Korban Berjatuhan, Setara Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Atasi Konflik Papua
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Korban Berjatuhan, Setara Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Atasi Konflik Papua

Sabtu, 28 November 2020 | 17:13 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Setara Institute for Democracy and Peace mempertanyakan keseriusan pemerintah mengatasi konflik di Papua karena korban jiwa di sana terus bertambah.

Melalui rilis yang diterima Sabtu (28/11/2020), Setara menyebut kasus penembakan terhadap warga sipil kembali terjadi di Papua. Penembakan terjadi dua kali pada hari yang sama, namun berbeda waktu.

Berdasarkan informasi yang didapat, penembakan pertama terjadi pada Jumat (19/11/2020), sekitar pukul 11.00. Adapun yang menjadi korban berinisial AT dan MM yang merupakan dua pelajar SMAN 1 dan SMKN 1 Ilaga.

Penembakan kedua terjadi selang sejam berikutnya, pukul 12.00 siang, tak jauh dari lokasi pertama. Korban penembakan berinisial AA seorang pegawai Dinas Pertanian, WT (17), dan WM (12). Dua korban terakhir merupakan siswa Sekolah Alkitab Eromaga dan siswa SD YPPK Mudidok. Mereka hendak merayakan Natal bersama orang tua di ibu kota Ilaga.

Kasus penembakan ini semakin memperpanjang catatan penembakan di Papua, bahkan belum lama terjadi, yakni penembakan terhadap pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Sabtu (19/9).

Beberapa waktu sebelumnya, pada 18 Juli lalu, dua warga sipil berinisial EK (40) dan putranya SK (20) juga menjadi korban penembakan aparat di Nduga. Kemudian pada 13 April, EAB (19) dan RW (23) juga menjadi korban penembakan yang oleh aparat di Distrik Kwamki Narama, Timika Papua.

Rentetan kasus penembakan ini seharusnya membuat tindakan pemerintah dalam penanganan kasus di Papua lebih terukur, kontinyu, solutif, dan berkesinambungan.

Dalam konteks kasus penembakan Pendeta Yeremia misalnya, sampai sekarang belum terdapat informasi terkait tindak lanjut pemerintah atas hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta yang menemukan ada dugaan keterlibatan aparat dalam penembakan tersebut di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua.

Termasuk tindak lanjut atas hasil investigasi Komnas HAM yang eksplisit menyebut nama terduga pelaku penembakan.

Lambannya pemerintah dalam menindaklanjuti pelbagai laporan dan hasil investigasi beberapa pihak tersebut berimplikasi terhadap tersendatnya penegakan hukum terhadap terduga pelaku. Sehingga, pelbagai kasus penembakan di Papua akan menguap begitu saja tanpa ada kejelasan siapa pelaku dan penegakan hukumnya.

Pelbagai kasus penembakan yang memakan korban jiwa, terutama dari masyarakat sipil, semakin memperlihatkan pendekatan keamanan tidak menjadi jawaban atas persoalan konflik di tanah Papua.

Pendekatan keamanan hanya akan menjadi api dalam sekam, karena perspektif keamanan dan stabilitas negara hanya mengedepankan cara bagaimana membuat kondisi yang tengah bergejolak kembali stabil dan kondusif, sementara substansi permasalahan luput.

Pendekatan keamanan juga hanya akan semakin menambah daftar korban jiwa, terutama masyarakat sipil yang tidak bersalah.

Dalam penyelesaian konflik di Papua, pemerintah pusat seharusnya mengedepankan bagaimana cara untuk memastikan rasa aman dan keamanan masyarakat Papua terlebih dahulu, mengingat warga sipil juga menjadi korban penembakan.

Upaya ini dapat dilakukan dengan meminta aparat dan pihak kelompok bersenjata untuk melakukan kesepakatan penghentian permusuhan (cessation of hostilities) agar dialog mencari jalan damai dapat dilakukan, sehingga korban jiwa tidak ada lagi.

Selain itu juga dapat dilakukan pendekatan kenegaraan dengan mengirimkan utusan khusus (special envoy) ke Papua untuk membangun komunikasi yang konstruktif dan menyelesaikan persoalan sampai keakar-akarnya dengan pihak-pihak terkait di Papua.

Special envoy ini juga harus dipastikan merupakan utusan yang dapat dipercaya dan diterima dengan baik oleh masyarakat Papua, sehingga utusan ini tidak dianggap bersifat formalitas atau politis dari pusat. Dengan demikian, upaya menjaga Papua tetap di NKRI dapat dilakukan tanpa senjata, karena upaya-upaya ini dapat mengeliminasi kekuatan bersenjata sebagai sarana solutif, penyelesaian, atau pun pemecah masalah keamanan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Teror di Sulteng, Setara Institute Ingatkan Pemerintah Tidak Boleh Lengah

Setara mendesak Satgas Operasi Tinombala mengoptimalkan sisa masa tugas untuk perburuan belasan anggota MIT Poso yang masih berkeliaran di hutan dan pegunungan.

NASIONAL | 28 November 2020

Jokowi Tegaskan Covid-19 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pembelajaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pandemi Covid-19 tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran.

NASIONAL | 28 November 2020

Pemkot Malang Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak

Komitmen kota layak anak diwujudkan melalui kebijakan pembangunan inklusif.

NASIONAL | 28 November 2020

Wali Kota Cimahi Diduga Minta Jatah Rp 3,2 Miliar

Uang yang dimintai Ajay merupakan 10 persen dari Rancangan Anggaran Biaya yang dikerjakan subkontraktor pembangunan RSU Kasih Bunda senilai Rp 32 miliar.

NASIONAL | 28 November 2020

Menteri Edhy Ditangkap KPK, Ini Curhat Keponakan Prabowo Subianto

Saras sudah tahu kasus Menteri Kelautan dan Perikanan akan dimainkan untuk menyerangnya dalam kontestasi politik.

NASIONAL | 28 November 2020

Grab Indonesia Luncurkan Inisiatif Carbon Offsetting

Grab Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

NASIONAL | 28 November 2020

Ridwan Kamil Prihatin dengan Penangkapan Wali Kota Cimahi

Kang Emil berharap ke depan tidak ada lagi kasus operasi tangkap tangan atau OTT oleh KPK terhadap bupati atau wali kota di Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL | 28 November 2020

Mendes PDTT: Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan penggunaan dana desa harus memerhatikan prinsip pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM.

NASIONAL | 28 November 2020

Ini Rencana Kemhub Dukung Pemulihan Pariwisata

Di kawasan 5 Bali Baru, Kemhub akan mempersiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara yang menjadi konsumen potensial.

NASIONAL | 28 November 2020

Bamsoet Ajak IMI Jadi Duta Empat Pilar MPR

Dikatakan Bamsoet, komitmen IMI terhadap nilai-nilai kebangsaan yang mengedepankan prinsip gotong royong dan menjunjung tinggi jiwa dan semangat nasionalisme.

NASIONAL | 28 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS