HKTI Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Nasional
Logo BeritaSatu

HKTI Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Nasional

Kamis, 7 Januari 2021 | 18:27 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

Jakarta, Beritasatu.com - Kelangkaan tempe–tahu di pasaran beberapa hari terakhir disebabkan mahalnya harga kedelai impor. Adapun kenaikan harga kedelai di pasar global hingga 35% lebih disebakan oleh dampak dari pandemi Covid-19 dan setelah China meningkatkan kuota impor kedelai sebesar 60%, yang kemudian berdampak pada harga di Indonesia menjadi lebih tinggi lagi.Sementara itu, produksi kedelai dalam negeri sangat rendah karena lahan penanaman kedelai banyak mengalami transformasi, alih fungsi dan harus bersaing dengan tanaman strategis lain seperti padi dan jagung.

“Hal lain adalah petani kurang tertarik menanam kedelai karena rendahnya produktivitas kedelai dimana per 1 ha, tanaman kedelai hanya dapat menghasilkan 2-2,5 ton/100 hari, padahal dengan luas serupa tanaman padi dapat menghasilkan 5-6 ton/100 hari,” demikian hasil diskusi terbatas Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang dipimpin ketua umum Rina Saadah, dalam keterangan yang diterima, Kamis (7/1).

Selain itu, ada banyak faktor yang mempengaruhi aspek teknis produksi kedelai seperti rendahnya penggunaan benih bermutu dari varietas unggul, pengelolaan tanaman, kesuburan tanah, pemupukan, maupun pengendalian hama penyakit. “Sebenarnya tidak sulit untuk meningkatkan produktivitas > 2 ton/ha apalagi dukungan teknologi produksi dari Badan Litbang Pertanian, LIPI sudah banyak dihasilkan, tetapi jika iklim usaha maupun perkreditan tidak mendukung, tentu petani juga akan nggan mengusahakan kedelai,”kata Rina.

Kendala berikutnya adalah minimnya pembinaan petani kedelai dibanding tanaman pangan lain seperti padi. Petani kedelai Indonesia tak memiliki benih standar, panen masih dilakukan secara tradisional sampai hasil panen yang kurang baik seperti tercampur tanah hingga daun. Kurangnya pembinaan juga menyebabkan kedelai dipanen dan dijual terlalu awal dalam kondisi masih sangat muda, karena petani membutuhkan uang. Di sisi lain, kedelai petani kerap terlalu tua karena pembeli tak kunjung datang.

Pembebasan bea masuk dalam importasi kedelai juga menjadikan banyak pedagang besar yang diuntungkan, apalagi dihapusnya monopoli impor oleh Bulog semakin menjadikan margin bruto yang diperoleh pedagang relatif lebih besar. Kendala lainnya adalah kompleksnya mekanisme pasar. Harga jual kedelai yang ditentukan oleh pasar menyulitkan petani untuk melakukan intervensi. Apalagi organisasi petani kedelai di Indonesia sangat lemah. Berbeda dengan negara Amerika yang memiliki American Soybean Association sebagai wadah meningkatkan posisi tawar petani kedelai baik dimata pemerintah maupun di tingkat pasar, sehingga petani mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Swasembada Kedelai

DPN Pemuda Tani HKTI juga menyatakan target swasembada kedelai yang pernah dicanangkan Presiden Joko Widodo di periode pertama 2014-2019, tinggallah target. Padahal Indonesia pernah mencapai swasembada kedelai, tepatnya pada 1992. Saat itu produksi kedelai lokal mencapai 1,8 juta ton per tahun.

“Jadi sebenarnya ada peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan produksi kedelai dalam negeri. Kementerian Pertanian sebagai kementerian teknis, harus memiliki program aksi yang konkrit, artinya dapat dilaksanakan dan terukur. Untuk itu, kebijakan dan strategi perlu disusun secepat mungkin agar produksi kedelai dalam negeri dapat dipenuhi secara mandiri,”ujarnya.

Dalam jangka pendek, pemerintah perlu segera melakukan operasi pasar guna menurunkan dan menstabilkan harga. Sementara jangka panjang, pemerintah harus menggenjot berswasembada kedelai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya program swasembada kedelai diantaranya perluasan areal tanam melalui pemanfaatan dan pencetakan lahan baru sebesar 1 juta ha, peningkatan indeks pertanaman (IP), dan penerapan pola tumpangsari. Saat yang sama harus ada perbaikan data khususnya lahan/areal tanam yang eksisting.
Berikutnya, peningkatan produktivitas melalui penyediaan benih unggul, subsidi dan penyediaan pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian, peralatan pasca panen, penerapan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Kompleksitas masalah kedelai nasional sejatinya bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementrian Pertanian tetapi juga stakeholder lainnya, seperti Kementrian Perdagangan, BUMN saprodi pertanian, maupun Bulog. Untuk itu, kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, Perum Bulog, pelaku usaha, importir, industri pengguna kedelai menjadi keharusan, memberikan kontribusi sesuai tupoksinya untuk mewujudkan swasembada kedelai pada 2024,”ujarnya.

Selanjutnya ada kebijakan pasar. Pasalnya, petani nggan menanam kedelai karena tidak ada insentif, sementara harga jualnya tak mampu menutup ongkos produksi. Langkah strategisnya adalah membuat kedelai menjadi komoditas yang menguntungkan bagi petani. Pemerintah tidak perlu gentar untuk melindungi petani karena di negara lainpun, pemerintahnya juga melindungi petani maupun produk pertaniannya. Negara Brazil mampu swasembada kedelai juga karena didukung kebijakan pemerintahnya dalam menciptakan pasar yang baik. Apalagi didukung dengan peningkatan produktivitas minimal 2 ton/ha akan dapat meningkatkan keunggulan komparatif kedelai.

Pemerintah juga perlu mengevaluasi kembali bea masuk 0% impor kedelai sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 133 Tahun 2013, yang berlaku sejak 8 Oktober 2013. Bahkan, perlu juga membuat kreasi efisiensi produksi dengan menggunakan inovasi. “Ada banyak varietas unggul kedelai yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian yang sebenarnya tidak kalah kualitasnya dengan kedelai impor, dengan ciri ukuran biji yang besar, warna kuning, potensi hasil > 2 ton/ha, umur panen lebih cepat maupun keunggulan lainnya. Tinggal upaya selanjutnya adalah membangun sistem perbenihan kedelai agar ketersediaan varietas yang dimaksud terjaga sepanjang musim tanam. Hasil penelitian LIPI juga bisa digunakan untuk memaksimalkan produksi kedelai lokal,”papar dia.



Sumber: PR


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Sepanjang 2020, Dewas KPK Berikan 132 Izin Penyadapan

Selain itu, Dewas juga memberikan 62 izin penggeledahan, dan 377 izin penyitaan.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Angka Positif Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Alami Krisis

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan, krisis rumah sakit di Kawasan episentrum, termasuk DKI Jakarta disebabkan lonjakan angka kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Tambah 355, Kasus Harian Covid-19 di Yogyakarta Pecah Rekor

Dengan penambahan 355 kasus baru, maka total kasus positif di DIY saat ini menjadi 13.967.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Kebijakan Pengetatan Terbatas Berlaku di Seluruh DIY

Kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat diseluruh DIY erlaku selama dua pekan, yakni mulai tanggal 11 Januari hingga 25 Januari

NASIONAL | 7 Januari 2021

Soal Calon Kapolri, Ini Jawaban Kompolnas

Sejumlah jenderal bintang tiga secara normatif punya peluang untuk bisa menjadi calon Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Jokowi: Jadikan Hutan Sosial Bernilai Ekonomi Tinggi

Presiden mengajak masyarakat memanfaatkan hutan sosial, hutan adat, dan Tanah Objek Reforma Agraria sebagai lahan produktif.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Jokowi Tegaskan Akan Pantau Penggunaan Lahan Hutan

Presiden Joko Widodo akan memantau penggunaan lahan hutan tersebut agar dapat digunakan untuk kegiatan produktif.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Jokowi: Redistribusi Aset, Jawaban Sengketa Agraria

Redistribusi aset menjadi jawaban atas sengketa agraria di berbagai daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Jokowi: Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga

Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk bersabar untuk menjalani proses vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Pengetatan PSBB, Mendagri Keluarkan Instruksi untuk Pemda

Mendagri mengeluarkan instruksi kepada Pemerintah Daerah tentang pemberlakuan kembali PSBB guna mengendalikan penularan Covid-19.

NASIONAL | 7 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS