KPK Kasasi Putusan PT DKI soal Pencucian Uang Wawan
Logo BeritaSatu

KPK Kasasi Putusan PT DKI soal Pencucian Uang Wawan

Senin, 18 Januari 2021 | 11:37 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengajukan upaya kasasi atas putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dalam perkara dugaan korupsi proyek alat kesehatan (alkes) di Tangerang Selatan dan Banten dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP), Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Dalam putusan banding, PT DKI memperberat hukuman Wawan menjadi 7 tahun pidana penjara. Namun, PT DKI memutuskan Wawan tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua Jaksa Penuntut KPK.

"Setelah mempelajari putusan atas nama terdakwa Tubagus Chaeri W, Kamis (14/1/2021), tim JPU KPK telah menyatakan upaya hukum kasasi atas putusan PT DKI Jakarta," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (18/1/2021).

Putusan PT DKI yang memutuskan dakwaan pencucian uang Wawan tidak terbukti menjadi salah satu alasan Jaksa mengajukan kasasi. Ali mengatakan, Jaksa KPK memandang ada kekeliruan dalam pertimbangan putusan hakim PT DKI Jakarta tersebut.

"Terutama terkait tidak dikabulkannya dakwaan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang)," katanya.

Tim Jaksa KPK akan menguraikan alasan dan dalil selengkapnya dalam memori kasasi yang segera diserahkan kepada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Diketahui, Majelis Hakim PT DKI memperberat hukuman Wawan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Banten. Majelis Hakim PT DKI menjatuhkan hukuman 7 tahun pidana penjara terhadap Wawan atau lebih berat tiga tahun dibanding putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menghukum Wawan dengan 4 tahun pidana penjara. Majelis Hakim menyatakan Wawan terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengadaan Alkes RS Rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Dinkes Provinsi Banten 2012 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 79,789 miliar dan pengadaan alkes kedokteran umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P 2012 yang merugikan keuangan negara senilai Rp14,528 miliar.

Tak hanya pidana pokok, Majelis Hakim PT DKI juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Wawan. Majelis Hakim menghukum Wawan untuk uang pengganti sebesar Rp 58,02 miliar.

Meski memperberat hukuman, PT DKI memutuskan Wawan tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebagaimana dakwaan kedua Jaksa KPK.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Kalsel

Ia juga akan mendatangi posko pengungsian untuk meninjau kondisi warga terdampak serta kesiapan bantuan.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Terkait Komjen Sigit, Komisi III Gelar RDPU Tertutup dengan Kompolnas

Selasa besok, dijadwalkan Komisi III akan memanggil calon Komjen Listyo Sigit untuk membuat makalah.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Pascagempa Sulbar, 19.435 Orang Mengungsi

Pusdalops BNPB melaporkan sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 81 Orang

Sebanyak 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene.

NASIONAL | 18 Januari 2021

18 Orang Berhasil Dievakuasi dari Reruntuhan Gempa Sulbar

Sejak awal evakuasi telah ditemukan 18 orang dalam kondisi selamat, sedangkan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia ada 81 orang.

NASIONAL | 18 Januari 2021

Dimangsa Harimau, BBKSDA Sumut Usul Perubahan Pola Ternak Sapi

Memasang kandang jebak (perangkap) untuk Harimau Sumatera

NASIONAL | 18 Januari 2021

Kompolnas: Pencalonan Listyo Tunjukkan Regenerasi Polri Berjalan

"Dipimpin senior atau junior bukan merupakan masalah di Polri. Soliditas Polri tidak akan goyah. Sejarah sudah mencatat hal ini," kata Poengky

NASIONAL | 18 Januari 2021

Ombak Besar Hantam Kawasan Bisnis Manado

Empasan ombak membuat panik orang-orang yang berada di kawasan bisnis tersebut, sehingga tempat itu ditutup secepatnya.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Pelindo III Bantu Korban Banjir Kalsel

Warga desa tersebut daerahnya tergenang banjir akibat luapan sungai imbas hujan lebat yang mengguyur beberapa waktu terakhir.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Rel Terendam Air, KA Semarang-Solo Dialihkan

Jalur rel antara Stasiun Brumbung dan Tanggung, Grobogan, Jawa Tengah, terendam air yang membuat sejumlah rangkaian kereta api rute Semarang-Solo dialihkan.

NASIONAL | 17 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS