Edhy Prabowo Diduga Terima Suap Pengiriman Ekspor Benur
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Edhy Prabowo Diduga Terima Suap Pengiriman Ekspor Benur

Rabu, 30 Desember 2020 | 06:01 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diduga tak hanya menerima suap terkait perizinan ekspor benih bening lobster atau benur. Politikus Partai Gerindra itu juga diduga menerima suap dari eksportir terkait proses pengiriman benur ke luar negeri.

Aliran uang dari para eksportir baik yang terkait perizinan dan proses pengiriman menjadi materi yang didalami tim penyidik saat memeriksa Edhy sebagai saksi kasus dugaan suap izin ekspor benur, Selasa (29/12/2020).

Edhy yang telah menyandang status tersangka kasus ini diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka staf khususnya, Andreau Pribadi Misata.

“Penyidik mendalami terkait dugaan aliran uang dari berbagai pihak eksportir yang mendapatkan izin ekspor benih lobster maupun pengirimannya,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (29/12/2020).

Selain soal aliran suap, tim penyidik juga mencecar Edhy soal mekanisme pengurusan izin ekspor benur.

“Di samping itu, penyidik juga mendalami soal pengetahuan saksi mengenai mekanisme pengurusan untuk perizinan ekspor benur lobster tersebut,” kata Ali.

Dari proses penyidikan sejauh ini, KPK telah menyita uang sebesar Rp 16 miliar terkait kasus dugaan suap ekspor benur yang menjerat Edhy. Uang tersebut saat ini berada di rekening penampung KPK.

Dalam konstruksi perkara yang dibeberkan KPK diketahui, setiap eksportir hanya dapat mengekspor benih lobster melalui forwarder PT Aero Citra Kargo (ACK) dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Dalam menjalankan monopoli bisnis kargo tersebut, PT ACK menggunakan PT Perishable Logistics Indonesia (PLI) yang tergabung dalam ATT Group sebagai operator lapangan pengiriman benur ke luar negeri.

Diduga, dari tarif Rp 1.800 per ekor yang ditetapkan untuk pengiriman benur ke luar negeri, terdapat fee untuk Edhy Prabowo yang memiliki saham di PT ACK dengan meminjam nama atau nominee Amri dan Ahmad Bahtiar. Kedua nama itu yang kemudian menampung aliran dana dari PT ACK untuk Edhy yang diduga berasal dari para eksportir benur.

“Antara lain dari akumulasi dari 1800 per ekor,” ungkap Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (28/12/2020).

Namun, Ali enggan mengungkap berapa jatah Edhy dari pengiriman dengan tarif Rp 1.800 per ekor itu. Pun termasuk besaran tarif PLI dalam pengiriman ekspor benur tersebut.

KPK berulang kali memastikan bakal mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam sengkarut dugaan suap ekspor benur ini, termasuk mendalami dugaan keterlibatan PT PLI,

Apalagi, dua petinggi PT PLI, yakni Direktur PT PLI, Deden Deni P dan pengendali PT PLI, Dipo Tjahjo P telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak 4 Desember 2020. Selain keduanya, KPK juga meminta Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk mencegah bepergian ke luar negeri terhadap anggota DPR dari Fraksi Gerindra sekaligus istri dari Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi, serta Neti Herawati yang merupakan istri dari pengurus PT ACK, Siswadhy yang juga menyandang status tersangka kasus ini.

Empat orang yang dicegah ke luar negeri tersebut sebelumnya sempat turut diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh tim Satgas KPK. Namun, keempatnya dilepaskan dengan status sebagai saksi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

5 Kapal Nelayan Asing Ditenggelamkan di Perairan Kepri

Kelima kapal nelayan tersebut meliputi empat kapal berbendera Vietnam, dan satu kapal berbendera Malaysia.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Menteri Yasonna Ingatkan Jajarannya Jaga Integritas

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengingatkan jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja dan tetap menjaga integritas.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Wujudkan Semangat Kebangsaan, BNPT-PW Fatayat NU Jabar Jalin Kerja Sama

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi teladan dan gambaran umat Islam yang dapat hidup rukun antar umat beragama lainnya.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Pelabuhan Penyeberangan Bias Munjul Bali Mulai Dibangun

Pelabuhan penyeberangan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung, Bali, mulai dibangun.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Hakim Ultimatum Pinangki soal Ancaman Pidana Berikan Keterangan Palsu

Hakim Damis mengingatkan Pinangki dan Andi Irfan agar jujur dalam memberikan keterangan.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Terima Resident Representative UNDP Indonesia, Menteri LHK: 2021 Tahun Kerja Nyata

Kerja sama Pemerintah Indonesia dengan UNDP sudah dimulai sejak ditandatanganinya Persetujuan Kerangka Kemitraan pada 28 September 2012.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Realisasi PEN Perlindungan Sosial Capai 98,54%

Realisasi PEN sektor perlindungan sosial sudah mencapai 98,54 persen atau setara dengan Rp125,35 triliun.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Awal 2021, Waspadai Curah Hujan Tinggi

Masyarakat perlu mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan di atas normal pada puncak musim hujan Januari hingga Februari 2021.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Kematian Tenaga Kesehatan Akibat Covid-19 Indonesia Masih Tertinggi di Dunia

Hingga 24 Desember jumlah nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 465 orang, di mana 230 di antaranya adalah dokter.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Tekan Covid-19, Banyuwangi Tutup Semua Objek Wisata

Banyuwangi akan menutup semua objek wisata sesuai rekomendasi yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

NASIONAL | 29 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS