Siti Nurbaya Sampaikan Refleksi 2020 dan Tiga Fokus Kerja Kementerian LHK 2021
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Siti Nurbaya Sampaikan Refleksi 2020 dan Tiga Fokus Kerja Kementerian LHK 2021

Rabu, 30 Desember 2020 | 19:56 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyampaikan refleksi kinerja KLHK selama tahun 2020, dan persiapan langkah-langkah sektor LHK tahun 2021, pada acara Refleksi 2020: The State of Indonesia's Forest (SOIFO) 2020, Hints (Pokok-pokok) dan Seek (Harapan) 2021, di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Dalam acara yang berlangsung hybrid, secara luar jaringan dan dalam jaringan (luring dan daring), Menteri Siti menjelaskan, tahun 2020 menjadi momen untuk pemantapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kerja KLHK, pemantapan sasaran nasional, serta pemulihan.

"Pandemi Covid-19 memberikan ruang kita untuk berkontemplasi, dan semakin menegaskan pertautan keseimbangan ekonomi-ekologi-sosial untuk pembangunan nasional. Saya kembali tegaskan, upaya pemulihan lingkungan melekat dengan langkah pembangunan ekonomi," kata Siti Nurbaya pada acara yang dihadiri lebih dari 1.000 peserta.

Siti Nurbaya mengungkapkan ada tiga fokus kerja KLHK pada 2021. Pertama, pemantapan Perhutanan Sosial sebagai basis pembangunan ekonomi rakyat. Bobot kegiatannya yaitu pemberian akses lahan, kesempatan usaha dan fasilitasi yang terintegrasi.

Kedua, pemulihan lingkungan secara sistematis, masif, meluas, dan melembaga. Upaya ini meliputi pemulihan gambut dan mangrove, serta rehabilitasi hutan dengan kerja bersama secara besar-besaran, ekspansif, substansial dengan muatan kerja rehabilitasi berupa pembibitan, penanaman dan pemeliharaan.

Ketiga, penyederhanaan bagian elemen masyarakat untuk berusaha menjadi produktif, dengan pengawasan standard, dan law enforcement, dengan satu tujuan yaitu lingkungan yang sustainable.

Pada kegiatan Refleksi Tahun 2020, KLHK juga meluncurkan buku The State of Indonesia's Forest (SOIFO) 2020. Bagi pemerintah Indonesia, gambaran keadaan hutan dan kehutanan Indonesia dalam SOIFO 2020 ini dapat dianggap sebagai sebuah dokumen politik. Buku tersebut merefleksikan proses partisipatif dalam mencapai konsensus berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan hutan Indonesia. Dalam buku ini juga menunjukkan konsistensi corrective actions, dan dapat menjadi referensi internasional.

"Kehadiran buku ini menjadi bukti penting untuk 'Write what you do' dan 'Do what you write'. Jadi tulis apa yang kamu kerjakan, jangan mengarang-ngarang. Selain itu, kita konsisten terhadap rencana-rencana kerja kita untuk implementasinya. Dengan prinsip sesederhana itu juga, kita membangun nilai-nilai produktif bagi bangsa ini, di samping membangun energi positif yang sedang sangat-sangat dibutuhkan," ungkap Siti.

"Besar harapan kita bersama, agar tahun 2021 dan tahun-tahun seterusnya, kita tetap selalu dapat mencatatkan kemajuan dan pencapaian yang lebih baik demi kemaslahatan rakyat dan kehidupan di planet bumi yg lebih berkelanjutan," lanjutnya.

Transparansi
Penasihat Senior Menteri LHK selaku editor pelaksana SOIFO 2020 Efransjah mengatakan buku ini menunjukkan kepada dunia internasional tentang transparansi pengelolaan kehutanan di Indonesia. "Kita menyajikan apa adanya dalam buku ini. Meski begitu, silahkan saja kalau ada yang mau membahas dari aspek keilmuan lain misalnya," katanya.

Bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), Buku SOIFO pertama kali diterbitkan pada tahun 2018, dan mendapat respons positif khususnya dari kalangan internasional. Berdasarkan pengalaman tersebut, SOIFO akan diperbarui secara berkala, untuk memenuhi harapan publik.

FAO Indonesia Representative Ad Interim, Richard Trenchard menyampaikan apresiasi atas peluncuran SOIFO 2020 ini. "Buku yang luar biasa, mencakup laporan hutan dan kehutanan Indonesia yang disusun dengan baik. Buku ini saya harap dapat dibaca tidak hanya di level nasional, tetapi juga di tataran internasional," ucapnya.

Apresiasi terhadap SOIFO 2020 juga datang dari pelaku usaha kehutanan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo, mengatakan publikasi ini akan menjadi referensi bagi khalayak luas, khususnya bagi kalangan pelaku usaha kehutanan.

"Saya ingat pada tahun 2018, kami sempat bingung untuk mencari sumber informasi dan data kehutanan Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran buku ini sangat membantu kami mendapatkan referensi yang kredibel," ujarnya.

Pada sesi penutup, Wakil Menteri LHK Alue Dohong menyampaikan apresiasi kepada seluruh Eselon I beserta jajaran atas kinerja dan capaian luar biasa kendati Covid-19 melanda. Dalam pandangannya, keberhasilan tersebut diantaranya karena faktor regulasi dan kebijakan KLHK yang menjadi landasan dasar.

"Selain dukungan 4M (Man, Money, Method, Material) yang bagus, penggunaan teknologi, aksi kolaboratif, dan pentaholix approach juga menentukan keberhasilan ini. Adapun yang menjadi kunci pendukung keberhasilan kinerja KLHK yaitu adanya strong leadership dari Ibu Menteri LHK," ungkapnya.

Wamen Alue mengingatkan, dalam bekerja perlu dukungan partisipasi, tidak bisa sektoral, melainkan multisektor atau lintas sektor, lintas pemerintahan, dan lintas eselon. "Berdasarkan hal-hal tersebut, untuk tahun 2021 saya yakin kita bisa membuat lompatan lebih besar. Meski begitu, kita tidak boleh jumawa atau sombong, istilahnya harus tetap berdoa seraya bekerja. Mari kita sama-sama jalankan dengan prinsip kolaboratif, adaptif, sinergi dan seterusnya," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kinerja Tahun 2020, Nadiem Banjir Dukungan dari DPR dan Akademisi

Mendikbud Nadiem Makarim mampu melakukan berbagai penyesuaian di saat pandemi ini sehingga proses pembelajaran tetap dapat terlaksana dengan baik.

NASIONAL | 30 Desember 2020

KPK Sudah Buat 20 Laporan Kajian Penanganan Covid-19

KPK mengaku telah membuat 29 laporan kajian sepanjang 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 20 laporan kajian berkaitan dengan penanganan Covid-19 dan PEN.

NASIONAL | 30 Desember 2020

FPI Tidak Diizinkan Beraktivitas, Polri: Kita Akan Tegakkan

Polri pasti akan mengambil langkah-langkah disesuaikan dengan tugas pokok Polri sesuai dalam UU kepolisian.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Gubernur Sulsel Serahkan 50 Rumah Hunian Tetap pada Korban Banjir Masamba

Selama 2 tahun memimpin Sulsel, Nurdin selalu menempatkan diri sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

NASIONAL | 30 Desember 2020

KPK Minta Pembelian Vaksin Jumlah Besar Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3

KPK telah merekomendasikan kepada pemerintah untuk pengadaan vaksin Covid-19 dalam jumlah besar sebaiknya menunggu hasil uji klinis tahap 3.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Rapid Test Antigen Jadi Syarat Masuk Sulteng

Keputusan tersebut berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, menyusul adanya lonjakan tajam kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di sejumlah daerah.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Polisi Awasi Pesantren Terkait JI

Mabes Polri mengaku telah memetakan sejumlah pondok pesantren yang berafiliasi dan menjadi donatur Jamaah Islamiyah (JI).

NASIONAL | 30 Desember 2020

FPI Dilarang, Ken Setiawan Apresiasi Langkah Tegas Pemerintah

Sejak lama antara FPI dan Ikhwanul Muslimin sudah terlihat akrab dan saling dukung dalam berbagai kegiatan

NASIONAL | 30 Desember 2020

Rumah Sakit di Jambi Masih Mampu Tampung Pasien Covid-19

Ruang isolasi perawatan pasien positif Covid-19 di 13 rumah sakit tersebut memiliki 375 unit tempat tidur.

NASIONAL | 30 Desember 2020

7 Orang Masih Jadi Buronan KPK, Salah Satunya Harun Masiku

KPK mencatat, terdapat 10 orang tersangka kasus korupsi yang masuk dalam daftar buronan lembaga antikorupsi itu. Tiga ditangkap, dan 7 masuk DPO.

NASIONAL | 30 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS