Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap Ekspor Benur untuk Bagi-bagi Mobil
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-2.17)   |   COMPOSITE 6376.76 (0)   |   DBX 1366.47 (0.58)   |   I-GRADE 184.394 (0)   |   IDX30 516.608 (-2.45)   |   IDX80 138.726 (-0.62)   |   IDXBUMN20 405.249 (-2.57)   |   IDXESGL 142.142 (-0.49)   |   IDXG30 145.757 (-0.84)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-1.19)   |   IDXQ30 148.268 (-0.46)   |   IDXSMC-COM 300.72 (0)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-0.5)   |   IDXV30 136.038 (0)   |   INFOBANK15 1074.63 (-5.41)   |   Investor33 444.938 (-2.19)   |   ISSI 184.203 (0)   |   JII 631.94 (0)   |   JII70 222.617 (0)   |   KOMPAS100 1239.85 (-5.85)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.57 (-6.93)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 328.624 (-0.67)   |   SMInfra18 313.805 (-1.29)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-2.16)   |  

Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap Ekspor Benur untuk Bagi-bagi Mobil

Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:52 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diduga menggunakan uang suap yang diterimanya terkait perizinan ekspor benih bening lobster atau benur untuk berbagai kepentingan pribadinya. Tak hanya membeli barang mewah di Hawaii, Amerika Serikat, Edhy Prabowo membeli sejumlah mobil untuk diberikan kepada sejumlah pihak.

Dugaan pembelian mobil dan dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak itu dikonfirmasi tim penyidik saat memeriksa Edhy sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benur, Jumat (15/1/2021). Mobil-mobil tersebut dibeli dan dibagikan Amiril Mukminin yang juga tersangka kasus ini atas perintah Edhy Prabowo. "Tersangka EP (Edhy Prabowo) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AM (Amiril Mukminin) dan kawan-kawan sekaligus sebagai tersangka. Didalami keterangannya terkait dengan adanya dugaan pembelian barang di antaranya beberapa unit mobil oleh tersangka AM atas perintah tersangka EP untuk selanjutnya diberikan kepada pihak-pihak lain," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).

Selain memeriksa Edhy Prabowo, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dan tersangka lainnya. Salah satunya, pendiri PT Dua Putra Perkasa, Suharjito yang menyandang status tersangka pemberi suap kepada Edhy. Dalam pemeriksaan ini terungkap Suharjito tak hanya menyuap Edhy dan staf khususnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk memperlancar usahanya sebagai eksportir benur, Suharjito juga diduga memberian uang kepada pihak-pihak tertentu di beberapa wilayah di Indonesia. "Tersangka SJT (Suharjito ) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP dan kawan-kawan sekaligus sebagai tersangka. Didalami adanya dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak-pihak tertentu di beberapa wilayah di Indonesia untuk memperlancar usaha saksi sebagai eksportir benur," kata Ali.

Sementara terhadap saksi Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, tim penyidik mencecarnya mengenai awal mula terbitnya Peraturan Menteri KKP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Aturan yang ditandatangani Edhy selaku Menteri Kelautan dan Perikanan pada 4 Mei 2020 dan diundangkan sehari kemudian itu menjadi penanda dibukanya keran ekspor benur yang sebelumnya telah dilarang. Tak hanya soal Peraturan Menteri Nomor 12/2020, penyidik juga mendalami mengenai peran para anggota tim uji tuntas (due diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang dibentuk oleh Edhy Prabowo. Tim yang dipimpin oleh dua staf khusus Edhy Prabowo, yakni Andreau Pribadi Misata dan Safri tersebut diduga menjadi perantara suap dari para eksportir benur untuk Edhy. Andreau dan Safri sendiri telah menyandang status tersangka kasus yang sama.

"Slamet Soebjakto (Dirjen Perikanan Budidaya KKP) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suharjito dan kawan-kawan. Didalami pengetahuannya terkait dengan awal mula terbitnya Permen KKP Nomor12 dan peran dari para anggota Tim Due Diligence yang diangkat secara khusus oleh tersangka EP," ungkap Ali.

Selain itu, tim penyidik juga mendalami mengenai proses dan teknis pengecekan dan pengemasan benur untuk diekspor. Hal ini didalami tim penyidik saat memeriksa Kepala Badan Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP, Rina.

Terhadap saksi Agus Kurniawanto selaku manajer kapal PT Dua Putra Perkasa, tim penyidik mendalami mengenai adanya dugaan komunikasi antara Agus dengan pihak-pihak tertentu di KKP. "Dan didalami teknis pengajuan perizinan ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Ali.

Tak hanya itu, tim penyidik juga mendalami teknis perizinan PT Dua Putra Perkasa selaku eksportir benur di daerah. Hal ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa staf PT Dua Putra Perkasa, Adi Sutejo. Pada Jumat (15/1/2021) kemarin, tim penyidik sedianya juga menjadwalkan memeriksa Zulfikar Mochtar selaku mantan Dirjen Perikanan Tangkap Jalan. Namun, Zulfikar mengaku tak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik. Untuk itu, tim penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan Zulfikar.

Diketahui, KPK telah menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua stafsusnya Safri dan Andreau Pribadi Misata; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur. Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BMKG: Sulbar Diguncang Gempa 31 Kali

Gempa susulan bisa terjadi karena energi gelombang yang dilepaskan kemungkinan masih akan muncul.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Waketum DMI Ajak Pemuda Islam Santun dalam Bersosmed

Syafruddin juga berpesan kepada para pemuda Islam untuk menunjukkan kebesaran Islam yang santun dan cinta damai.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Taiwan Beri Bantuan Teknis Pertanian di Karawang dan Bandung

TTM mendukung petani Indonesia dalam menjaga produksi serta membantu kelompok miskin dan tertinggal di pedesaan pada masa pandemi ini.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Antisipasi Kasus Covid-19, RSUD Yunus Bengkulu Tambah Kapasitas Tempat Tidur

Menyikapi kasus Covid-19 di Bengkulu yang meningkat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yunus Bengkulu, menambah kapasitas tempat tidur di ruang isolasi dan ICU.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Disnakertrans Malut Melepas Ekspor Kopra Putih Produksi Kelompok Tani

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara (Malut), Ridwan Hasan, melepas secara simbolis eskpor Kopra Putih perdana kelompok tani.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Terdampak Gempa, Kanwil BPN Sulbar Pastikan Dokumen Pertanahan Aman

Selain Kantor Pertanahan Mamuju, Kantor Pertanahan Majene juga mengalami kerusakan.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Majene Kembali Diguncang Gempa Susulan M5,0

Gempa berpusat di darat 20 km Timur Laut Majene dan berkedalaman 10 km.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Bantu Korban Banjir di Kalsel, Pesawat TNI AU Kirim Bantuan Logistik

Pesawat TNI AU yang dilibatkan adalah A-1327 dari Skadron Udara 31 dengan membawa personel, perahu karet, dan bantuan logistik.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Jadi Calon Kapolri, Ini Tantangan Komjen Sigit 3 Tahun ke Depan

Komjen Listyo Sigit merupakan sosok yang tegas dan punya chemistri dengan Presiden Jokowi.

NASIONAL | 16 Januari 2021

189 Dirawat di Kabupaten Mamuju, dan 15.000 Orang di Majene Mengungsi

Total korban tewas hingga kini 42 orang.

NASIONAL | 16 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS