Edhy Prabowo Minta Jatah Fee Ekspor Benur ke Staf Istrinya
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Edhy Prabowo Minta Jatah Fee Ekspor Benur ke Staf Istrinya

Kamis, 21 Januari 2021 | 13:15 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur. Dalam pemeriksaan yang digelar pada Rabu (20/1/2021) kemarin, penyidik memeriksa Edhy untuk mendalami sejumlah barang bukti yang telah disita.

Salah satunya, telepon genggam yang diduga menjadi alat komunikasi antara Edhy Prabowo dengan Ainul Faqih, staf istrinya, Iis Rosita Dewi yang juga anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra. Dalam komunikasi itu, Edhy diduga meminta "jatah" fee dari para eksportir benur yang ditampung di rekening bank atas nama Ainul.

"Penyidik masih terus mendalami dan mengonfirmasi terkait barang bukti yang telah dilakukan penyitaan di antaranya berupa handphone yang digunakan sebagai media komunikasi terkait dugaan permintaaan jatah fee pada tersangka AF (Ainul Faqih, staf istri Edhy)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangan, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, penyidik juga mendalami soal sejumlah uang yang telah disita saat menggeledah rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan. Tim penyidik juga mengonfirmasi sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus suap izin ekspor benur. (Dikonfirmasi juga) Berbagai dokumen yang terkait dengan perkara," kata Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua stafsusnya Safri dan Andreau Pribadi Misata; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur. Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua stafsusnya, Andreau Pribadi Misata dan Safri sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Salah satu tugas dari Tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy. Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, isitrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misata.

Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosyari Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp 750 juta. Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BNPB Mencatat 185 Bencana Terjadi hingga Minggu Keempat Januari 2021

Bencana hidrometeorologi masih mendominasi jumlah bencana hingga minggu keempat Januari tahun ini.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Terkait Kasus Korupsi Dana BBM, Sekretaris DPRD Seluma Ditahan

Tersangka ES ditahan setelah pihaknya menerima pelimpahan berkas perkara tahap kedua dari penyidik Polda Bengkulu.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Sinabung Kembali Erupsi, Tanah Karo Diguyur Abu Vulkanik

Natanail menyampaiian, erupsi Sinabung membentuk kolom dengan ketinggian sekitar 500 meter dari atas puncak gunung.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Pemprov Sulsel Pulangkan 102 Penyintas Gempa Sulbar ke Kampung Halaman di Jatim dan Jateng

Para penyintas nantinya akan dijemput oleh gubernur di daerahnya masing-masing.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Fachrori Umar Pamit dan Minta Penggantinya Selamatkan Jambi dari Ketertinggalan Pendidikan

Empat daerah yang telah dikunjungi Fachrori Umar sepekan ini, yakni Kota Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci, Merangin, Bungo dan Tebo.

NASIONAL | 21 Januari 2021

KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Termasuk Harun dan Sjamsul

Tim satgas ini khusus dibentuk untuk fokus mencari buronan tanpa disibukkan kegiatan penyidikan atau penyelidikan sehari-hari.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Cuaca Ekstrem, Warga 16 Kecamatan di Banten Selatan Diminta Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Kehadiran Komponen Cadangan Akan Memperkuat TNI

Komcad tidak akan menjadi tentara bayaran, karena tunduk pada disiplin TNI dan ditempa memiliki disiplin tinggi TNI.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Kebijakan Pembatasan di DIY, Kasus Covid-19 Turun 5%

kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 287 kasus pada Rabu, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 17.802 kasus.

NASIONAL | 20 Januari 2021

Hari Ini DPR Ambil Keputusan Pengangkatan Komjen Sigit

Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Sigit sebagai kapolri setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal.

NASIONAL | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS