Menkes Minta RS Tambah Jatah Tempat Tidur untuk Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Menkes Minta RS Tambah Jatah Tempat Tidur untuk Covid-19

Selasa, 12 Januari 2021 | 21:14 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali meminta rumah sakit (RS) untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19. Dari saat ini rata-rata kapasitas 20% ditingkatkan hingga 40%. Ini untuk mengantisipasi kasus aktif Covid-19 yang terus meningkat.

Hal ini disampaikan Menkes saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI untuk membahas ketersediaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Selasa (12/1/2021). Menkes mengatakan, data menunjukkan setiap habis libur panjang jumlah kasus aktif Covid-19 selalu meningkat 30% hingga 40%. Puncak penambahan kasus aktif pasca libur panjang kemarin baru terlihat di minggu keempat Januari. Bisa juga bergeser ke minggu ketiga Januari atau pun minggu pertama Februari.

Karena itu sangat penting untuk dilakukan antisipasi karena potensi banyak masyarakat terinfeksi, dan banyak tidak tertampung. Banyaknya pasien ini juga menyebabkan tekanan lebih berat terhadap dokter dan perawat atau tenaga kesehatan lain.

Menurut Menkes, jumlah tempat tidur RS yang dibutuhkan konsisten di seluruh dunia adalah 30% dari kasus aktif tersebut. Misalnya di awal November 2020, kasus aktif di Indonesia sekitar 50.000, maka kebutuhan tempat tidur adalah 30% atau sekitar 15.000. Saat ini jumlah kasus aktif meningkat 120.000 hanya dalam waktu dua bulan terakhir, sehingga kebutuhan naik dari 15.000 menjadi 36.000 tempat tidur.

“Inilah yang menyebabkan kenapa terjadi banyak RS yang penuh tempat tidur Covid-19, dan banyak pasien tidak terlayani,” kata Menkes pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI membahas mengenai ketersediaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Selasa (12/1).

Ukuran atau standar yang sama menurut Menkes bisa digunakan untuk masing masing provinsi, kabupaten dan kota. Karena ada provinsi, kabupaten dan kota yang kasus aktifnya tinggi, tapi ada pula yang rendah. Daerah dengan kasus aktif lebih banyak tekanannya tentu juga lebih berat. Yang jelas harus tersedia 30% tempat tidur dari jumlah kasus aktif di daerah itu.

“Tinggal dikalikan 30% itu adalah jumlah bed yang harus tersedia untuk Covid-19. Kalau tidak tesedia 30% maka pasti akan terjadi antrian,” kata Menkes.

Menkes mengatakan, cara paling cepat untuk menaikkan kapasitas tempat tidur RS adalah dengan mengonversi dari yang ada sekarang ini. Karena menurut Menkes, sebetulnya banyak RS yang keterisian atau jatah untuk pasien Covid-19 belum optimal. Misalnya, RS vertikal di bawah Kemenkes memiliki tempat tidur 14.000, tetapi yang terpakai untuk Covid-19 hanya 2.700 atau tidak sampai 20%.

“Yang terpakai tidak sampai 20%, sehingga kalau dilihat bed occupancy rate (BOR) masih relatif terpenuhi, tapi orang Covid-19 sudah tidak bisa masuk. Jadi kalau detail seperti ini kita bisa lihat per provinsi, kabupaten dan kota, kita imbau dan meminta RS untuk lebih banyak memberikan jatah tempat tidur untuk Covid-19,” kata Menkes.

Hari ini Menkes meminta seluruh RS vertikal di bawah Kemkes agar secara temporer harus meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 20% menjadi 30% hingga 40%. Peningkatan ini menambah sekitar 1.400 tempat tidur tanpa terlalu banyak membangun RS baru, tanpa merekrut tenaga dokter dan perawat baru. Hanya merelokasi sumber daya yang sudah ada sekarang ini untuk bisa melayani pasien Covid-19.

“Saya juga sudah bicara dengan Asosiasi RS Swasta, dan Asosiasi RS Daerah untuk melakukan hal yang sama agar bisa menampung pasien yang masuk,” kata Menkes.

Strategi kedua untuk mengantisipasi kapasitas RS yang penuh adalah dengan menentukan prioritas pasien yang perlu dirawat. Menurut Menkes, pasien yang dirawat di RS hanya yang gejala sedang dan berat. Pasien positif dengan kategori ringan, seperti tidak sesak nafas dan tidak ada kenaikkan suhu tubuh sebaiknya dilakukan isolasi mandiri.

Strategi lainnya, selain peningkatan kapasitas tempat tidur, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang saat ini kurang juga perlu ditambah. Perlu diatur rotasi atau shift agar tidak teralu banyak nakes yang terpapar. Kekurangan nakes ini terutama pada perawat. Beberapa RS seperti RSCM dan RS Fatmawati masih bisa menambah ruangan tetapi kekurangan perawat.

Relaksasi
Karena itu, Kemenkes melakukan relaksasi regulasi terkait surat tanda registrasi (STR) untuk perawat yang baru lulus di minggu pertama Januari 2021. Sebanyak 10.000 perawat bisa langsung bekerja di RS tanpa harus menunggu keluarnya STR.

Selain itu, kata Menkes, saat ini Indonesia juga kekurangan dokter ahli. Namun ia tidak menyebutkan berapa jumlah kekurangan tersebut. Untuk itu, Kemenkes akan menambah 8.572 nakes di 148 fasilitas kesehatan. Mereka terdiri dari 917 dokter umum, 448 dokter spesialis, 5.295 perawat, dan 1.912 nakes lainnya.

Untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis, seperti spesialis paru, spesialis anastesi, dan spesialis penyakit dalam, Kemenkes membentuk Covid-19 Board di masing-masing RS. Ini dimaksudkan, menunjuk dokter umum sebagai dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) di bawah supervisi dokter spesialis. Satu dokter spesialis mensupervisi 10 dokter umum sebagai DPJP.

“Jadi dokter umum dilatih untuk memainkan peran peran dokter spesialis yang kurang tadi, sehingga kita tidak usah menghentikan layanan hanya karena tidak ada dokter spesialis,” kata Menkes.

Menkes menambahkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari negara lain. Di sejumlah negara, kasus aktif ditekan sampai 5%, sedangkan di Indonesia masih 30%. Ini menunjukkan upaya yang selama ini dilakukan di hulu atau di aspek penyebabnya masih lemah. Misalnya di sisi testing, tracing dan treatment atau isolasi (3T) serta perubahan perilaku melalui 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan kurang kuat.

Dampaknya terhadap RS dan tenaga kesehatan yang mendapatkan beban layanan makin tinggi. Sisi hulu inilah yang harus benar-benar diperbaiki. Menkes mencontohkan di Tiongkok, kondisinya makin baik tanpa vaksin karena mereka disiplin di sisi hulu.

Di Indonesia, kata Menkes, dari sisi testing akses ke lab-lab PCR sekarang ini dipermudah dan dipercepat. Kemenkes segera mengeluarkan aturan untuk testing dengan rapid test antigen bisa dilakukan sampai di level Puskesmas. Ini berdasarkan rekomendasi WHO.

“Terutama untuk calon pasien suspek atau kontak erat, sehingga dengan demikian kita bisa lebih cepat mengindentifikasi dan melakukan tindaklanjut terhadap orang orang yang kita tes tersebut,” kata Menkes.

Kemkes juga memastikan strategi testing ini diperbaiki. Aturan WHO testing adalah terhadap 1 per 1000 tes per minggu. Di beberapa daerah sudah bisa melakukan ini. Kalau Indonesia berpenduduk 296 juta dibagi 1.629 per minggu dibagi 7, sebenarnya dengan 40.000 tes per hari sudah cukup. Kapasitas tes di Indonesia sudah lebih dari itu. Hanya tes tersebut tidak tersebar secara merata. Sehingga ada tempat-tempat seperti 8-9 kali lebih tinggi dari WHO, tapi ada tempat tempat lain masih kurang jumlah tesnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Gubernur Bengkulu

Surat panggilan yang dilayangkan tim penyidik KPK belum diterima Rosidin Mersyah.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Bareskrim Tangkap Pemilik Grabtoko.com

Pelaku melancarkan aksinya dengan cara membuat sebuah situs bernama GrabToko yang menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga sangat murah.

NASIONAL | 12 Januari 2021

3 Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi Lewat Sidik Jari

Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tiga orang penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh metode pemeriksaan sidik jari.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Bohong Saat Positif Covid-19, Pengacara Rizieq Sebut Hak Asasi

Rizieq Syihab berbohong bahwa dia tidak positif Covid-19 dan menyebarkannya melalui mdia sosial.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Praperadilan Ditolak, Ini Reaksi Kuasa Hukum Rizieq Syihab

Kuasa Hukum Rizieq, Alamsyah Hanafiah menyatakan kecewa dengan putusan yang diputuskan oleh Majelis Hakim karena dinilai tak memenuhi keadilan.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Terancam 10 Tahun, Rizieq Dianggap Berbohong Saat Positif Covid-19

Masalah bermula saat Rizieq sempat positif Covid-19 tapi mengaku negatif dan menyebarkannya ke media sosial.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Angka Positif Tinggi, RS Rujukan Terancam Tak Dapat Layani Pasien Covid-19

Semakin tinggi peningkatan kasus positif yang terjadi, lanjut Wiku, maka akan berdampak pada keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Kolaborasi Mempermudah Pembangunan Ekosistem Riset dan Inovasi

Menristek Bambang Brodjonegoro menilai riset dan inovasi akan terus punya peranan besar di masa depan, khususnya pada pemulihan pascapandemi.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Satgas: Sepekan Terakhir Pekan Terberat Penanganan Covid-19

Kasus aktif harian Covid-19 nasional berada pada angka 9.000, bahkan menembus angka 10.000 kasus.

NASIONAL | 12 Januari 2021

Ini Ruas Tol yang Akan Terkena Penyesuaian Tarif

Jasa Marga bakal menerapkan penyesuaian tarif tol di Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci), Semarang Seksi A,B,C dan Surabaya-Gempol (Surgem).

NASIONAL | 12 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS