Presiden Jokowi: Jadikan Hutan Sosial Bernilai Ekonomi Tinggi
Logo BeritaSatu

Presiden Jokowi: Jadikan Hutan Sosial Bernilai Ekonomi Tinggi

Kamis, 7 Januari 2021 | 17:06 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat memanfaatkan hutan sosial, hutan adat, dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai lahan produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Setiap daerah berbeda-beda. Silakan. Saya kira akan banyak sekali komoditas yang bisa dikembangkan. Tidak hanya agroforestry, tetapi juga bisa bisnis ekowisata,” kata Presiden Jokowi pada penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Hutan Adat, SK Hutan Sosial, dan SK TORA di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (7/1/2021).

Ia mengatakan, pemerintah akan memberikan akses permodalan melalui Kementerian UKM dan Koperasi melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Saat ini, plafon anggaran KUR mencapai Rp 190 triliun dengan tingkat suku bunga 6% per tahun.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan pendampingan dari segi pengelolaan manajemen dan teknologi.

“Mestinya kalau untuk urusan permodalan sangat visibel, sangat memungkinkan. Dan saya minta juga selain permodalan, kepada provinsi dan kabupaten agar kelompok usaha ini diberikan pendampingan. Masalah manajemen, masalah teknologi didamping. Kalau sudah bisa dilepas, ya dilepas. Diganti yang lain,” katanya.

Presiden Jokowi meminta agar dilakukan terobosan-terobosan kebijakan yang terkonsolidasi dan terintegrasi antar kementerian, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/ kota, sehingga program perhutanan sosial betul-betul memberikan dampak yang signifikan kepada pemerataan ekonomi, dan keadilan ekonomi rakyat tanpa mengganggu fungsi hutan beserta ekosistemnya.

“Hutannya juga bisa dipelihara dan keuntungannya bisa didapatkan oleh rakyat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, sejumlah daerah telah berhasil memanfaatkan hutan sosial, hutan adat, dan TORA sebagai lahan potensial melalui pengembangan bisnis agroferestry (wanatani), ekowisata, bio energy, hasil hutan bukan kayu, industri kayu rakyat, dan agrosilvopastura.

“Saya sudah melihat sekarang di beberapa provinsi, kabupaten/kota sudah mulai masuk ke sana, ke bisnis ekowisata dan laku. Dan, sudah memberikan hasil. Juga yang berkaitan dengan bisnis agrosilvopastura. Ini juga sudah dimulai. Bisnis bio energy, juga bisnis hasil hutan bukan kayu,” ujarnya.

Ia mempersilakan masyarakat untuk menentukan jenis tanaman apa saja yang cocok untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan nilai ekonomi.

Seiring berkembangnya teknologi, banyak masyarakat yang menanam pohon sengon, albasia, dan akasia di lahan perhutanan sosial. “Silakan. Semuanya harus dikalkulasi dan dihitung. Mana yang lebih menguntungkan, silakan kerjakan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Tegaskan Akan Pantau Penggunaan Lahan Hutan

Presiden Joko Widodo akan memantau penggunaan lahan hutan tersebut agar dapat digunakan untuk kegiatan produktif.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Jokowi: Redistribusi Aset, Jawaban Sengketa Agraria

Redistribusi aset menjadi jawaban atas sengketa agraria di berbagai daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Jokowi: Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga

Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk bersabar untuk menjalani proses vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Pengetatan PSBB, Mendagri Keluarkan Instruksi untuk Pemda

Mendagri mengeluarkan instruksi kepada Pemerintah Daerah tentang pemberlakuan kembali PSBB guna mengendalikan penularan Covid-19.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Ganjar: Pembatasan Kegiatan Masyarakat Bukan Hal yang Sulit

Gubernur Jawa Tengah mengatakan pembatasan kegiatan masyarakat bukan hal yang sulit.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Jelang Pensiun, Kapolri Dianugerahi Wing Kehormatan dan Brevet

Kapolri menerima Wing Kehormatan Penerbang Kelas I TNI Angkatan Udara dan Brevet Kapal Selam Hiu Kencana TNI Angkatan Laut.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Gubernur Sumut Pastikan Bupati dan Wali Kota Bersedia Divaksin

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan seluruh bupati dan wali kota di Sumut, sebagai orang pertama yang bersedia untuk disuntik vaksin Covid-19.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Pembebasan Ba'asyir Disebut Untungkan Pemerintahan Jokowi

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir ini dinilai sebagai salah satu bentuk politik kemanusiaan Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 7 Januari 2021

Presiden Serahkan SK Hutan Adat di Istana Negara

Dari 34 provinsi, hanya Provinsi DKI Jakarta yang tidak memiliki hutan sosial dan Provinsi DKI Jakarta tidak memiliki redistribusi tanah dari hutan.

NASIONAL | 7 Januari 2021

KPK Cecar Bos Gunadharma Anugerah

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa pemilik PT Gunadharma Anugerah, Moh. Zaini terkait kasus dugaan gratifikasi di Pemerintah Kota Batu.

NASIONAL | 7 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS