Hindari Konsumsi dari Wadah atau Kemasan Mengandung BPA
Logo BeritaSatu

Hindari Konsumsi dari Wadah atau Kemasan Mengandung BPA

Selasa, 15 Desember 2020 | 06:51 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk menghindari mengonsumsi makanan atau minuman yang ditempatkan dalam wadah yang mengandung BPA (bisphenol A).

Menurut dokter spesialis anak Neonatologist dr. Daulika Yusna, Sp.A, kemasan makanan dan minuman atau galon dengan kandungan yang tidak tepat, seperti mengandung BPA, sangat berbahaya jika isinya dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu lama.

"Bahaya BPA dapat dirasakan dalam waktu lama. Jadi bahaya BPA tidak serta merta berefek. Contohnya, pada gangguan hormon pada anak atau balita yang sedang tumbuh. Gangguan lainnya dapat memicu kanker jika BPA dikonsumsi terus menerus," papar dokter dari RS Mayapada Kuningan di Jakarta, Senin (14/12/2020), melalui keterangan tertulis.

Dokter spesialis kandungan dr Darrel Fernando SpOG menyatakan diperlukan sikap yang bijaksana untuk meneliti lebih dulu kode kemasan dan bahan kemasan makanan dan minuman yang disajikan.
"Kita harus teliti melihat kode plastik pada setiap produk yang kita gunakan," ujarnya dalam webinar dengan tema "Mengenal BPA dari Rumah" yang diselenggarakan oleh Cerdik Sehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mayapada dan Parentalk.

Dia mencontohkan kode plastik nomor 7 (jenis plastik polykarbonat) yang perlu diperhatikan dalam kemasan makanan karena kode plastik itu biasanya mengandung BPA. "Meskipun bukan di level yang berbahaya, tapi kalau bisa dihindari agar tidak terjadi akumulasi jangka panjang," ujar dokter dari RS Mayapada itu.

Pakar teknologi pangan Dr-Ing Azis Boing Sitanggang S.TP MSc memaparkan masuknya BPA ke dalam tubuh melalui dua cara, yaitu dietary exposure dan nondietary exposure.

Cara yang pertama migrasi BPA ke makanan dari bahan pengemas yang kontak dengan minuman atau makanan dan cara yang kedua, antara lain debu, thermal paper, kosmetika dan lain lain.
"Masalah BPA adalah migrasi. Migrasi adalah berpindahnya zat kimia BPA yang ada pada kemasan makanan ke dalam produk pangan. Kita akan terpapar jika kita mengkonsumsi produk pangan yang terkontaminasi BPA. Hindari risiko dengan mengurangi paparan," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut co-founder parentalk.id Nucha Bachri, hal yang harus orang tua lakukan di rumah adalah berani menyingkirkan wadah makanan atau minuman yang mengandung BPA.

Orang tua, lanjutnya, harus memperhatikan baik-baik dan mempelajari serta mencari tahu dulu bahan yang akan dibeli seperti apa, jangan sampai mengandung BPA yang dapat mempengaruhi kesehatan balita.
"Jangan membeli karena tertarik pada bentuk kemasannya melainkan mengutamakan faktor kesehatannya. Sebagai orang tua apakah kita sudah berkomitmen memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak kita," ujarnya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gubernur Sulut Dukung KPK Tertibkan Aset Negara

KPK bisa optimalkan uang negara dari penertiban empat aset BMN sebesar Rp 548,2 triliun.

NASIONAL | 15 Desember 2020

8 Universitas di Selandia Baru Tawarkan Beasiswa Rp 2,9 Miliar

Pemerintah Selandia Baru dan NCUK menghadirkan program pra-kuliah di Indonesia.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Jawaban di Masa Pandemi

Konsep inklusi sosial dilakukan dengan melibatkan peran aktif masyarakat lewat bermacam aktivitas.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Pengamat: Seorang Pendidik Tidak Boleh Berpikiran Sempit

Pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan banyak guru-guru di Jakarta yang masih dirasuki pikiran sempit.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Penghitungan Sirekap KPU, Petahana dan Dinasti di Cilegon Tumbang

Ratu Ati Marliati dan Sokhidin tumbang berdasarkan perhitungan versi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Selasa, Bupati Bogor Jalani Pemeriksaan Kerumunan Megamendung

Bupati Bogor akan menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, terkait kerumunan FPI di Megamendung, Bogor, November silam.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Pemerintah Larang Kerumunan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru 2021.

NASIONAL | 14 Desember 2020

PVK Award 2020 Berikan Penghargaan Insan Pariwisata

PVK menggelar event pemberian penghargaan kepada seluruh instansi yang berkecimpung di bidang industri pariwisata lewat ajang PVK Award 2020.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Bobby Pemimpin Semua Golongan, MUI Kawal Program Keumatan

Bobby juga mendapatkan nasihat saat bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kota Medan, HM Hatta.

NASIONAL | 14 Desember 2020

32 Perusahaan Terima Anugerah Proper Emas dari Kementerian LHK

Prinsip untuk membangun kepedulian untuk berbagi menjadi penting terutama di masa pandemi.

NASIONAL | 14 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS