Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peneliti ITB: Pemahaman Kegempaan di Sulawesi Masih Minim

Minggu, 17 Januari 2021 | 21:29 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Peneliti gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) masih meraba-raba informasi detail perihal gempa yang mengguncang wilayah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/1/2021) lalu. Secara teknis, gempa yang terjadi merupakan bagian dari aktivitas pada sistem sesar Selat Makassar namun pemahaman terkait kegempaan itu belum memadai.

Pakar gempa ITB yang tergabung dalam Pusat Studi Gempa Nasional, Irwan Meilano menuturkan, wilayah Sulbar termasuk Mamuju dan Majene secara umum masuk dalam wilayah tektonik aktif yang memiliki potensi bencana kegempaan.

Pusat Studi Gempa Nasional menggambarkan kompleksitas geologi di kawasan tersebut dalam peta sumber gempa nasional tahun 2017 lalu. Buku itu menyatakan, ada 48 sesar di Pulau Sulawesi. Beberapa di antaranya sesar Palu Koro, sesar Matano, sesar Saddang, sesar Walanae, sesar Lawanopo, dan sesar parit-parit. Wilayah yang berada di atas sesar itu pun berpotensi dilanda gempa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat gempa berkekuatan besar telah terjadi di Sulawesi sejak 1927. Catatan itu, antara lain, gempa dengan kekuatan 6,5 skala richter dan disusul Ttunami terjadi di sesar Palu Koro. Gempa di Sulawesi juga terjadi pada 1930, 1938, 1996, 1998, 2005, 2008, dan 2012.

“Ada yang unik (pada gempa) Majene-Mamuju. Kebanyakan gempa di Sulawesi itu (akibat aktivitas) sesar mendatar. Tapi di Majene ada potensi dan bukti kegempaan itu sesar naik,” ungkap Irwan, Minggu (17/1/2021).

Peta Sumber Gempa Nasional, ungkap Irwan, mengungkapkan ada potensi kegempaan dengan M 7 yang disebut sesar naik Mamuju. “Sekarang lebih pas disebut sesar naik Selat Makassar karena areanya luas. Kita sudah lihat fakta ada sumber gempa di sana tapi kita tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana, seberapa sering gempa terjadi, berapa tahun sekali,” imbuh Irwan.

Ia menambahkan pengetahuan para peneliti masih terbatas hingga gempa tahun 1969 yang tidak sebanding dengan kejadian-kejadian gempa yang lebih lama periodenya.

Menyoal pernyataan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati yang mengingatkan adanya catatan kegempaan dengan M 6,9 pada 1969 yang lebih besar dibandingkan gempa M 6,2 di lokasi sama pada Jumat, Irwan mengungkapkan, gempa susulan pasti lebih kecil guncangannya.

“Yang magnitudonya sama atau lebih besar adalah apabila gempa sebelumnya memicu gempa pada segmen yang ada di sebelahnya,” imbuhnya.

Menyangkut apakah gempa itu memicu kegempaan pada segmen lainnya, Irwan mengaku belum memiliki pengetahuan dan memahaminya.

Peneliti gempa dari Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB, Endra Gunawan membenarkan kompleksitas kegempaan di wilayah Sulawesi, tepatnya Selat Makassar. Wilayah itu merupakan zona pertemuan Lempeng Benua Eurasia (relatif diam), lempeng Pasifik (bergerak ke barat), dan lempeng Australia-Hindia (bergerak ke utara).

“Penuh pergerakan jadi ada sesar naiknya di bagian Selat Makassar,” imbuh Endra seraya menambahkan gempa yang mengguncang Mamuju dan Majene pekan lalu akibat adanya sesar naik.

Endra menjelaskan masih banyak ketidakjelasan perihal gempa tersebut yang memerlukan investigasi lebih dalam oleh berbagai pihak. Dia merujuk pada data USGS (United States Geological Survey) serta BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang berbeda karena menggunakan metode pengamatan yang berbeda.

“Jadi kalau kita mengestimasi dari lokasi gempa yang (kedalaman) 18 (meter) kemudian tarik di mana titik nol sesar, itu ada di laut. Kemungkinan ada di sebuah sistem sesar Selat Makasar yang sebenarnya belum muncul di buku (Peta Sumber Gempa Nasional) itu, adanya di sisi selatan,” ujar Endra seraya menambahkan hal ini perlu diteliti lebih lanjut.

Meski secara umum, ungkap Endra, kegempaan di Sulawesi banyak dipicu oleh aktivitas sesar mendatar, bukan berarti dalam satu sistem yang sama tidak akan ada aktivitas sesar naik. Dia memberi contoh risetnya mengenai sesar Lembang di sisi utara Bandung yang mendatar dan memanjang. Namun ada segmen Sesar Cimandiri yang memiliki unsur sesar naik.

Kondisi serupa terdeteksi di Sumatera saat kejadian gempa 2013 di selatan Tangse dan gempa 2016 di Pidie. “Dua kejadian itu terjadi di daerah yang belum kita identifikasi sumbernya. Itu contoh sumber gempa kita jadikan input buat memahami sumber (gempa) baru,” imbuh Endra.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

32 Tewas, Tim SAR Perpanjang Evakuasi Korban Longsor Sumedang

Perpanjangan waktu evakuasi itu dilakukan karena masih ada 16 korban yang belum ditemukan hingga hari ke-7 pencarian.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Demi Guru Honorer, 10 Kali Keliling Bumi

Rekor menarik kembali dipecahkan oleh gerakan penggalangan dana untuk pendidikan melalui jalur olahraga

NASIONAL | 17 Januari 2021

Komjen Listyo Diyakini Bakal Fokus Perangi Kejahatan Jalanan dan Kerah Putih

Penunjukan Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri dinillai sebagai langkah tepat

NASIONAL | 17 Januari 2021

Enam Desa Terisolasi di Majene Belum Tersentuh Bantuan

Warga di enam desa, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang terdampak gempa bumi dan longsor sangat membutuhkan bantuan.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Antisipasi Erupsi, Aparat Gabungan Tingkatkan Patroli di Kaki Sinabung

Tim gabungan masih terus berjaga-jaga di daerah rawan bencana.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Polda Sulbar Amankan Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Gempa di Perbatasan

Polda Sulbar memerketat pengamanan di perbatasan Kabupaten Majene yang masuk ke Kabupaten Mamuju.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Perpres Penanggulangan Ekstremisme Persempit Ruang Gerak Teroris

Perpres Nomor 7 Tahun 2021 mengatur sejumlah program pelaksanaan RAN RE untuk mempersempit ruang gerak teroris.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Basarnas: Tak Hanya Sriwijaya Air, Kita Juga Bantu Bencana di Daerah

Selain di Kepulauan Seribu kata dia, Basarnas sedang bekerja di empat daerah.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Kemdagri Luncurkan Aplikasi E-Perda

Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan Aplikasi e-Perda.

NASIONAL | 17 Januari 2021

Kabasarnas: Tim Fokus Cari Crash Survival Memori Unit CVR

Bsarnas bersama tim gabungan masih fokus melakukan pencarian terhadap Crash Survival Memori Unit CVR pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

NASIONAL | 17 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS