Teroris dan Radikalis Masih Ada, Fraksi PKB Minta Semua Pihak Tidak Lengah
Logo BeritaSatu

Teroris dan Radikalis Masih Ada, Fraksi PKB Minta Semua Pihak Tidak Lengah

Selasa, 1 Desember 2020 | 21:05 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus pembunuhan sekeluarga yang diduga dilakukan kelompok Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), menjadi bukti jika bibit terorisme atas nama agama masih ada. Fakta ini harus disikapi secara serius oleh setiap pemangku kepentingan untuk tidak membiarkan bibit terorisme berkembang dengan terus memoderasi cara beragama.

“Kami mengutuk aksi kejam Ali Kalora Cs di Sigi. Kami meminta semua kalangan tidak lengah karena kelompok radikalis dan teroris masih ada di sekitar kita. Kami juga mendesak agar pemerintah terus berkampanye pentingnya moderasi cara beragama dari tingkatan paling kecil yakni keluarga,” ujar Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Sjamsurijal, Selasa (1/12/2020).

Cucun menjelaskan tindakan Ali Kalora Cs dengan membunuh empat orang yang masih satu keluarga jelas tidak dibenarkan, apalagi jika alasan pembunuhan tersebut atas nama perbedaan agama. Menurutnya tindakan Ali Kalora jelas aksi terorisme yang bertujuan memunculkan ketakutan di kalangan masyarakat.

“Jelas tindakan Ali Kalora Cs bertentangan dengan ajaran agama Islam, maka perilaku itu jelas tidak pernah dibenarkan di hadapan hukum positif maupun hukum Islam itu sendiri,” ujar Cucun.

Anggota Komisi III DPR tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah TNI dan Polri yang bergerak cepat menyikapi kasus ini. Berdasarkan informasi yang diterima saat ini Polri terus menambah jumlah posko pengamanan di sekitar wilayah pembantaian empat warga di Sigi.

Selain itu Panglima TNI juga telah membentuk pasukan khusus untuk membantu Polri untuk menangkap gerombolan Ali Kalora. “Memang harus diakui medan di sana berat. Gerombolan ini memanfaatkan lebatnya hutan dan sulitnya medan pegunungan untuk bersembunyi. Mereka juga disiplin untuk tidak menggunakan alat komunikasi sehingga menyulitkan pelacakan. Tapi kami yakin TNI/Polri punya kemampuan memadai untuk mengejar dan membasmi kelompok ini,” tegas Cucun.

Cucun mengatakan dengan peristiwa ini menjadi pengingat jika bibit terorisme masih ada di Indonesia. Pemerintah harus terus maju dalam upaya penanggulangan bibit terorisme tersebut. Menurutnya pemerintah harus bisa bergandeng tangan dengan pemuka agama, ormas, hingga lembaga-lembaga pendidikan berbasis agama untuk mengkampanyekan bahaya radikalisme.

“Radikalisme dan terorisme selalu berawal dari cara pandang intoleran yang biasanya muncul dari cara beragama yang sempit dan jumud. Oleh karena itu perlu terus dilakukan kampanye perlunya moderasi cara beragama di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang memang secara sunnatullah beragam,” katanya.

Legislator asal Jawa Barat ini menilai keluarga mempunyai peran penting dalam menanamkan cara-cara beragama yang moderat. Menurutnya pemerintah harus mengandeng keluarga sebagai unit terkecil masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan cara Beragama yang moderat bagi anak-anak dan remaja di Indonesia.

“Para radikalis selalu menyasar anak-anak muda untuk diracuni pemikirannya dengan bibit-bibit radikalisme, maka keluarga harus menjadi benteng pertama agar anak muda di Indonesia waspada terhadap bahaya pemikiran radikal utamanya yang mengatasnamakan agama,” ucap Cucun.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PDIP: Mengubah Azan Bertentangan dengan Seruan Dua Masjid Suci Sedunia

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengubah kata-kata dalam azan.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Ganjar Doakan Anies dan Riza Sembuh

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mendoakan kesembuhan bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kejagung Periksa Tiga Mantan Pejabat Pelindo II

Kejagung menyelidiki dugaan korupsi berupa kerja sama antara PT JICT dengan PT Pelindo II.

NASIONAL | 1 Desember 2020

PDIP Soroti Kasus Kekerasan Seksual

Anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka menyoroti berita dan kasus kekerasan seksual yang kembali menyeruak.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kejagung Kembali Dalami Kasus Korupsi Pembelian Gas Bumi di Sumsel

Kejaksaan Agung mulai melakukan pemeriksaan kembali kepada pihak yang terkait kasus pembelian gas bumi di Sumatera Selatan.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kejagung Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi Koni Pusat

Kejaksaan Agung kembali memeriksa empat orang saksi terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di KONI Pusat.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kasus Tes Usap Rizieq Syihab, Pekan Depan Naik ke Penyidikan

Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan Dirut RS Ummi Bogor Andi Tatat karena menghalangi melakukan tes usap.

NASIONAL | 1 Desember 2020

HUT OPM, Polri: Situasi Tidak Ada yang Menonjol

Situasi keamanan di Papua terpantau kondusif pada HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) 1 Desember hari ini, Selasa (1/12/2020).

NASIONAL | 1 Desember 2020

Fantastis, Pengobatan Satu Pasien Covid-19 Habiskan Rp 184 Juta Per Hari

Satu pasien Covid-19 menghabiskan biaya pengobatan rata-rata Rp 184 juta setiap harinya.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Danai Terorisme, JI Kumpulkan Uang Sumbangan di Minimarket

Hal ini diterungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap 24 anggota JI yang ditangkap selama periode Oktober-November 2020.

NASIONAL | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS