trans Sumatera dalam waktu tiga tahun ini. Bagi Hedy, hal ini jelas tantangan yang luar biasa. Bina Marga pun terus menajamkan agar target tersebut dapat tercapai.

Ia pun kembali mengingatkan bahwa di bidang jalan tol ada tiga isu besar yang sebagian besar kewenangannya tidak hanya berada di Kementerian PUPR untuk memenuhinya, tetapi juga melibatkan kementerian lain seperti Kemkeu, Bappenas, Kemko, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Beberapa lokasi RPJMN tahun 2024 yang sudah diselesaikan seperti Tol Manado - Bitung, Balikpapan - Samarinda, dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Khusus terkait Tol Cisumdawu, Hedy melaporkan, berdasarkan evaluasi terakhir masih membutuhkan tambahan dukungan sekitar Rp 150 miliar karena di sana terdapat potensi longsor yang cukup besar.

“Jadi permasalahan utamanya, kita butuh dukungan untuk lahan Rp 55 triliun. Kalau kita lihat pola alokasi Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) saat ini sepertinya akan sulit. Sehingga masih perlu komunikasi dengan Kemenkeu. Kemudian untuk backbone Trans Sumatera sebesar Rp 148 triliun dan kita juga ada dukungan di luar Trans Sumatera yang totalnya mencapai Rp 171,8 triliun,” tutup Hedy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KSP Siap Perjuangkan Nasib Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer

KSP menyatakan siap memfasilitasi perjuangan guru dan tenaga kependidikan honorer nonkategori (GTKNHK 35+) untuk menjadi menjadi pegawai P3K.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Wajib Lapor, Gisel dan Michael Yukinobu Kooperatif

Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu de Fretes kooperatif melakukan wajib lapor seminggu dua kali terkait kasus video syur.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Panji Tribrata Resmi Diserahkan Ke Jenderal Sigit

Upacara serah terima jabatan Kapolri ditandai dengan penyerahan Panji Tribrata dari Jenderal Idham Azis kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Vaksinasi di Jateng Capai 52,4 Persen

Sebanyak 86.570 tenaga kesehatan di Jawa Tengah telah disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Science dan PT Bio Farma.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Polisi Masih Buru Penyebar Pertama Video Syur Gisel

Penyidik masih terus menyelidiki dan mencari siapa orang yang pertama kali menyebarkan video syur Gisella Anastasia alias Gisel.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Ganjar Bersiap Terima Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Besok

Ganjar mengaku tidak memiliki persiapan khusus jelang vaksinasi tahap kedua itu. Sebab, vaksinasi bukan hal yang pertama ia lakukan.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Komisi III DPR RI Uji Kelayakan Calon Hakim Hakim Agung

Rapat digelar secara fisik dan virtual Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Demond Junaidi Mahesa.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Ganjar: Banyak Persoalan Harus Diselesaikan jika Lockdown

Ada yang sudah pernah lockdown, gitu kan, tapi (kasus Covid-19) muncul lagi.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Kapolri Baru, Ganjar Berharap Ada Reformasi Besar

“Saya menyampaikan selamat kepada Pak Kapolri yang baru, Pak Sigit Listyo, mudah-mudahan bisa membawa amanah ini dengan sangat baik,” ujar Ganjar.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Akhyar Bakal Dilantik Sebagai Wali Kota dengan Masa Jabatan Tercepat di Indonesia

Gubernur Sumut tidak mempersoalkan pelantikan Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan meski sisa jabatan yang diemban hanya tinggal tiga pekan.

NASIONAL | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS