Aktivitas Gempa Susulan Sulbar Tidak Lazim, BMKG Minta Masyarakat Waspada
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Aktivitas Gempa Susulan Sulbar Tidak Lazim, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Sabtu, 16 Januari 2021 | 18:10 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencurigai aktivitas gempa susulan yang meluruh dan terpantau miskin gempa. Dua kemungkinan bisa saja terjadi, energi gempa habis atau ada pengumpulan energi baru. Terlepas dari dua kemungkinan ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi gempa.

Dari pemantauan BMKG, pada Sabtu (16/1/2021) pagi pukul 06.32.55 WIB wilayah Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo 4,8. Episenter terletak di darat pada jarak 29 km arah Tenggara Kota Mamuju. Pusat gempa ini relatif sedikit bergeser ke utara dari kluster seismisitas yang sudah terpetakan.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa ini adalah gempa ke-32 yang terjadi sejak terjadinya gempa pembuka dengan magnitudo 5,9 pada Kamis (14/1/2021) siang. Tetapi gempa ini menjadi gempa ke-23 pascagempa utama dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1/2021) dini hari.

"Jika mencermati aktivitas gempa Majene saat ini, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah. Padahal stasiun seismik BMKG sudah cukup baik sebarannya di daerah tersebut. Sehingga gempa-gempa kecil pun akan dapat terekam dengan baik," katanya di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Daryono menambahkan bahwa hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa Majene ini memang miskin gempa susulan.

"Fenomena ini agak aneh dan kurang lazim. Gempa kuat di kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak aktivitas gempa susulan," imbuhnya.

Akan tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pasca terjadinya gempa utama magnitudo 6,2 hingga saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan.

Jika kita bandingkan dengan kejadian gempa lain sebelumnya dengan kekuatan yang hampir sama, biasanya pada hari kedua sudah terjadi gempa susulan sangat banyak, bahkan sudah dapat mencapai jumlah sekitar 100 gempa susulan.

Ia menjelaskan, apakah fenomena rendahnya produksi aftershocks di Majene ini disebabkan karena telah terjadi proses disipasi, di mana medan tegangan di zona gempa sudah habis sehingga kondisi tektonik kemudian menjadi stabil dan kembali normal?

Atau justru malah sebaliknya, dengan minimnya aktivitas gempa susulan ini menandakan masih tersimpannya medan tegangan yang belum rilis, sehingga masih memungkinkan terjadinya gempa signifikan nanti?

"Fenomena ini membuat kita menaruh curiga, sehingga lebih baik kita patut waspada," ucapnya.

Baginya, inilah perilaku gempa, sulit diprediksi dan menyimpan banyak ketidakpastian. Sehingga baru dapat mengkajinya secara spasial dan temporer, akan tetapi untuk mengetahui besarnya medan tegangan riil dan perubahannya pada kulit bumi masih sulit dilakukan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Covid-19 Wajib atau Tidak, Ini Penjelasan Mahfud

Pemerintah ingin melindungi masyarakat lebih luas dari serangan pandemi Covid-19 dengan mewajibkan vaksinasi.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Cegah Covid-19, Pengungsian Korban Gempa Majene Terapkan Protokol Kesehatan

Pengungsian korban gempa Majene dan Majumu, Sulawesi Barat menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 16 Januari 2021

KRI Tongkol 813 Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

KRI Tongkol 813 mengangkut logistik bantuan masyarakat dari berbagai kalangan di Makassar, Sulawesi Selatan untuk korban gempa di Sulawesi Barat.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Bantu Korban Banjir, Polda Kalsel Bagikan Makanan Siap Saji

Kapolda Kalsel telah meminta kepada Polres jajaran untuk membangun posko dan dapur umum, serta membagikan makanan siap saji kepada korban banjir.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Kemdagri Minta Satpol PP Jangan Kendur Tegakkan Protokol Kesehatan

Kemdagri meminta Satpol PP agar tidak kendur menegakkan aturan Protokol Kesehatan.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Ditjen Bina Pemdes Kemdagri Luncurkan TV Bina Pemdes

Hadirnya TV Bina Pemdes bisa menjadi sarana efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat untuk pelaksanaan program pembinaan.

NASIONAL | 16 Januari 2021

PDIP Minta Hak Korban Sriwijaya Air Seperti Asuransi Segera Diurus

DPP PDI Perjuangan (PDIP) meminta agar hak korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air segera diurus, termasuk klaim asuransi kecelakaan.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Komjen Listyo Harus Berkomitmen Berantas Korupsi dan Pungli

Presiden Joko Widodo telah mengajukan nama Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR

NASIONAL | 16 Januari 2021

IIPG Ajak Terus Gotong Royong di Masa Pandemi

Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar terus kerja sama dan gotong-royong di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Geledah Rumah Dirjen Linjamsos, KPK Sita Dokumen Bansos

KPK mengamankan sejumlah dokumen terkait kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19

NASIONAL | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS