Cecar Pinangki soal Jaringan Andi Irfan Jaya, Hakim Singgung Partai Nasdem
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Cecar Pinangki soal Jaringan Andi Irfan Jaya, Hakim Singgung Partai Nasdem

Rabu, 6 Januari 2021 | 23:24 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat dengan terdakwa mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari, Rabu (6/1/2021). Sidang hari ini mengagendakan pemeriksaan Pinangki sebagai terdakwa.

Dalam persidangan ini, Ketua Majelis Hakim, IG Eko Purwanto mencecar Pinangki mengenai alasannya mengajak mantan politikus Partai Nasdem Andi Irfan Jaya untuk bertemu terpidana perkara korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia.

Hakim Eko mempertanyakan kapasitas dan peran Andi Irfan Jaya dalam pengurusan permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar Djoko Tjandra tak dieksekusi saat kembali ke Indonesia. Menjawab pertanyaan itu, Pinangki menyebut Andi Irfan mengaku memiliki jaringan yang dapat membantu Djoko Tjandra.

"Mohon izin Yang Mulia, jadi antara tanggal 20 sampai dengan 25 (November 2019) saya menceritakan kepada Irfan bahwa ada Djoko Tjandra dan Anita (Anita Kolopaking). Kemudian Irfan bilang, bahwa dia bisa bantu (Djoko Tjandra) dengan jaringan dia," kata Pinangki menjawab pertanyaan Hakim Eko Purwanto.

Mendengar jawaban Pinangki, Hakim Eko pun mencecar mengenai jaringan yang dimiliki Andi Irfan. Namun, Pinangki berkelit tak mengetahui mengenai jaringan yang dimaksud Andi Irfan.

"Saya kurang paham Yang Mulia. Siapanya atau bagaimana saya kurang paham. Tapi dia mengatakan iya bisa gitu saja," kata Pinangki.

Tak puas dengan jawaban tersebut, Hakim Eko kembali mencecar Pinangki. Hakim Eko mengaku memahami alasan Pinangki mengajak Anita yang berlatar advokat lantaran akan menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra. Namun, Hakim Eko ragu Pinangki tak mengetahui latar belakang atau jaringan yang dimiliki Andi Irfan. Apalagi, Pinangki telah lama mengenal Andi Irfan.

"Logikanya nggak mungkin saudara mengajak Irfan ke Djoko Tjandra, jauh jauh dari Indonesia untuk ke Kuala Lumpur tanpa memahami kualitas dan jaringan Irfan? Saudara menawarkan Anita karena dia advokat, saudara kemudian mengajak Irfan kerena dia bisa bantu karena punya jaringan logikanya nggak mungkin kalau saudara nggak paham. Jujur saja saya ingatkan itu. Jaringan apa?," cecar Hakim.

"Jadi temannya banyak, begitu Yang Mulia," jawab Pinangki.

"Temannya banyak, teman di mana. Dalam bidang apa?," cecar Hakim Eko.

"Secara spesifik tidak (tahu), tapi saya serahkan kembali ke Pak Djoko, Yang Mulia. Jadi supaya Pak Djoko yang background check saja Yang Mulia," jawab Pinangki.

Hakim Eko menilai jawaban Pinangki tak masuk akal. Hakim Eko meyakini Pinangki mengajak Andi Irfan bertemu Joko Tjandra lantaran mengetahui kapasitasnya, termasuk dalam membantu kesulitan Joko Tjandra.

"Intinya bahwa jaringan Irfan adalah jaringan terkait dengan urusan kasus Joko Tjandra?," tanya Hakim Eko.
"Iya Yang Mulia," jawab Pinangki.

Hakim Eko pun mencecar jaringan yang dimaksud Andi Irfan dalam lingkup Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung atau DPR. Hakim Eko pun menyinggung latar belakang Andi Irfan yang merupakan mantan politikus Partai Nasdem.

"Apakah karena Irfan punya latar belakang politisi Nasdem?," tanya Hakim Eko.

Namun, menjawab berbagai pertanyaan Hakim, Pinangki terus berkelit tak memahami jaringan yang dimaksud.
"Saya juga kurang paham Yang Mulia," kata Pinangki.

Hakim Eko mengingatkan Pinangki keterangan yang disampaikan di persidangan seharusnya jelas. Menurutnya janggal jika Pinangki mengajak dan mempercayai Andi Irfan untuk berurusan dengan Djoko Tjandra tanpa memahami latar belakang maupun kapasitas yang dimiliki Andi Irfan.

"Di persidangan ini harus jelas. Tapi lucu juga kalau saudara enggak paham. Tapi kemudian membawa Irfan untuk dipercaya berurusan dengan Djoko Tjandra. Terus terang majelis bisa memahami saudara membawa Anita karena dia advokat untuk membantu urusan Djoko dalam bidang hukum. Nah sekarang Irfan ini dibawa dalam rangka apa," tegasnya.

Menjawab hal tersebut, Pinangki mengaku hanya menyampaikan pesan Andi Irfan kepada Djoko Tjandra mengenai akses dan jaringan yang dimilikinya tanpa menjelaskan lebih rinci.

"Ya bahasanya waktu itu dia (Andi Irfan) hanya mengatakan bisa (bantu) dengan akses saya dan jaringan saya. Saya sampaikan ke Pak Djoko dan Pak Djoko waktu itu belum mengiyakan kemudian sehari setelahnya dia mengatakan oke bawa saja ke sini," kata Pinangki.
Hakim pun mempertanyakan informasi yang disampaikan Pinangki kepada Joko Tjandra saat memperkenalkan Andi Irfan. Termasuk, mengenai jaringan atau prestasi yang dicapai Andi Irfan.

"Tidak (tidak disampaikan jaringan atau prestasi Andi Irfan) Pak Djoko sendiri yang memutuskan Yang Mulia," kata Pinangki.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

100 Anggota DPRD Sumut Terima Laptop Seharga Rp 23 Juta Per Unit saat Pandemi

Anggota DPRD Sumut mendapat laptop yang tiap unitnya berharga Rp 23 juta di saat pandemi.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Jembatan Penghubung Desa di Malang Roboh, 7.450 Jiwa Terisolasi

Sebuah jembatan sepanjang 15 meter di Dusun Druju RT 02 RW 08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang roboh setelah diterjang banjir.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Rekrutmen Guru PPPK Jadi Program Prioritas 2021

Rekrutmen guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja menjadi program prioritas Kemdikbud.

NASIONAL | 5 Januari 2021

P2G Minta Asesmen Nasional Ditunda

Perhimpunan Pendidikan dan Guru meminta asesmen nasional 2021 ditunda.

NASIONAL | 6 Januari 2021

9 Kecamatan di Bantul Zona Merah Covid-19

Sembilan kecamatan di Bantul yang masuk zona merah Covid-19 yakni Sedayu, Sewon, Banguntapan, Bantul, Pleret, Jetis, Pandak, Srandakan, dan Kretek.

NASIONAL | 6 Januari 2021

KPK Minta MA Perhatikan Fenomena Koruptor Ajukan PK

KPK meminta kepada MA untuk memerhatikan fenomena maraknya terpidana kasus korupsi yang mengajukan peninjauan kembali.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Banjir Masih Rendam Delapan Kecamatan di Aceh Timur

8 kecamatan di kabupaten Aceh Timur masih terendam banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari lalu.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Wali Kota Batu Tidak Tahu Alasan KPK Geledah Tiga Kantor Dinas

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengaku tidak mengetahui tujuan penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Kebangkitan Pariwisata, GIPI: Sandiaga Gerak Cepat

Komitmen Sandiaga menjadikan wisatawan nusantara sebagai andalan sangat tepat.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kota Kediri

Sejumlah daerah di Kota Kediri, Jawa Timur, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur daerah itu sejak Rabu (6/1/2021) sore.

NASIONAL | 6 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS