Logo BeritaSatu

Kajari Jakarta Timur Sebut Kasus Korupsi Tanah di Cakung Bermula dari Fakta Persidangan

Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur (Jaktim) menetapkan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kantor (BPN) Wilayah DKI Jakarta, berinisial JY dan seorang lainnya berinisial AH sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, terkait tanah di Cakung Barat. Ditaksir, kasus tersebut merugikan keuangan negara senilai Rp 1,4 triliun.

Kepala Kejari (Kajari) Jaktim Yudi Kristiana mengungkapkan, penyidikan kasus ini bermula dari fakta persidangan kasus pidana umum berupa pemalsuan surat di Pengadilan Negeri (PN) Jaktim dengan terdakwa eks juru ukur BPN Paryoto. Dalam putusannya, Majelis Hakim PN Jaktim memvonis bebas Paryoto dari segala tuntutan.

“Memang penanganan perkara ini sebenarnya berangkat dari fakta-fakta persidangan perkara pemalsuan yang sidang di PN Jaktim,” kata Yudi dalam keterangannya, Kamis (14/1/2021).

Dari fakta persidangan itu, Kejari Jaktim membuat telaah intelijen yang hasilnya fakta tersebut perlu didalami. Untuk itu, Kejari Jaktim kemudian melakukan penyelidikan pidana khusus berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Nomor : Print-05/M.1.13/Fd.1/11/2020 tertanggal 12 November 2020.

“Dari hasil penyelidikan tersebut ternyata ditemukan peristiwa pidana terkait tindak pidana korupsi,” papar Yudi.

Dari penyelidikan yang dilakukan, pada akhir Desember 2020, Kejari Jaktim melakukan ekspos alias gelar perkara. Berdasar ekspos, tim berkesimpulan telah tercukupinya bukti permulaan untuk meningkatkan status perkara dan penetapan tersangka.

“Kami umumkan di awal tahun, sudah ditetapkan tersangka,” kata Yudi.

Diungkapkan, JY dan AH diduga melakukan korupsi dengan modus membatalkan 38 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 4931 tertanggal 20 Desember 2019 di Kampung Baru, RT 009/RW008, Kecamatan Cakung Barat, Jaktim.

Sertifikat yang dibatalkan tersebut sebelumnya atas nama PT SV yang selanjutnya diterbitkan sertifikat baru atas nama AH dengan luas 77.852 meter persegi.

“Kerugian masyarakat terjadi akibat perbuatan tersangka sebesar nilai tanah, yakni Rp 1,4 triliun,” kata Yudi.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 9 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP atau Pasal 21 UU 28/1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Jaktim Ady Wira Bhakti mengamini, kasus ini berangkat dari fakta persidangan kasus pemalsuan akta tanah yang menjerat Paryoto yang divonis bebas oleh Majelis Hakim PN Jaktim. Untuk itu, kedua kasus ini memiliki keterkaitan, meski masing-masing kasus berdiri sendiri.

“Ada korelasi. Tapi secara pasal enggak ada hubungannya. Kasus pidum itu berdiri sendiri. Ini kasus tipikornya, case-nya berbeda,” ujarnya.

Ady memastikan, Kejari Jaktim akan terus mengembangkan kasus ini. “Kalau pengembangan pasti ada. Ini kan masih proses penyidikan. Kita tunggu saja,” kata Ady.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bekasi Marak Geng Motor Bersenjata dan Tawuran Pelajar

Kota dan Kabupaten Bekasi tengah marak aksi geng motor yang membawa senjata tajam dan memicu tawuran. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Kembangkan Kasus Bupati Kuansing, KPK Usut Dugaan Suap di BPN Riau

KPK mengusut kasus dugaan suap di BPN Riau yang merupakan pengembangan dari kasus suap terkait izin HGU sawit yang menyeret eks Bupati Kuansing, Andi Putra.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kota Bogor Hujan Deras, Warga Diminta Waspada Bencana

Kota Bogor hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (7/10/2022), BPBD Kota Bogor mengimbau warga agar waspada dan siaga bencana.

NEWS | 7 Oktober 2022

Roy Suryo Segera Disidang, Pengacara: Kami Tak Diberi Berkas Lengkap

Roy Suryo, mantan Menpora, segera menjalani sidang pertamanya, terkait kasus stupa Borobudur mirip Jokowi. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Alibi Surat Polisi Minta Pertandingan Mundur, Pengamat Nilai Prematur

Tragedi Kanjuruhan, Pengamat ISESS Khairul Fahmi menilai prematur alibi permintaan surat mundur waktu pertandingan Arema dengan Persebaya dari malam ke sore.

NEWS | 7 Oktober 2022

Menko PMK Minta Kementerian PUPR Perbaiki MTsN 19 Jakarta

Menko PMK, Muhadjir Effendy meminta Kementerian PUPR memperbaiki tembok MtsN 19 Jakarta yang roboh dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Anies Beri Sinyal Bakal Duet dengan AHY di Pilpres 2024

Anies Baswedan memberikan sinyal maju menjadi capres dan bakal berduet dengan  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

NEWS | 7 Oktober 2022

Tembok Sekolah Roboh, 490 Siswa MTsN 19 Diliburkan

Usai peristiwa tembok sekolah yang roboh dan menewaskan 3 siswa, sebanyak 490 siswa MTsN 19 Jakarta diliburkan sementara.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut LIB Belum Ditahan

Enam tersangka tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, belum ditahan, termasuk Dirut Liga Indonesia Baru (LIB) Ahmad Hadian Lukita.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imran menyempatkan menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan saat menggelar laga persahabatan.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kembangkan Kasus Bupati Kuansing, KPK Usut Dugaan Suap di BPN Riau

Kembangkan Kasus Bupati Kuansing, KPK Usut Dugaan Suap di BPN Riau

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings