Wali Kota Cimahi Diduga Minta Jatah Rp 3,2 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Wali Kota Cimahi Diduga Minta Jatah Rp 3,2 Miliar

Sabtu, 28 November 2020 | 17:04 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Ajay diduga meminta jatah kepada Hutama Yonathan sebesar Rp 3,2 miliar terkait perizinan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda Cimahi. Uang yang dimintai Ajay merupakan 10 persen dari Rancangan Angggaran Biaya (RAB) yang dikerjakan subkontraktor pembangunan RSU Kasih Bunda senilai Rp 32 miliar.

"AJM (Ajay Muhammad Priatna) diduga meminta sejumlah uang Rp 3,2 miliar yaitu sebesar 10 persen dari nilai RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang dikerjakan oleh subkontraktor pembangunan RSU KB (Kasih Bunda) senilai Rp 32 miliar," kata Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Permintaan uang sebesar Rp 3,2 miliar itu disampaikan Ajay saat bertemu Hutama di sebuah restoran daerah Bandung. Penyerahan uang disepakati dilakukan secara bertahap oleh salah satu staf keuangan di RSU Kasih Bunda kepada Ajay melalui orang kepercayaannya.

"Untuk menyamarkan adanya pemberian uang kepada AJM tersebut, pihak RSU KB membuat rincian pembayaran dan kuitansi fiktif seolah-olah sebagai pembayaran pekerjaan fisik pembangunan," kata Firli.

Dari nilai Rp 3,2 miliar yang telah disepakati, Ajay diduga telah menerima Rp 1,66 miliar dengan lima kali pemberian sejak 6 Mei 2020. Saat transaksi kelima kalinya antara perwakilan Hutama dan Ajay di salah satu rumah di Bandung pada Jumat (27/11/2020), tim Satgas KPK bergerak dengan melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) dan membekuk sejumlah pihak termasuk Ajay dan Hutama.

"Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang sejumlah Rp 425 juta dan dokumen keuangan dari pihak RSU KB," kata Firli.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Ajay yang ditetapkan sebagai sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Hutama yang menjadi tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (F-5)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Edhy Ditangkap KPK, Ini Curhat Keponakan Prabowo Subianto

Saras sudah tahu kasus Menteri Kelautan dan Perikanan akan dimainkan untuk menyerangnya dalam kontestasi politik.

NASIONAL | 28 November 2020

Grab Indonesia Luncurkan Inisiatif Carbon Offsetting

Grab Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

NASIONAL | 28 November 2020

Ridwan Kamil Prihatin dengan Penangkapan Wali Kota Cimahi

Kang Emil berharap ke depan tidak ada lagi kasus operasi tangkap tangan atau OTT oleh KPK terhadap bupati atau wali kota di Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL | 28 November 2020

Mendes PDTT: Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan penggunaan dana desa harus memerhatikan prinsip pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM.

NASIONAL | 28 November 2020

Ini Rencana Kemhub Dukung Pemulihan Pariwisata

Di kawasan 5 Bali Baru, Kemhub akan mempersiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara yang menjadi konsumen potensial.

NASIONAL | 28 November 2020

Bamsoet Ajak IMI Jadi Duta Empat Pilar MPR

Dikatakan Bamsoet, komitmen IMI terhadap nilai-nilai kebangsaan yang mengedepankan prinsip gotong royong dan menjunjung tinggi jiwa dan semangat nasionalisme.

NASIONAL | 28 November 2020

Geledah Kantor KKP, KPK Sita Mata Uang Asing

KPK belum dapat membeberkan secara rinci nominal uang yang disita dari kantor KKP lantaran masih dalam proses perhitungan

NASIONAL | 28 November 2020

KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi Tersangka Suap Izin Proyek RS Kasih Bunda

Tak hanya Ajay, dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Komisaris RS Kasih Bunda, Hutama Yonathan sebagai tersangka.

NASIONAL | 28 November 2020

Polda Banten Sosialisasikan 15 Aturan Baru di TPS Saat Pilkada Serentak

Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyosialisasikan 15 aturan baru yang harus diketahui pemilih saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) saat Pilkada.

NASIONAL | 28 November 2020

Pembantaian Keluarga di Poso, Ali Kalora Cs Diburu Polisi-TNI

Saat saksi diperlihatkan foto DPO teroris MIT, mereka meyakini bahwa identitas tiga orang OTK tersebut adalah kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora.

NASIONAL | 28 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS