Perantara Suap Djoko Tjandra-Pinangki Dihukum 6 Tahun Penjara
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-5.07)   |   COMPOSITE 6376.76 (-33.72)   |   DBX 1366.47 (3.57)   |   I-GRADE 184.394 (-1.54)   |   IDX30 516.608 (-4.85)   |   IDX80 138.726 (-1.26)   |   IDXBUMN20 405.249 (-4.48)   |   IDXESGL 142.142 (-1.23)   |   IDXG30 145.757 (-1.7)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-3.03)   |   IDXQ30 148.268 (-1.23)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-0.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-3.05)   |   IDXV30 136.038 (-0.88)   |   INFOBANK15 1074.63 (-11.31)   |   Investor33 444.938 (-4.56)   |   ISSI 184.203 (-1.09)   |   JII 631.94 (-6.33)   |   JII70 222.617 (-2.02)   |   KOMPAS100 1239.85 (-11.73)   |   LQ45 968.215 (-9.89)   |   MBX 1728.57 (-11.57)   |   MNC36 329.564 (-3.27)   |   PEFINDO25 328.624 (-3.42)   |   SMInfra18 313.805 (-2.28)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-4.16)   |  

Perantara Suap Djoko Tjandra-Pinangki Dihukum 6 Tahun Penjara

Senin, 18 Januari 2021 | 21:10 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap pengusaha yang juga mantan politikus Partai Nasdem, Andi Irfan Jaya.

Hakim menyatakan Andi Irfan Jaya terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan karena menjadi perantara suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra kepada mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari. Andi Irfan Jaya juga terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Djoko Tjandra terkait upaya permintaan fatwa ke MA melalui Kejagung agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi saat kembali ke Indonesia.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Irfan Jaya telah terbukti secara sah san meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sengaja memberi bantuan pada kejahatan korupsi dilakukan dan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi" kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto saat membacakan amar putusan terhadap Andi Irfan Jaya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/1/2021).

Hakim Eko mengatakan Andi Irfan Jaya terbukti melakukan pertemuan dengan Pinangki Sirna Malasari, Anita Kolopaking, dan Djoko Tjandra pada 25 November 2019 di kantor Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan itu Andi Irfan berperan sebagai seorang konsultan yang akan mengurusi hal lain termasuk action plan. Hakim menyebut, dalam pertemuan itu juga telah terjadi kesepakatan fee, yakni untuk Anita Kolopaking sebesar USD 400 ribu sebagai biaya urusan hukum dan Andi Irfan sebesar USD 600 ribu untuk urusan action plan.

"Bahwa pada saat makan malam ada kesepakatan urusan hukum kepada saksi Anita Kolopaking dengan biaya USD 400 ribu, sedangkan urusan lain yang dituangkan di action plan diserahkan terdakwa dengan biaya USD 600 ribu," kata Hakim Eko.

Majelis Hakim juga menyatakan Andi Irfan terbukti menerima uang muka atau down payment (DP) dari USD 600 ribu itu sebesar USD 500 ribu. Uang itu diserahkan oleh saksi Angga Heryadi Kusuma atas perintah Djoko Tjandra kepada Andi Irfan Jaya. Kemudian, Andi Irfan menyerahkan uang tersebut kepada Pinangki.

"Menimbang fakta hukum tersebut bahwa DP sebesar USD 500 ribu benar telah diterima oleh saksi Pinangki Sirna Malasari melalui perantara terdakwa, dan sebagian di antaranya USD 50 ribu diserahkan Pinangki kepada Anita sebagai DP fee lawyer adalah bagian uang yang dijanjikan Djoko Soegiarto Tjandra untuk masalah hukumnya dengan biaya keseluruhan USD 400 ribu, dan untuk utusan lain-lain yakni action plan dituangkan ke pekerjaan terdakwa sebesar USD 600 ribu," papar hakim.

Selain terbukti menjadi perantara suap, Majelis Hakim juga menyatakan Andi Irfan Jaya terbukti bersalah bersama Pinangki dan Djoko Tjandra melakukan pemufakatan jahat. Dikatakan, Andi Irfan tidak memiliki niat jahat saat mengamini ajakan Pinangki ke Kuala Lumpur, Malaysia, namun Andi Irfan ikut membicarakan sesuatu tentang upaya hukum Djoko Tjandra dengan Pinangki Anita Kolopaking, dan Djoko Tjandra.

"Dengan demikian walaupun terdakwa tidak punya niat jahat sejak diajak saksi Pinangki ke Kuala Lumpur, namun terdakwa memiliki niat sama melakukan permufakatan jahat saat pertemuan dengan saksi Anita Kolopaking, saksi Pinangki, dan Djoko Soegiarto Tjandra yang saat itu membicarakan rencana pemulangan kembali Djoko Soegiarto Tjandra, dan ada kesepakatan fee. Segala sesuatu yang dibahas saksi Djoko Soegiarto Tjandra, Pinangki dan Anita Kolopaking, dan terdakwa, kemudian tidak terjadi karena Djoko Soegiarto Tjandra menolak action plan tidak mengubah permufakatan jahat yang dimaksud. Menimbang permufakatan jahat pada tipikor telah terbukti dalam perbuatan terdakwa," tegas Eko.

Atas tindak pidana yang dilakukannya, Andi Irfan Jaya terbukti melanggar Pasal 11 dan Pasal 15 juncto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Andi Irfan Jaya ini lebih berat ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya, Jaksa menuntut Andi Irfan Jaya untuk dihukum 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pusat Perbelanjaan di Mamuju Kembali Buka, Polisi Lakukan Pengamanan Sejumlah Toko

Beberapa personel sudah kami tempatkan di toko yang sudah buka, tujuannya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya secara aman dan tertib.

NASIONAL | 18 Januari 2021

KAI Buka Layanan Rapid Test Antigen di Stasiun Pekalongan

Biaya rapid test antigen masih tetap Rp 105.000 untuk setiap calon penumpang KA.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Sudah 45 Hari Pemukiman Warga di Medan Maimun Terendam Banjir

Korban banjir di Medan Maimun mengharapkan pemerintah dapat menyelesaikan banjir yang sudah berlangsung selama 45 hari.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Erick Thohir Optimistis Vaksinasi Lindungi Tenaga Kesehatan Memerangi Covid-19

Menteri BUMN, Erick Thohir optimistis vaksinasi periode pertama kepada tenaga kesehatan akan melindungi dan memerkuat kesehatan dalam memerangi Covid-19.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Jika Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Warga Bengkulu Akan Didenda Rp 10 Juta

Jika ada keluarga pasien yang mengambil jenazah Covid-19 secara paksa maka akan dikenakan denda sebesar Rp 10 juta, dan pidana kurungan selama 3 bulan.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Diperiksa KPK, Ini Pengakuan Gubernur Bengkulu

Gubernur Bengkulu mengakui dicecar penyidik KPK terkait kewenangan perizinan dan proses ekspor benih lobster.

NASIONAL | 18 Januari 2021

PPKM Mampu Turunkan Kasus Harian Covid-19

PPKM berdampak pada menurunnya jumlah penambahan kasus harian di Kota Semarang.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Kunjungi Korban Banjir di Kalimantan Selatan, Mobil Jokowi Sempat Terendam

Mobil yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan terendam banjir saat melakukan kunjungan kerja ke Kaimantan Selatan, Senin (18/1/2021).

NASIONAL | 18 Januari 2021

Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Buronan Penganiayaan di Aceh

Terpidana tindak pidana umum penganiayaan atas nama Samsul Bahri bin M Abet ditangkap di Desa Beunyot Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Kejaksaan Agung Mulai Periksa Saksi Kasus Asabri

Kejaksaan Agung mulai memeriksa sejumlah saksi kasus penanganan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Asabri.

NASIONAL | 18 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS