Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 di Banten Terkendali
Logo BeritaSatu

Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 di Banten Terkendali

Jumat, 22 Januari 2021 | 10:20 WIB
Oleh : Laurens Dami / JEM

Serang, Beritasatu.com - Kondisi ketahanan pangan di Banten pada masa pandemi Covid-19 dinilai aman dan terkendali dengan baik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bahkan telah menyalurkan cadangan beras sebanyak 831.830 kg yang disalurkan untuk 83.183 kepala keluarga (KK) di 603 desa dan 83 kecamatan.

“Berdasarkan analisa ketahanan pangan komposit, terdapat 8 kecamatan dari 155 kecamatan di Provinsi Banten yang rentan rawan pangan atau masuk dalam prioritas 1-3, yang tersebar di Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutanya pada acara kunjungan kerja Badan Legislasi DPR RI di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (21/1/2021).

Andika menjelaskan, untuk keamanan pangan segar sendiri, Pemprov Banten melalui Dinas Ketahanan Pangan telah menerbitkan 297 sertifikasi/registrasi pangan segar asal tumbuhan (PSAT).

“Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi penghasil beras dengan total luas lahan sawah sebesar 204.335 hektare (ha). Berdasarkan hasil penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan metode kerangka sampel area (KSA), Provinsi Banten menduduki posisi ke-10 sebagai provinsi penghasil beras tertinggi nasional di tahun 2019 dengan produksi beras sebesar 843.000 ton,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data neraca ketersediaan dan kebutuhan beras periode bulan Januari - Desember 2020, sampai dengan akhir tahun 2020 ketersediaan beras di Provinsi Banten surplus sebesar 105.314 ton. Provinsi Banten mampu memasok beras ke DKI Jakarta sebesar 15.518 ton per bulan selama bulan Juli-Desember 2020, dengan tetap menjaga cadangan persediaan untuk konsumsi.

“Provinsi Banten mampu menambah pasokan beras ke DKI Jakarta secara kontinyu, sehingga ikut berpatisipasi dalam mendukung ketersediaan beras, menjaga kestabilan harga beras dan menekan tingkat inflasi di DKI Jakarta,” ujarnya.

Pemprov Banten, kata Andika, juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan beras melalui pengawasan terhadap distribusi pangan dan berbagai subsidi input produksi. Selain itu, Pemprov Banten berupaya untuk memperpendek supply chain pangan melalui BUMD agrobisnis.

“Pemprov Banten juga bekerja sama dengan Perhutani dan Perkebunan Negara/ swasta untuk membuka lahan baru dengan pola tumpang sari. Serta membantu akses permodalan perbankan bagi petani,” katanya.

Semua itu, kata Andika, dilakukan mengingat ketahanan pangan dapat dicapai melalui empat pilar yaitu ketersediaan pangan, cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan dan pencegahan serta penanggulangan rawan pangan. Ketahanan pangan, lanjutnya, juga memiliki permasalahan dan tantangan yang besar sebagaimana yang termaktub dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia Tahun 2018.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Willy Aditya mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp104,2 triliun yang ditujukan untuk mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi dalam melaksanakan revitalisasi sistem pangan nasional, dengan memperkuat korporasi petani dan nelayan secata digital.

“Kunker ini salah satunya untuk menyerap aspirasi daerah terkait dengan pembangunan ketahanan pangan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPKM di Jateng Berhasil Kendalikan Penyebaran Covid-19

"Lihat perkembangan seminggu ini semoga menurun terus," ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

NASIONAL | 22 Januari 2021

PSTKM di DIY Diperpanjang, Sultan HB X: Kebijakandi Tangan Pemerintah Pusat

"Bagi saya, apa pun kebijakan itu, masyarakat juga ikut menentukan,” tegas Sultan.

NASIONAL | 22 Januari 2021

KPU Sultra: 4 Gugatan Pilkada Berlanjut sidang di MK

Seluruh gugatan yang masuk ke MK telah terdaftar dalam Akta Registrasi Perkara Konstitusi (ARPK), maka proses selanjutnya adalah ranah MK.

NASIONAL | 22 Januari 2021

KPK Turun Tangan Pantau Proses Hukum Korupsi Lahan di Labuan Bajo

KPK memastikan turun tangan untuk memantau proses hukum kasus dugaan korupsi pengelolaan aset tanah di Labuan Bajo.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Tiga Kapal TNI AD Angkut Bantuan Kemanusiaan ke Kalsel dan Sulbar

NI AD kerahkan tiga Kapal TNI AD (ADRI 50, ADRI 51, ADRI 52) untuk membantu korban bencana alam di Kalimantan Selatan maupun Sulawesi Barat.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Curhat, Edhy Prabowo Mohon untuk Diizinkan Bertemu Keluarga

Edhy mengaku membutuhkan dukungan moral dari pihak keluarga dalam menjalani proses hukum kasus suap yang menjeratnya.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Besok, KPU Rejang Lebong Tetapkan Calon Bupati Terpilih

Penetapan akan kami laksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Berdayakan Start-Up, LPDB-KUMKM Gelar Program Inkubator Wirausaha

Melalui program ini, LPDB-KUMKM berencana untuk bekerja sama dengan 10 inkubator wirausaha.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Pascagempa, BPPT Kaji Cepat Wilayah untuk Perkuat Rekonstruksi Sulbar

Secara histori, gempa di Sulbar pernah terjadi pada 1967, 1969, dan 1984 yang diikuti tsunami.

NASIONAL | 21 Januari 2021

KPAI: Baru 20% Sekolah Gunakan Kurikulum Darurat Selama Pandemi

Sebaiknya dalam kurikulum darurat, standar kelulusan dan penilaian harus diubah sehingga semua guru mau menggunakannya.

NASIONAL | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS